Artikel Lainnya

Berbagai Olahan Jambu Mede

Jambu mede atau jambu monyet (Anacardium occidentale) termasuk tumbuhan yang berkeping biji dua atau juga disebut tumbuhan berbiji belah. Nama yang tepat untuk mengklasifikasikan tumbuhan ini adalah tumbuhan yang berdaun lembaga dua atau disebut juga dikotil. Jambu monyet mempunyai batang pohon yang tidak rata dan berwarna coklat tua.

Daunnya bertangkai pendek dan berbentuk lonjong (bulat telur) dengan tepian berlekuk-lekuk, dan guratan rangka daunnya terlihat jelas. Bunganya berwarna putih. Bagian buahnya yang membesar, berdaging lunak, berair, dan berwarna kuning kemerah-merahan adalah buah semu.

Bagian itu bukan buah sebenarnya, tetapi merupakan tangkai buah yang membesar. Buah jambu monyet yang sebenarnya biasa disebut mede (mente), yaitu buah batu yang berbentuk ginjal dengan kulit keras dan bijinya yang berkeping dua tersebut oleh kulit yang mengandung getah.

Kandungan nutrisi buah semu jambu mede per 100 gram:

  • Vitamin A 2.689 SI,
  • Vitamin C 65 gram,
  • Kalori 73 gram,
  • Protein 4,6 gram,
  • Lemak 0,5 gram,
  • Hidrat arang 16,3 gram,
  • Kalsium 33 miligram,
  • Fosfor 64 miligram,
  • Besi 8,9 miligram, dan
  • Air 78 gram.

Buah semu jambu mete dapat diolah menjadi berbagai bentuk olahan seperti anggur mete, manisan kering, selai mete, buah kalengan, jem jambu mete, nata de casew dan sirup. Sirup jambu mete diperoleh dari pengepresan buah Buah jambu mete tanpa mengalami fermentasi.  Sirup buah semu jambu  bermanfaat sebagai sajian minuman segar yang cukup mangandung vitamin C, tepat disajikan saat cuaca panas dan cocok sebagai minuman segar saat berbuka puasa.

Jem adalah makanan setengah padat yang terbuat dari buah-buahan dan gula dengan kandungan total padatan minimal 65 persen, berupa hancuran buah-buahan (misalnya diblender) dan mempunyai aroma dan rasa buah asli. Biasanya dimanfaatkan untuk olesan makan roti.

Berikut adalah beberapa olahan makanan berbahan baku jambu mede:

A. Pengolahan Gelondong Mete

Pemisahan Gelondong:

  • Gelondong dipisahkan dari buah semu secara manual,
  • Pisahkan antara gelondong yang kulitnya mengkilat dan tidak keriput,
  • Pisahkan antara gelondong yang besar dan kecil.


Pengeringan:

  • Gelondong yang telah disortasi segera dikeringkan dengan menjemur,
  • Penjemuran biasanya berlangsung selama 2 – 3 hari.


Pengepakan dan Penyimpanan:

  • Setelah dijemur, gelondong mete diangin-angin selama 24 jam, kemudian di pak dalam karung goni,
  • Gelondong dapat disimpan atau dapat dikirim ke pabrik atau ke pedagang pengumpul, dan eksportir,
  • Apabila gelondong akan disimpan, maka perlu disimpan dalam kaleng kedap udara.


Pengolahan Kacang Mete


Alat:

  • Kacip biasa atau kacip putar
  • Alat penyangrai


Bahan:

  • Gelondong mete


Cara Pengolahan

  • Pengupasan umumnya dilakukan secara manual dengan menggunakan kacip biasa atau kacip putar.
  • Untuk mempermudah pengacipan gelondong dapat digoreng / disangrai terlebih dahulu, baik dengan penggorengan maupun dengan alat penyangrai tromol berputar atau dapat juga dengan alat penyangrai buatan.
  • Pisahkan kulit ari dengan cara mengulitinya (untuk tingkat petani).
  • Sedangkan untuk tingkat eksportir kacang mete yang telah bersih dari kulit arinya disortasi untuk dikelompokan (grading) ked alam kacang utuh (whole), terbelah (split) dan yang pecah (broken).


