Ahli gizi dan nutrisi dari Institut Pertanian Bogor, Ahmad Sulaeman menyebutkan bahwa mengonsumsi rumput laut cocok untuk menu diet. "Rumput laut bisa untuk menguruskan badan," kata Ahmad dalam acara Jelajah Gizi Sari Husada di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis.

Rumput laut tersebut, lanjutnya, bisa dijadikan pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat. "Coba bayangkan kalau setengah porsi nasi tersebut diganti rumput laut," katanya.

Karena kandungan rumput laut yang banyak mengandung serta (fiber) tersebut bisa mengenyangkan perut tanpa karbohidrat. "Dan cenderung aman," katanya.

Rumput laut yang cocok untuk dijadikan pengganti nasi tersebut, lanjut Ahmad, adalah rumput laut yang berwarna putih. Karena selain memiliki serta yang banyak, kandungan iodiumnya relatif rendah.

"Jadi bisa dikonsumsi banyak-banyak," katanya. Seperti rumput laut yang dibudidayakan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Menurutnya, jenis tersebut bisa dikonsumsi secara rutin.

Selain itu, rumput laut juga berfungsi sebagai prebiotik yakni makanan untuk bakteri baik dalam tubuh manusia, terutama pencernaan. Sehingga metabolisme tubuh pun terjaga. "Kalau pencernaan baik, tubuh pun lebih kuat," katanya.

Cara mengatasi amis pada rumput laut

Chef jebolan kontes memasak Masterchef musim kedua, Opik mengaku mengolah rumput laut susah-susah gampang.

Dalam acara Jelajah Gizi bersama Sarihusada di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Kamis, dia menyebutkan kesulitan mengolah rumput laut terletak pada aromanya yang cenderung amis.

Namun, kata dia, itu bisa diakali dengan menggunakan bawang bombay. "Bawang bombay bisa untuk menghilangkan si aroma amisnya itu," katanya.

Opik juga menyebutkan beberapa bahan lain yang bisa digunakan untuk menghilangkan bau dan amis rumput laut seperti star anis, cengkeh, dan jeruk nipis. "Yang penting, tastenya harus lebih kuat dari amis si rumput laut," katanya.

Tidak hanya itu, kesulitan lainnya dalam mengolah rumput laut adalah waktu memasak yang tidak boleh terlalu lama karena bisa membuat cairan rumput laut semakin mengental. "Rumput laut kan bahan utama pembuat agar. Jadi ya kalau rumput lautnya direbus lama, nanti seperti agar-agar," katanya.

Efek samping pemasakan yang sebentar membuat rumput laut menjadi beraroma. "Makanya harus diakali dengan menggunakan bahan lain," katanya.

antaranews

loading...