Mungkin bagi beberapa orang, istilah Vaginaplasti ini tidak asing didengar tetapi yang belum mengetahuinya, tidak ada salahnya anda mengenali tehnik ini. Vaginoplasti merupakan bagian dari tehnik bedah plastik yang dilakukan pada liang kemaluan wanita (vagina). Dalam arti khusus, vaginoplasti adalah pembentukan liang kemaluan.

Prosedur ini telah mulai dilakukan sejak abad ke 19 dan terus berkembang sampai saat ini. Seperti halnya semua tindakan bedah plastik, vaginoplasti bertujuan untuk pengembalian atau pemulihan organ vagina (rekonstruktif) tanpa meninggalkan fungsi estetiknya.

 

Tujuan Medis

Tujuan pembedahan vaginoplasti adalah menghilangkan keluhan penderita, menghilangkan keadaan cacat (patologi), mengembalikan fungsi organ dan memperhatikan estetika.

Vagina adalah organ yang sangat penting bagi setiap perempuan. Fungsinya antara lain sebagai jalan lahir saat persalinan, alat senggama dan saluran keluarnya darah pada saat haid/menstruasi. Karena itu, setiap tindakan bedah vaginoplsti harus sedapat mungkin memperbaiki ketiga fungsi utama vagina yang telah disebutkan di atas.

Kelainan pada vagina dapat merupakan suatu kelainan bawaan atau kelainan didapat. Jenis kelainan bawaan yang banyak terdapat adalah tidak terbentuknya vagina (agenesis), adanya pembatas (septa) pada liang kemaluan atau lubang vagina yang terlalu kecil. Sedangkan kelainan didapat terjadi karena trauma, infeksi, radiasi dan zat-zat kimia yang merusak jaringan.

Akibat dari berbagai keadaan di atas, perempuan yang mengalami kelaihan vagina akan mengeluh tidak dapat mengeluarkan darah haid, kesulitan berhubungan seks, air seni atau feses keluar dari vagina, liang vagina terlalu lebar, sulit memiliki anak dan keluhan-keluhan lainnya.

Untuk mengatasi kelainan ini, seorang dokter kebidanan akan melakukan serangkaian pemeriksaan sehingga dapat terbukti, apakah ada kelainan tersebut. Apabila memang ada kelainan, maka akan dilakukan tindakan operatif untuk memperbaiki kelainan tersebut.

Tetapi terkadang Vaginoplasti disalahgunakan untuk mengubah jenis kelamin lelaki menjadi perempuan. Meskipun tidak mungkin untuk mengubah seorang lelaki tulen menjadi perempuan karena organ dalam perempuan tidak semudah itu ditiru. Vaginoplasti juga digunakan untuk terapi inkonstinensia urin pada perempuan, yaitu kesulitan menahan buang air kecil sehingga otot vaginanya dikencangkan dan dapat menahan kemih.

 

Resiko Luka dan Rasa Sakit

Trend yang sedang berkembang di Amerika adalah vaginoplasti untuk tujuan kosmetik dan kepuasan seksual. Tetapi hal ini masih merupakan kontroversi antara para ahli bedah plastik dan ginekolog. Untuk tujuan kosmetik atau estetik, vaginoplasti mengubah bentuk vulva (bagian luar alat kelamin perempuan), labia minora, labia majora dan mons pubis. Memang tidak ada perempuan yang diciptakan sama, begitu pula bentuk organ kewanitaan setiap perempuan akan sangat berbeda. Seringkali perempuan dengan labia minora yang terlalu besar merasa tidak nyaman dengan bentuknya atau karena mudah iritasi jika mengenakan busana ketat atau saat berhubungan seks. Dengan Vaginoplasti, maka dapat membuang bagian labia yang berlebih tadi itu sehingga ukurannya seimbang.

Dr. David Matlock dari Beverly Hills mengklaim bahwa vaginoplasti yang dilakukan untuk terapi inkonstinensia urin dapat meningkatkan kepuasan seksual, mengencangkan vagina. Bahkan ia dengan gamblang mempromosikan vaginoplasti untuk meningkatkan kepuasan seksual. Hal ini masih merupakan kontroversi, seperti dibantah dr.Linda Brubaker, dari Rush Medical College Chicago, belum ada pembuktian medis tentang hal ini. Sejumlah ahli lain juga mengingatkan risiko seperti luka dan rasa sakit saat senggama.

Terlepas dari kontroversi itu, banyak perempuan yang tertarik untuk melakukan vaginoplasti, entah dengan alasan estetika bentuk maupun kepuasan seksual.

sumber : Perempuan.com

loading...