B. Berbagai Pengolahan Buah Semu

1. Buah Segar:

  • Dalam jumlah yang relatif kecil buah semu dapat dijual langsung per butir, sebagai buah segar yang langsung dapat dimakan.
  • Buah semu dapat dimanfaatkan untuk kompos;


2. Sirup Jambu Mete

Bahan:

  • Buah semu jambu mete 1 kg = 25 – 30 buah. Untuk bahan sirup sebaiknya digunakan buah semu yang baru dipanen yang sebelumnya sudah dikukus atau direndam dalam larutan garam 2,5% selama 4 jam untuk menghilangkan rasa sepat dan gatal.
  • NaCl 20 gram,
  • Serbuk gelatin 2 gram,
  • Gula pasir 650-700 gram,
  • Asam sitrat 3 gram.


Cara pengolahan:

  • Buah semu jambu mete yang masak  dicuci dan dipilih yang baik, yang tidak cacat dan masih segar.
  • Buah dibelah 4 bagian kemudian direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) 2% selama 24 jam. Larutan garam 2%  dibuat dengan melarutkan 20 gram dapur ( ± 6 sendok teh garam ) dalam 1 liter air.
  • Setelah itu buah diangkat, dicuci dengan air kemudian ditiriskan.
  • Kukus selama 20 menit, dan dibiarkan sampai dingin.
  • Buah dipres dengan alat pengepres atau diperas dengan cara buah dibungkus dengan kain saring dan diperas dengan tangan.
  • Cairan sari buah yang dihasilkan kemudian ditampung dalam wadah dan disaring
  • Tambahkan serbuk gelatin 2 gram ke dalam cairan sari buah, lalu dipanaskan selama 10 menit sambil diaduk. Fungsi gelatin untuk mengikat kotoran halus yang kemudian menggumpal dan diendapkan.
  • Cairan kemudian disaring kembali untuk memisahkan endapan kotoran.
  • Tambahkan gula pasir 650 – 700 gram, dan serbuk asam sitrat 3 gram (atau sari buah jeruk nipis 4 butir). Asam sitrat ditambahkan untuk menghasilkan cita rasa yang enak dan harum.
  • Panaskan sambil diaduk 15 – 20 menit untuk melarutkan gula dan bahan lainnya.
  • Masukkan sirup yang telah jadi ke dalam botol lalu botol ditutup rapat kemudian dilakukan pasturisasi.
  • Pasteurisasi dilakukan dengan cara dipanaskan pada suhu 60 – 70º C selama 30 menit. Tujuan dari pasturisasi ini adalah untuk mematikan mikrobia-mikrobia bersifat patogen.


3. Pengolahan Anggur Mete

Alat:

  • Blender,
  • Kain blacu / flanel,
  • Tong kayu / wadah tahan karat.


Bahan:

  • Ammonium fosfat;
  • Asam sitrat
  • Larutan metabisulfit,
  • Vitamin B
  • Sari tauge
  • Larutan garam;
  • Putih telur;
  • Ragi (khamir Shacharmyces cereviceae).
  • Gula pasir dll,


Cara Pembuatan:

