Orang pasti sudah tahu khasiat kacang-kacangan, baik sebagai sumber protein maupun serat, atau khasiat buah apel semua tidak meragukannya, tetapi jika salah dalam pengolahannya, makanan sehat tersebut bisa berkurang manfaatnya bahkan mungkin membahayakan kesehatan.

Salah dalam mengolah di sini misalnya, menggoreng makanan dapat menambahkan kandungan minyak jenuh dan kalori, makanan dalam kaleng dapat terpapar BPA, mengupas kulit apel dapat menghilangkan kandungan nutrisinya, dan lain-lain.

Berikut adalah beberapa jenis makanan sehat yang bisa berkurang manfaatnya atau bahkan menjadi berbahaya jika salah dalam mengolahnya:

Kacang dalam kemasan kaleng

Kacang-kacangan merupakan sumber protein terbaik dari tumbuhan yang diperkaya dengan serat. Sayangnya, menikmati kacang merah siap saji dalam kaleng jauh dari kata sehat, meski memang lebih praktis. Pasalnya, banyak produk kacang instan disajikan dalam kaleng yang dilapisi dengan BPA. Paparan bahan kimia ini telah dikaitkan dengan kanker, penyakit jantung, dan pubertas dini.

Kacang kalengan juga tinggi garam yang berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Sehingga, mengukus atau merebus kacang mentah di rumah merupakan pilihan terbaik. Jika Anda tak memiliki banyak waktu untuk mengolah, pilih kacang kalengan dengan logo BPA-free.

Sayur dalam kalengan

Meskipun sayuran adalah salah satu makanan paling menyehatkan bagi tubuh, tapi tidak demikian dengan sayur kalengan. Hal itu dikarenakan Bisphenol A yang merupakan senyawa organik yang digunakan untuk membuat berbagai plastik dan ditemukan di sebagian besar produk makanan kalengan. Bisphenol A dapat melindungi kaleng dari korosi logam dan bakteri tapi juga dapat mengganggu perkembangan saraf pada janin, gangguan endokrin, penyakit jantung dan kanker. Makanan kaleng juga menimbulkan risiko natrium tinggi, terutama pada diet rendah garam.

Ubi manis yang digoreng

Ubi manis atau ubi jalar atau boled kaya akan vitamin A dan penuh dengan antioksidan serta anti-inflamasi, sehingga rutin mengonsumsi umbi-umbian dapat membuat tubuh lebih tahan terhadap penyakit. Namun, ubi goreng bukanlah cara sehat untuk menikmati sayuran berwarna oranye ini, karena menggoreng akan menambahkan banyak lemak jenuh dan kalori yang justru berefek buruk pada kesehatan. Mengukus atau merebus adalah cara terbaik.

Bukan hanya ubi, makanan lainnya yang digoreng juga bisa mengakibatkan resiko gangguan kesehatan, antara lain penyakit jantung, diabetes, gastroenteritis, obesitas, memperlambat tingkat metabolisme, dll. Gorengan mungkin favorit bagi semua orang tapi juga beresiko tinggi bila dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.

Mengupas dan membuang kulit apel

Sebuah apel yang manis dan penuh serat merupakan pilihan terbaik untuk mengenyangkan perut lapar Anda. Namun, sebagian besar vitamin dan mineral ditemukan dalam kulit apel ketimbang daging buah, seperti vitamin A dan C, kalsium, potasium, folat, dan zat besi. Jadi jika Anda mengupas kulit apel, Anda membuang semua nutrisi itu.

Buah kering dengan pemanis

Buah kering dapat menjadi pilihan sehat untuk memuaskan hasrat gula, namun tambahan gula pada buah kering justru membuat manfaat buah berubah menjadi seburuk permen manis. Sehingga, pastikan untuk memilih buah-buahan kering yang diolah tanpa tambahan gula. Anda dapat dengan mudah memastikannya dalam kemasan buah kering.

Seledri

Seledri banyak dimanfaatkan sebagai penyedap masakan berkuah juga penghias tampilan masakan. Ternyata seledri banyak memiliki kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh, misalnya rendah kalori, sumber serat, mengandung anti oksidan flavonoid, mengandung vitamin A & C, serta berbagai mineral lainnya.

Tetapi jangan pernah sekali pun memasukkan seledri ke dalam kuah sup yang masih dalam kondisi dimasak, karena hal ini akan membuat seledri melepaskan nitrit yang berbahaya, yang beracun bagi tubuh.

Jus dalam kemasan

Membuat sendiri jus buah atau sayuran tentu sangat menyegarkan dan juga menyehatkan, tetapi jika kita membeli jus dalam kemasan mungkin bisa berbahaya, hal ini karena kandungan bahan tambahannya, misalnya pemanis atau pengawetnya. Jus dalam kemasan kebanyakan mengandung gula tinggi fruktosa yang kadarnya cukup tinggi. Mengkonsumsi jus dalam kemasan secara berlebihan akan membuat tubuh kita memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih banyak untuk mencerna gula yang terkandung dalam jus dalam kemasan. Lama kelamaan insulin dalam tubuh kita menjadi kurang peka sehingga menyebabkan kita mengidap diabetes. Selain itu, gula yang berlebihan juga akan menyebabkan obesitas.

loading...