Asupan makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi seperti roti tawar, mie dan nasi sebaiknya dibatasi. Jika berlebih, bisa memicu serangan jantung.

Selama ini lemak seringkali menjadi penyebab berbagai penyakit di dalam masyarakat. Nyatanya asupan karbohidrat berlebih juga tak kalah berbahaya bagi kondisi jantung.

Sebuah penelitian di Washington, Amerika Serikat beberapa waktu lalu menyatakan, konsumsi makanan diet yang kaya karbohidrat berpotensi meningkatkan kadar gula yang akan mempengaruhi fungsi aliran darah. Sekaligus mengakibatkan resiko penyakit jantung semakin membesar.

Di antara sekian banyak makanan yang mengandung karbohidrat, makanan yang harus dikurangi adalah jagung dan roti tawar. Penelitian lain yang seperti yang dilansir Health Day, dalam sebuah pertemuan tahunan Komunitas Pakar Endokrin di Washington menemukan, orang-orang akan seperti kembung ketika mengurangi sedikit pasokan karbohidrat dalam tubuh.

Penelitian pertama dilakukan di Israel, Pusat Penelitian Chaim Cheba yang mengevaluasi 56 laki-laki dan perempuan yang sehat tapi mengalami obesitas dengan rentang usia 35-60 tahun. Setiap sukarelawan tidak memiliki catatan terkait diabetes maupun penyakit jantung.

Kemudian penelitian dibagi menjadi dua golongan dengan jenis sarapan yang berbeda. Partisipan golongan pertama, akan diberikan kandungan glukosa, jagung, sereal yang kaya serat atau air yang kemudian dipantau dalam indeks pencatatan kandungan karbohidrat dalam tubuh (glycemic index).

Untuk kategori makanan rendah karbohidrat, sukarelawan akan diberikan gandum,  buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan. Lalu untuk kategori tinggi karbohidrat, sukarelawan akan diberikan roti tawar jagung dan kentang. Hitungan indeks tertinggi terletak pada makanan yang kandungan gula dalam darah meningkat.

Sebelum dan sesudah makan, tim peneliti akan mengecek fungsi dari endothelium, lapisan pada sel yang menjadi pembatas dalam pembuluh darah. Jika fungsi Endothelium tidak maksimal maka hal itu yang berpotensi memicu penyakit jantung.

Alat cek yang digunakan adalah Barchial Arter Flow-Mediated Dilation (FMD), yang bisa mendeteksi fungsi Endothelium.Tak hanya itu, para peneliti juga memeriksan kadar gula dalam darah. kadar gula diperiksa sebelum dan dua jam sesudah makan. Tapi kebanyakan sukarelawan mengalami peningkatan kadar gula dalam darah ketika memasuki menit 30 dan 90 setelah mengkonsumsi makanan kaya kandungan karbohdirat.

FMD kemudan mengurangi dua jam untuk setiap grup, tapi pengurangan dilakukan dengan memberi tanda ketika mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat. Secara garis besar peneliti menyimpulkan makanan tinggi karbohidrat rentan merusak fungsi endothelial.

Peneliti Kardiologi dari Fakultas Kesehatan Universitas Sackler, Tel Aviv, Dr. Michael Shechter Israel mengatakan, berdasarkan studi yang dilakukan, masyarakat yang mengkonsumsi makanan rendah kandungan karbohidrat memiliki catatan kesehatan lebih baik dan berpotensi kecil untuk terkena penyakit jantung.

Sebaliknya, yang mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat akan berpotensi mengalami kerusakan fungsi endothilia yang memicu penyakit jantung. "Pesan utama yang harus diperhatikan, catatan kandungan karbohidrat tinggi dalam darah akan berbahaya semenjak fungsi utama endthelial berkurang. Dimana resiko tersebut berbuah resiko lain yang akan memicu penyakit jantung," kata dia.

Waspadai Makanan Kaya Glukosa

Penelitian sebelumnya juga menemukan, kandungan gula dalam darah usai mengkonsumsi makanan kaya glukosa merupakan faktor resiko penyakit jantung, tidak hanya bagi pasien dengan penyakit diabetes tapi juga kebanyakan masyarakat.

Menurunnya fungsi endothilial menjadi kunci utama perkembangan penyakit jantung dan pembuluh darah. Studi ini telah dipulikasikan dalam Jurnal Kardiologi Universitas di Amerika. Pakar lain berpendapat, penelitian yang dilakukan sungguh menarik.

Tapi perlu digaris bawahi penelitian masih memerlukan konfirmasi lebih jauh lagi. "Studi dengan desain lintas batas memang sungguh aneh," tutur Direktur Laboratorium Metabolisme, Universitas Massachusset di Amrhest, AS. Tapi dia mengatakan penelitian tersebut seharusnya dilakukan berkelanjutan.

Studi lain yang dilakukan di Universitas Alabama Birmingham, AS mempertanyakan apakah mengurangi karbohidrat bisa menahan rasa kenyang usai makan. Dipimpin oleh pakar nutrisi, Barbara Gower pada penelitian lain mencatat warga Amerika 55 % pada umumnya mendapat kadar kalori harian dari gula, serat dan tepung. Hal ini yang perlu dikontrol dalam diet.

Tim peneliti juga mengambil sampel penelitian dari diet karbohidrat mencatat 43 % kadar kalori datang dari karbohidrat. Pemasukan protein bernilai sama untuk setiap diet tapi untuk diet moderat menghindari lebih banyak lemak sebagai perbedaan.

Hasilnya, setelah sebulan, 16 sukarelawan diet moderat memiliki kandungan insulin renadah, kadar gula dalam darah lebih stabil dan rasa kenyang lebih lama usai mengkonsumsi makanan ketimbang 14 sukrelawan yang melakukan diet pada kontrol makanan."Mengurangi kadar karbohidrat akan membantu minimalisir konsumsi energi dan kehilangan berat badan,"kata Gower.
loading...