  • Dipilih buah mete yang telah matang optimal dan kondisinya baik dan segar,
  • Buah mete dicuci dengan air hangat atau larutan metabisulfit (untuk mengurangi kotoran dan mengurangi pencemaran jasad renik,
  • Buah mete direbus dalam larutan garam dapur lalu dicuci dengan air hangat (untuk menghilangkan sisa garam);
  • Buah mete dilumatkan blender sampai menjadi bubur lalu diperas dan sari buah yang keluar ditampung dalam wadah anti karat,
  • Sari buah dipasteurisasi dengan cara dipanaskan pada suhu 60° - 70° C (pasteurisasi ini bertujuan untuk membunuh jasad renik);
  • Keasaman sari buah dibuat pada pH 4. Untuk itu, ke dalam sari buah ditambahkan ammonium fosfat, vitamin B dan asam sitrat,
  • Sari buah difermentasi dengan menambahkam khamir S. cereviceae, gula dan sari touge.
  • Hasil fermentasi berupa anggur setengah jadi. Anggur kemudian disaring dengan saringan halus atau flannel bersih beberapa kali sampai didapatkan anggur yang jernih. Endapan hasil penyaringan dibuang.
  • Pemanenan anggur dilakukan setelah 8 – 9 bulan dalam tong kayu atau wadah tahan karat;
  • Setelah pemanenan, dilakukan penjernihan kembali dengan menambahkan putih telur sebanyak 1,2 ml per liter anggur. Endapan anggur dapat digumpalkan dengan pemanasan pada suhu 70 ° C.
  • Anggur didinginkan dengan cepat, agar aromanya tajam. Selanjutnya anggur disaring kembali dan dimasukkan dalam botol yang telah direbus (supaya higiene).


4. Pengolahan Manisan Kering

Bahan:

  • Larutan garam
  • K-metabisulfit
  • Sirup gula
  • Asama sitrat
  • Natrium benzoat


Cara Pembuatan:

  • Dipilih buah mete yang telah tua, masak, dan tidak cacat;
  • Buah mete dicuci bersih dan pangkal buah dibuang. Untuk mendapatkan manisan yang baik adalah sebaiknya dipilih buah jambu mete yang masih utuh;
  • Setelah dicuci buah mete lalu direndam dalam larutan garam dapur dan ditambahkan K-metabisulfit;
  • Buah jambu mete dicuci kembali dengan air panas untuk menghilangkan sisa garam lalu di blanching (dicelupkan dalam air mendidih) dengan blanching warna buah lebih awet dan tidak menjadi hitam;
  • Campurkan sirup gula, dan asam sitrat (sebelumnya didihkan) dituangkan ke dalam wadah buah dan direndam;
  • Setelah proses perendaman selesai cairan gula dipisahkan dari buah lalu lakukan perendaman kedua;
  • Untuk mengantisipasi serangan jamur yang hanya tahan 1 minggu perlu penambahan pengawet seperti natrium benzoat atau asam sitrat;
  • Tahap terakhir dikeringkan dengan sinar matahari atau pengering buatan.
  • Setelah kering manisan siap dipasarkan.


5. Pengolahan Selai Mete

  • Dipilih buah mete yang telah tua, masak, dan tidak cacat;
  • Buah mete dicuci bersih dan pangkal buah dibuang;
  • Bagian pangkal dan ujung buah dihilangkan dan di-blanching;
  • Setelah itu buah dilumatkan hingga berupa bubur dengan waring blender lalu dijernihkan. Penjernihan dapat dilakukan dengan menyaring bubur buah mete dengan kain blacu atau dengan menambahkan putih telur ke dalamnya;
  • Untuk mengekstrak pektin yang terdapat dalam jaringan buah, bubur buah dididihkan dan dicampur dengan gula (bila ingin rasa selai seperti rasa keruk, maka dapat ditambahkan asam sitrat atau air jeruk nipis;
  • Adonan selai kembali dipanaskan dan diaduk-aduk hingga terbentuk selai kental.


6. Jem Jam Jambu Mete

  • Dipilih buah semu mete yang telah matang, tidak pecah atau tidak memar dan segar;
  • Buah mete dicuci dengan air mengalir agar kotoran tidak tertinggal dalam wadah atau bak pencucian;
  • Buah mete yang telah bersih direndam dalam larutan garam dapur, lalu dicuci dengan air hangat untuk membersihkan sisa-sisa garam;
  • Buah mete di-blanching lalu dilumatkan dengan waring blender hingga berupa bubur, setelah itu dimasak dengan gula dan dididihkan sampai kental.

 

2012. smallCrab, just another blogs
Download Joomla Templates