Karyawan terutama yang bekerja langsung dengan bahan pangan atau pangan dapat mencemari bahan pangan atau pangan tesebut, baik berupa cemaran fisik, kimia maupun biologis. Oleh karena itu, kebersihan karyawan dan higienen karyawan merupakan salah satu hal yang sangat penting yang harus diperhatikan industri pangan agar produk pangannya bermutu dan aman untuk dikonsumsi.

Bagaimanan Karyawan dapat Mencemari Pangan?

Karyawan yang memakai perhiasan saat bekerja mungkin saja dengan tidak sengaja perhiasannya jatuh ke dalam pangan, misalnya kalungnya putus dan manik¬maniknya jatuh tersebar ke dalam pangan. Hal ini dapat menimbulkan bahaya fisik bagi konsumennya. Oleh karena itu untuk menghindari hal ini, karyawan hendaknya tidak memakai perhiasan pada saat dia sedang bekerja dengan pangan.

Karyawan yang sedang mengidap penyakit menular yang bekerja langsung dengan pangan dapat menularkan penyakitnya melalui pangan. Oleh karena itu, karyawan yang sedang sakit jangan ditugasi pekerjaan yang berhubungan langsung dengan pangan.
   
Beberapa penyakit menular yang mikrobanya dapat mencemari pangan adalah:
  • penyakit tifus,
  • penyakit disentri,
  • penyakit kuning atau hepatitis A,
  • penyakit tenggorokan,
  • penyakit batuk dan flu,
  • penyakit kulit (kudis, gatal-gatal).

Demikian juga karyawan yang baru sembuh dari penyakit menular mungkin saja masih membawa mikroba patogen yang dapat menular melalui pangan. Oleh karena itu karyawan yang baru sembuh dari penyakit menular hendaknya untuk sementara diberi pekerjaan lain yang tidak berhubungan langsung dengan pangan.

Mikroba pembusuk atau penyebab penyakit yang mencemari pangan dapat berasal dari tubuh karyawan terutama tangan, kuku, rambut, mulut, hidung dan bagian lainnya. Oleh karena itu, bagian-bagain tubuh ini hendaknya dipertahankan selalu bersih dan ditutup agar tidak kontak dengan pangan.

Higiene Karyawan Yang Baik

Cara higiene karyawan yang baik adalah upaya yang dilakukan untuk mencegah tercemarnya pangan oleh campuran fisik, kimia maupun biologis dari tubuh karyawan. Upaya yang dapat dilakukan adalah memupuk kebiasaan karyawan yang baik dan melatih karyawan untuk meninggalkan kebiasaan karyawan yang buruk.

Kebiasaan karyawan yang baik:
  • Selalu membersihkan diri (mencukur rambut, kumis atau jenggot, mandi, gosok gigi) sebelum bekerja.
  • Selalu bekerja dengan penuh perhatian (tidak berbicara dan tidak megunyah pangan atau merokok sambil bekerja).
  • Selalu menjaga lingkungan kerjanya tetap bersih.
  • Selalu memakai pakaian kerja termasuk penutup kepala, penutup hidung dan mulut serta sarung tangan (jika perlu) dan memakai alas kaki yang bersih.

Kebiasaan karyawan yang buruk:
  • Meludah di mana saja (ludah merupakan sumber mikroba yang dapat mencemari pangan).
  • Berbicara sambil bekerja (disamping dapat mengganggu pekerjaan, berbicara juga dapat mencemari pangan).
  • Bersin dan batuk di depan pangan (semburan bersin atau batuk yang penuh mikroba dapat mencemari pangan).
  • Mengunyah pangan atau merokok sambil bekerja.
  • Memakai perhiasan pada saat sedang bekerja dengan pangan.

Cara yang baik untuk mencegah pencemaran dari karyawan:
  • Peliharalah rambut dan kumis dan jenggot agar tetap pendek dan bersih.
  • Rawatlah kuku jari tangan agar selalu pendek dan bersih.
  • Lepas semua perhiasan dari tubuh sebelum mulai bekerja.
  • Cucilah tangan sebersih-bersihnya dengan air dan sabun:
  • Sebelum mulai bekerja.
  • Sesudah memegang benda-benda yang kotor, dan/atau.
  • Sesudah kembali dari toilet atau WC.
  • Pakailah baju kerja dan penutup kepala yang bersih.
  • Gunakan sarung tangan atau cukup kantong plastik yang bersih saat memegang pangan, terutama pangan yang sudah diolah.
  • Jangan bekerja menangani pangan jika sedang sakit atau baru sembuh dari suatu penyakit.
  • Bekerjalah serius, tidak berbicara, tidak mengunyah pangan dan tidak merokok pada saat sedang bekerja.
  • Jauhi pangan jika mau bersin atau batuk.

loading...