Osteoporosis adalah gangguan tulang dimana tulang menjadi keropos dan rapuh. Karena keropos dan rapuh, maka tulang menjadi mudah patah jika terjatuh atau mengalami benturan. Tulang yang paling sering patah adalah tulang pangkal paha, tulang belakang, dan tulang pergelangan tangan. Patahnya tulang belakang kadang-kadang berakibat fatal. Penderita dapat mengalami kelemahan atau kelumpuhan pada tungkai bawah akibat tertekannya serabut saraf yang keluar dari ruas tulang belakang.

Osteoporosis merupakan masalah bagi semua orang, terutama yang memasuki masa lansia, bukan hanya bagi perempuan. Wanita memerlukan lebih banyak zat besi dan kalsium, karena wanita memiliki siklus haid yang memungkinkan kalsium keluar berbarengan dengan darah yang keluar. Hal ini menyebabkan wanita lebih rentan terkena osteoporosis dibanding pria.

Apakah anda beresiko terkena osteoporosis? Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan "Ya" atau "Tidak". Semakin banyak anda memilih jawaban "Ya", semakin besar resiko anda terkena osteoporosis.

  1. Apakah anda memiliki postur tubuh tinggi dan ramping? Ya / Tidak
  2. Apakah anda Ras kulit putih atau Asia? Ya / Tidak
  3. Apakah anda berusia di atas 50 tahun? Ya / Tidak
  4. Apakah anda telah melewati masa menopause? Ya / Tidak
  5. Apakah ibu atau ada keluarga anda yang terkena osteoporosis? Ya / Tidak
  6. Apakah anda mengalami menopause dini atau histerektomi? Ya / Tidak
  7. Apakah anda menggunakan obat-obatan untuk penyakit tiroid? Ya / Tidak
  8. Apakah anda menggunakan obat-obatan untuk asma atau rheumatik? Ya / Tidak
  9. Apakah makanan sehari-hari anda mengandung rendah kalsium? Ya / Tidak
  10. Apakah anda jarang olahraga atau beraktifitas secara fisik? Ya / Tidak
  11. Apakah anda merokok? Ya / Tidak
  12. Apakah anda mengkonsumsi minuman beralkohol? Ya / Tidak


Berbagai cara dapat anda lakukan untuk mencegah atau meminimalkan resiko terkena osteoporosis. Yang paling mudah dan murah tentu saja dengan mencukupi asupan makanan kaya kalsium dan berolahraga atau beraktifitas fisik secara rutin. Berbagai makanan yang tersedia sehari-hari sebenarnya memiliki kandungan kalisum yang cukup bagi tubuh, seperti susu dan kedelai.

Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah atau menghindari atau meminimalkan resiko terkena osteoporosis:

Perbanyak Asupan Kalsium

Jika anda berisiko terkena osteoporosis, salah satu cara umum untuk mencegahnya yaitu anda harus mendapatkan lebih banyak asupan kalsium. Anda dapat memperbanyak konsumsi makanan yang kaya kandungan kalsiumnya atau menggunakan suplemen kalsium sesuai petunjuk dokter. Sumber makanan yang banyak mengandung kalsium antara lain susu, sereal, kedelai, ikan laut, jus jeruk, kuning telur, yoghurt, brokoli dan sayuran berhijau daun.

Lakukan Aftifitas Fisik atau Olahraga secara Rutin

Secara rutin berolahraga seperti angkat beban, berjalan kaki, jogging, senam, bowling, dan naik turun tangga dapat membantu menjaga tulang tetap kuat. Berenang, yoga, dan naik sepeda adalah olahraga yang baik, tetapi tidak berperan banyak dalam memperkuat tulang anda. Berjalan kaki selama setengah jam sebanyak tiga kali dalam seminggu memiliki pengaruh besar dalam mencegah osteoporosis. Jalan kaki di pagi-pagi dan terkena sinar matahari pagi sangat bagus buat tulang.

Stop Merokok

Orang yang merokok aktif dan pasif rawan terkena osteoporosis karena zat nikotin yang terkandung di dalam rokok dapat menurunkan kepadatan tulang.

Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara merokok dengan osteoporosis pada pria dan wanita. Sebuah penelitian mengamati kasus patah tulang pinggul pada wanita lansia, dan menyimpulkan bahwa satu dari 8 kasus patah tulang itu disebabkan oleh kehilangan massa tulang yang disebabkan oleh merokok.

Berhenti merokok dapat mengurangi resiko massa tulang yang rendah dan patah tulang. Namun, mungkin diperlukan beberapa tahun untuk menurunkan resiko osteoporosis pada mantan perokok.

Stop Minuman Beralkohol

Osteoporosis cenderung terjadi pada usia tua, namun dengan konsumsi alkohol yang berlebih onset ini dapat muncul pada usia yang lebih muda, hal ini dikarenakan alkohol menyebabkan abnormalitas berupa penurunan kadar kalsium di dalam darah sehingga tubuh akan mengambilnya dari tulang.

Menghentikan konsumsi minuman beralkohol akan menormalkan kembali kadar kalsium dalam darah sehingga tidak mengganggu persediaan kalsium yang berada dalam tulang, dan resiko soteporosis pun menjadi minimal.

Kurangi Minum Kopi

Terlalu banyak konsumsi kafein mendorong pengeluaran kalsium dari dalam tubuh. Jika memang Anda harus mengkonsumsi kopi, coba tambahkan susu atau krim (tapi bukan non dairy creamer) ke dalam kopinya.

Hormone Replacement Therapy (HRT)

Pada wanita, osteoporosis bertambah buruk setelah menopause, ketika produksi hormon estrogen menurun drastis. Fungsi hormon estrogen diantaranya adalah memelihara kepadatan tulang. Pada masa menopause ini mungkin anda tertarik melakukan terapi penggantian hormon estrogen untuk membantu anda memperlambat kehilangan kalsium dan membantu mengembalikan massa tulang.

Tetapi anda harus berhati-hati karena beberapa jenis terapi HRT ini dapat meningkatkan resiko akan kanker payudara, penyakit hati dan stroke.

Obat-obatan dan Suplemen

Jika anda sudah menunjukkan tanda-tanda kerapuhan tulang, konsultasilah dengan dokter tentang kemungkinan untuk menggunakan obat-obatan atau suplemen yang dpat memperlambat kerapuhan tulang dan membangun tulang baru.

loading...