Bahaya bagi sistem reproduksi adalah bahaya yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk mendapatkan keturunan yang sehat. Efeknya dapat terjadi pada :

  • Potensi dan minat seksual.
  • Kemampuan untuk mengandung dan melahirkan.
  • Kesehatan bagi calon anak.


Bahaya ini termasuk :

  • Bahaya kimia, seperti pelarut organik (benzena), debu dan asap logam (timbal, air raksa, mangan, dan kadmium), dan beberapa jenis pestisida.
  • Bahaya fisik, seperti panas yang berlebih, kebisingan, stress, radiasi, mengangkat barang-barang berat, dan berdiri sepanjang hari.
  • Penyakit seperti hepatitis B, sipilis, dan campak.


Dapat Mempengaruhi Kemampuan Untuk Mendapatkan Keturunan Yang Normal Dan Sehat

Akibat dari bahaya ini bergantung dari banyak hal, termasuk berapa lama kondisi berbahaya anda hadapi, berapa banyak bahaya yang dihadapi, dan bagaimana cara anda terkena bahaya tersebut. Daftar dari bahaya terhadap sistem reproduksi terdapat pada referensi. Bahaya yang ada dapat mempengaruhi semua tahap reproduksi.

Beberapa bahaya tempat kerja dapat menghalangi terjadinya pembuahan dengan cara :

  • Mempengaruhi minat seks, pada pria dan wanita. Bekerja dengan beberapa jenis kimia atau pada kondisi stress dapat mempengaruhi hormon dan sistem syaraf, atau menyebabkan kanker pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan impotensi, atau hilangnya minat untuk berhubungan seks. Beberapa bahaya, seperti shift kerja yang berputar atau pelarut organik dapat menyebabkan masalah menstruasi, yang dapat menghalangi proses pembuahan.
  • Kerusakan pada sel telur atau sperma. Pekerja pria dan wanita dapat menjadi mandul atau berkurang kesuburannya karena radiasi atau pengaruh beberapa jenis zat kimia. Kerusakan pada sperma dapat menyebabkannya abnormal. Juga dapat mengurangi jumlah sperma yang diproduksi tubuh ke tingkat dibawah jumlah minimum yang dibutuhkan untuk memungkinkan pembuahan.
  • Perubahan pada kode genetik pada sel telur dan sperma, atau yang disebut mutasi. Mutasi pada materi genetik yang diwariskan ke generasi selanjutnya. Materi genetik menentukan karateristik yang dibawa dari orang tua. Tergantung dari jenis kerusakan yang timbul, mutasi genetik dapat menyebabkan cacat ketika lahir, kematian bayi pada kelahiran, atau keguguran. Bahan-bahan yang dapat menyebabkan perubahan pada materi genetik disebut mutagen.
  • Kanker dan penyakit lain. Beberapa bahan mutagen juga diketahui dapat menyebabkan kanker pada manusia. Bahan yang menyebabkan kanker ini disebut karsinogen. Organ reproduksi, seperti ovarium, payudara, vagina dan rahim pada wanita, dan penis dan zakar pada pria dapat menjadi sakit atau berfungsi abnormal karena terkena bahan-bahan berbahaya.


Bahaya Selama Kehamilan

Setelah seorang wanita menjadi hamil, beberapa bahan berbahaya dapat tembus melalui sang ibu dan mempengaruhi janin. Janin biasanya mempunyai resiko tinggi selama 14 hingga 60 hari pertama dari kehamilan, karena saat itu organ-organ utama sang bayi sedang terbentuk. Namun, tergantung dari jenis bahaya yang dihadapi, janin dapat terpengaruh kapan saja selama kehamilan. Bahan yang dapat mempengaruhi perkembangan normal dari janin disebut teratogen.

Beberapa macam zat kimia, penyakit, dan jenis bahaya lainnya yang diketahui dapat menyebabkan cacat pada kelahiran. Cacat ini termasuk berbagai macam ketidaknormalan fisik, seperti berubahnya bentuk tulang atau organ, dan cacat mental.

Pada beberapa kasus, faktor penyebab stress, seperti pekerjaan yang berulang-ulang, kurangnya waktu istirahat, dan tuntutan kerja yang tidak berkurang bagi pekerja yang hamil, dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Bahaya Setelah kelahiran

Pekerjaan yang beresiko juga dapat membahayakan bayi setelah kelahirannya. Susu ibu dapat terpengaruh oleh beberapa macam zat kimia dan terkontaminasi. Bayi dapat terkena zat kimia berbahaya melalui baju, rambut atau kulit orang tuanya.

Bagaimana Bahaya Terhadap Sistem Reproduksi Mempengaruhi Kemampuan untuk Memperoleh Keturunan yang Normal dan Sehat

Sebelum Pembuahan

Bahaya terhadap sistem reproduksi dapat menyebabkan impotensi dan hilangnya minat sex.
Pada wanita :

  • Ganguan menstruasi.
  • Kerusakan pada rahim.
  • Keguguran.


Pada pria dan wanita :

  • Impotensi atau hilangnya minat sex.
  • Menurunnya kemampuan untuk memproduksi sel telur dan sperma yang sehat.
  • Kerusakan genetik pada sel telur dan sperma yang diwariskan kepada sang anak sehingga menyebabkan bayi lahir dengan cacat.
  • Pengaruh pada kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.


Selama Kehamilan

Beberapa jenis virus, bahan kimia dan obat dapat diteruskan ke plasenta dan merusak janin. Mengangkat barang-barang berat dapat menyebabkan keguguran. Masalah yang dapat terjadi diantaranya :

  • Keguguran.
  • Kanker atau penyakit lain pada anak.
  • Cacat ketika lahir.
  • Bayi lahir dengan berat yang rendah.


Setelah Kehamilan

Bayi yang sedang menyusui dapat terpengaruh oleh susu yang terkontaminasi. Bayi dapat terpengrauh oleh bahan kimia yang dibawa pulang oleh orang tuanya melalui pakaian kerja, baju, atau kulit. Masalah yang dapat terjadi diantaranya :

  • Penyakit karena pengaruh bahan kimia.
  • Masalah dengan perkembangan anak.


Upaya pencegahan atau pengendalian

  • Pekerja agar mengetahui nama dan bahaya-bahaya bahan kimia yang ada dan dipakai di tempat kerja.
  • Jika anda hamil : Pikirkan tugas-tugas yang anda lakukan yang mungkin beresiko, khususnya pada tiga bulan terakhir dari kehamilan anda. Cari jalan untuk menghindari :
  • Kerja fisik yang menegangkan.
  • Pekerjaan yang beresiko jatuh.
  • Mengangkat barang berat.
  • Kebisingan yang tinggi.
  • Kerja shift.
  • Waktu kerja yang panjang.
  • Berdiri atau duduk terlalu lama.

 

loading...