Disfungsi Ereksi (DE) adalah hal umum yang terjadi pada pria lansia, sejalan dengan pertambahan usia, anda butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan ereksi dan memerlukan rangsangan baik fisik maupun psikologis lebih banyak untuk mempertahankannya.

Hanya sedikit pria di usia tiga puluh dan empat puluhan mengalami disfungsi ereksi, dan banyak hal yang bisa Anda perbuat untuk mengusahakan agar tidak mengalaminya. Bahkan apabila anda terkena disfungsi ereksi, peluang untuk disembuhkan tetap masih ada.

Sekurangnya tujuh di antara sepuluh kasus disfungsi ereksi memiliki penyebab fisik, termasuk diabetes, gangguan kelenjar gondok, aterosklerosis, atau cedera pada penis.

Pengobatan, konsumsi alkohol, merokok dan faktor-faktor psikologis seperti depresi, stres, dan kecemasan dalam pekerjaan dapat memperumit masalah. Yang menjadi inti dalam hal ini adalah bahwa apa pun yang menghentikan aliran darah ke penis Anda akan memperkecil peluang anda untuk mendapatkan ereksi.

Bagaimana anda bisa menghindari disfungsi ereksi? Inilah beberapa tips untuk menjaga kesehatan penis anda.

1. Kurangi Makanan Berlemak

Pola makan yang buruk akan berpengaruh buruk juga pada kemampuan ereksi anda. Penelitian telah menunjukkan bahwa pola makan yang sama yang dapat menyebabkan serangan jantung dengan menghambat aliran darah ke jantung -seperti beberapa jenis buah-buahan dan sayuran, lemak, gorengan, dan makanan olahan - dapat menghambat aliran darah ke dan di dalam penis. Aliran darah tersebut diperlukan penis untuk dapat menjadi ereksi.

Dalam hal makanan, yang penting adalah membatasi asupan lemak. Direkomendasikan para dokter bahwa diet untuk menjadi pria perkasa adalah diet rendah lemak, dengan hanya 20 persen kalori berasal dari lemak.

2. Hindari Berat Badan Berlebihan

Kelebihan berat badan dapat membawa banyak masalah kesehatan, termasuk diabetes tipe 2, yang dapat menyebabkan kerusakan saraf di seluruh tubuh. Jika kerusakan itu sudah menjangkau saraf penis, maka hal ini juga dapat mengakibatkan disfungsi ereksi.

3. Hindari tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah, termasuk yang membawa darah ke penis. Akhirnya, hal ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Pastikan dokter anda memeriksa kadar kolesterol dan tekanan darah, periksa juga tekanan darah anda.

Obat tekanan darah dapat membuat anda sulit untuk ereksi. Banyak dokter yang menyalahkan obat-obatan ini pada kasus disfungsi ereksi, sebenarnya hal ini disebabkan oleh kerusakan arteri akibat dari tekanan darah tinggi atau hipertensi tersebut.

4. Stop Minum Alkohol

Tidak ada bukti bahwa mengkonsumsi alkohol ringan atau sedang berpengaruh buruk pada fungsi ereksi, tetapi minum alkohol berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati, kerusakan saraf, dan kondisi lain yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Bila alkohol dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang dapat berpengaruh langsung terhadap testis, mengurangi produksi hormon testosteron dan mengganggu keseimbangan hormon dan bahan kimia otak yang diperlukan untuk menghasilkan ereksi.

5. Olahraga teratur

Terdapat bukti kuat yang menghubungkan antara gaya hidup dengan disfungsi ereksi. Berlari, berenang, dan bentuk-bentuk latihan aerobik menunjukan bukti dapat membantu mencegah disfungsi ereksi. Tidak peduli jenis aerobik mana yang anda pilih, yang penting anda mengerjakannya, paling tidak tiga kali dalam seminggu dan tiap kali berlangsung selama dua puluh menit. Berlari dan berenang merupakan pilihan-pilihan yang baik.

Hati-hati dengan olahraga yang menyebabkan tekanan berlebihan pada perineum, yang merupakan daerah antara skrotum dan anus. Naik sepeda, dicurigai dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Sesekali bersepeda dengan menempuh jarak pendek, mungkin tidak akan menimbulkan masalah. Namun bagi pria yang menghabiskan banyak waktu dengan bersepeda harus memastikan sepeda mereka sesuai dengan benar, memakai celana bersepeda yang empuk, dan sering-sering berdiri saat mengayuh.

6. Awasi testosteron anda

Bahkan pada pria sehat, kadar testosteron mulai turun tajam pada usia 50 tahunan. Setiap tahun setelah usia 40, tingkat testosteron seorang laki-laki biasanya turun sekitar 1,3%. Gejala seperti dorongan seks rendah, kemurungan, atau kurang stamina, mungkin merupakan gejala kekurangan testosteron.

7. Hati-hati dengan obat-obatan

Obat-obat jenis anabolic steroids, yang sering disalahgunakan oleh atlet dan binaragawan, dapat mengecilkan testis dan melemahkan kemampuan untuk membuat testosteron.

Jenis obat-obatan lainnya pun dapat menyebabkan disfungsi ereksi sebagai efek samping, termasuk obat diuretik, penurun darah tinggi, beberapa obat antidepresi, dan antipsikotik. Tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah obat yang Anda minum dapat membuat anda bermasalah.

8. Stop Merokok

Merokok dapat merusak pembuluh darah dan membatasi aliran darah ke penis. Nikotin juga dapat menyempitkan pembuluh darah, yang dapat menghambat aliran darah ke penis.

9. Hindari posisi seks berisiko

Pada beberapa kasus disfungsi ereksi, hal ini merupakan akibat batang penis yang cedera selama hubungan seks. Posisi seks yang tidak pas bukan saja membuat anda tidak merasa nyaman, tapi juga dapat membahayakan penis anda, bahkan bisa membuat penis cedera.

10. Kurangi stres

Stres psikologis dapat meningkatkan kadar hormon adrenalin, hal ini dapat mengkerutkan pembuluh darah, yang berpengaruh buruk bagi kemampuan ereksi. Hal-hal yang bisa anda lakukan untuk meredakan stres, akan memberikan dorongan yang positif pada kehidupan seks anda.

loading...