Garam "asli" adalah yang disebut natrium klorida. Dari segi kesehatan, yang dianggap bisa membahayakan pada hakikatnya adalah kandungan natrium (yang dalam bahasa Inggris disebut sodium); dengan kata lain, kloridanya sendiri tidak pernah sampai duduk di bangku terdakwa. Maka, tujuan semua bahan pengganti adalah menurunkan kandungan natrium atau meniadakannya sama sekali.

Natrium dalam asupan makanan telah lama dicurigai sebagai salah satu penyebab tekanan darah tinggi, namun tampaknya di antara para peneliti kedokteran sendiri belum ada kesepakatan tentang ini. Sebagian yakin natrium berpengaruh terhadap tekanan darah tinggi sedangkan sebagian yang lain tidak. Sementara bukti kuat untuk mendukung himbauan larangan merokok belum tersedia, nasib yang sama juga dialami oleh natrium yang sama-sama didakwa sebagai teroris.

Sebagaimana dalam semua riset kesehatan, tuduhan paling berat yang dapat dilancarkan kepada makanan atau kebiasaan makan adalah bahwa ia meningkatkan risiko seseorang menderita ini atau itu. Belum pernah ada pernyataan tegas bahwa "makan masakan anu pasti menyebabkan kematian". Risikonya hanya suatu kemungkinan, bukan kepastian. Kendatipun demikian, menurunkan asupan natrium mungkin sebuah tindakan yang bijaksana.

Ketidakpastian di kalangan pakar kesehatan tidak menghentikan ketakutan di kalangan pemuja kenikmatan makan terhadap produk-produk mengandung natrium. Maka pihak pemasok berusaha keras menyediakan pengganti, biasanya kalium klorida (dalam bahasa Inggris disebut potassium chloride), yang secara kimia masih saudara kembar natrium klorida. Bahan ini asin, tetapi rasa asinnya berbeda. Keduanya merupakan keluarga besar kimia yang disebut garam; kita menyebut natrium klorida "garam" seolah-olah garam satu-satunya hanya karena ialah yang sejauh ini paling lazim.

Akan tetapi Anda mungkin dapat mendengar tawa geli penggumul ilmu kimia sewaktu mereka lewat di depan rak toko swalayan yang memajang produk bermerek NoSalt; padahal isinya kalium klorida, yang sejujurnya termasuk garam, tetapi diberi label seolah-olah "bebas dari garam." Kejadian itu dimungkinkan karena FDA memperbolehkan label-label menggunakan kata garam (salt) untuk natrium klorida saja, tidak untuk garam lain.

Produk berlabel Morron's Lite Salt Mixture merupakan campuran fifty-fifty natrium dan kalium klorida, yakni bagi mereka yang ingin mengurangi asupan natrium tanpa kehilangan citarasa unik natrium klorida.

Dan akhirnya, ada produk bermerek Salt Sense, yang mengaku 100 persen "garam asli" (maksudnya mengandung natrium klorida asli), namun juga menyebutkan mengandung "natrium 33 persen lebih sedikit per sendok teh"nya. Pernyataan tersebut dianggap kelewatan oleh pakar kimia, sebab natrium klorida terbentuk dari sebuah atom natrium bersama sebuah atom klorin, yang berarti natrium klorida harus selalu mengandung persentase berat yang sama untuk natrium: 39,3 persen. (Kurang dari 50 persen karena atom klorin lebih berat daripada atom natrium.) Maka, jika seseorang mengatakan "garam asli"nya mengandung natrium lebih sedikit, ini sudah pasti sebuah omong kosong. Itu sama saja dengan mengatakan ada keping uang dolar yang bernilai kurang dari 100 sen.

Tapi pemasar produk itu tetap menang di pengadilan. Bagaimana caranya? Kuncinya ada di kata sendok teh. Sesendok teh Salt Sense sungguh mengandung natrium 33 persen lebih sedikit, sebab satu sendok teh Salt Sense mengandung garam 33 persen lebih sedikit. Salt Sense berisi kristal-kristal garam berbentuk serpih dengan bentuk tidak beraturan, akibatnya garam ini menyisakan ruang yang cukup banyak ketika diisikan ke sendok teh yang sama. Maka apabila anda menggunakan Salt Sense dengan takaran volume yang sama seperti ketika menggunakan garam biasa, sesungguhnya berat garam khusus tersebut lebih sedikit, jadi natriumnya jelas lebih sedikit pula.

Kasus tadi sama dengan ketika sebuah merek es krim mengaku mengandung kalori 33 persen lebih sedikit per suap karena lebih berbusa. Karena gelembung udaranya lebih banyak jelas sekali bila es krim tersebut lebih sedikit dan karena itu kandungan kalorinya tak sebanyak yang lain.

Apabila anda mendapatkan produk Salt Sense, perhatikan labelnya. Ada sebuah catatan kaki: "*100 gram produk manapun (entah Salt Sense atau garam biasa) mengandung 39,100 miligram natrium". Betul. Ketika Anda menggunakan takaran berat yang sama, alih-alih takaran volume, Salt Sense tidak lain dari garam biasa yang diberi aditif. Sungguh sebuah taktik pemasaran yang kreatif. (Ah! Kalau anda cerewet, mungkin muncul pertanyaan: kenapa 39,1 ... bukan 39,3? ltu karena Salt Sense sebetulnya hanya 99,5 persen murni.)

#ebooks

loading...