Kabupaten  Sintang adalah salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Sintang merupakan eks sebuah kerajaan dengan sebuah istana sebagai peninggalannya, istana dibangun pada tahun 1859 M terletak di Kelurahan Kapuas Kiri Hilir.
 
Wilayah Sintang berada pada ketinggian antara 18 - 200 meter dari permukaan laut dengan luas wilayah 32.279 km2 (termasuk Melawi) atau sama dengan seperempat luas wilayah Propinsi Kalimantan Barat yang berbatasan dengan : sebelah utara dengan Sarawak Malaysia, sebelah selatan dengan Propinsi Kalimantan Tengah, sebelah timur dengan Kabupaten Kapuas Hulu, dan sebelah barat dengan Kabupaten Sanggau.
 
Kabupaten ini beriklim tropis dengan 2 kali pergantian musim pada tiap tahun musim kemarau dan musim penghujan dengan suhu rata-rata 26oc-34oc. Daerah ini memiliki beberapa obyek wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi, baik wisata alam, wisata budaya maupun wisata sejarah.
 
Kabupaten Sintang berjarak sekitar 395 kilometer di sebelah timur Kota Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Dari Pontianak menuju Sintang, pengunjung dapat naik pesawat, taksi, bus travel, angkutan umum, atau kendaraan pribadi.
 
Bukit Kelam

Bagi pengunjung yang suka berpetualang menghadapi tantangan alam dan merindukan pemandangan alam yang asli maka Bukit Kelam adalah satu pilihan dan cocok dalam memenuhi minat dan daya tarik pengunjung. Pendakian ke puncak bukit dapat ditempuh melalui 2 (dua) cara : menggunakan tangga, melalui tebing batu yang sangat terjal dan menantang, dari puncak bukit dapat terlihat pemandangan alam yang sangat indah dan memukau seperti : hutan tropis dan berbagai tanaman langka, 2 (dua) aliran sungai yang mengapit Kota Sintang. Tata kota Sintang dan persawahan yang ada dibawahnya. Yang kesemuanya merupakan pemandangan alam yang sangat menakjubkan dan panorama alam yang sangat nyaman, dapat dikunjungi melalui transportasi darat dengan jarak dari kota adalah 18 km.

Hutan Wisata Baning

Hutan Wisata Baning adalah salah satu Hutan Tropis yang menjadi menjadi kebanggaan Kabupaten Sintang. Hutan baning ini menjadikan Kabupaten Sintang sebagai salah satu kabupaten yang memiliki hutan tropis di tengah-tengah kota.
 
Hutan Wisata Baning terletak ditengah-tengah kota dengan luas areal 315 ha, kaya dengan aneka ragam flora dan fauna seperti : bunga kantong semar, berbagai jenis anggrek, dan fauna seperti : kelasi dan berbagai jenis burung. Kenyamanan udara segar dibawah rindangnya dedaunan akan dapat diperoleh cukup dengan berjalan kakai dari kota Kabupaten.
 
Sayang sekali, dari 315 hektar luas yang ditetapkan oleh Menteri Kehutanan, kiniterus berkurang dan hanya tinggal sekitar di bawah 200 hektaran, hal ini karena kebakaran (atau pembakaran oleh masayarakat sekitar untuk memeproleh lahan bercocok tanam) yang terjadi setiap musim kemarau.

Taman Nasional Bukit Baka dan Bukit Raya

Taman Nasional Bukit Baka merupakan Kawasan Hutan Tropika Basah pada daerah pegunungan dengan luas kawasan ± 181.090 ha dengan ketinggian 1.617 m dari permukaan laut. Sebagai perwakilan ekosistem hutan hujan tropis, Taman Nasional Bukit Baka mempunyai fungsi ekologis, hydrologis dan sebagai tempat ttinggal yang sangat cocok sebagai sarana penelitian dan wisata alam.

Arung Jeram

Obyek wisata yang cukup menantang lainnya adalah terletak disektor selatan yaitu berupa Jeram Kecil yang bertingkat tingkat yang oleh penduduk setempat dinamakan Riam. Salah satu jalur sungai yang banyak riamnya adalah Sungai Pinoh, gelombang riam dilatar belakang adalah bukit bukit dan tebing tebing yang ditumbuhi pohon pohon yang yang merupakan perpaduan alam yang sangat serasi dan menarik. Wisata ini sangat asyik sebagai pemandian dan olah raga arung jeram dapat dinikmati dengan menggunakan longboat.
 
Selain itu,aliran air Sungai Melawi di bagian hulu (di atas Ambalau) juga memiliki banyak riam yang tidak kalah menantangnya.

Istana Kerajaan Sintang

Istana Kerajaan Sintang dibangun pada Tahun 1839, sampai sekarang bangunan tersebut masih utuh yang terdiri dari 1 buah Bangunan Induk dan 2 buah Paviliun eks Istana tersebut sekarang dikelola oleh Pemerintah Daerah setempat yang dimanfaatkan sebagai Museum Dara Juanti, dan dalam museum ini disimpan berbagai benda peninggalan bersejarah peninggalan kerajaan maupun benda bersejarah lainnya. Obyek wisata ini terletak ditepian sungai Kapuas.

Makam Raja Raja

Makam raja-raja Sintang terdapat di Kelurahan  Kapuas Kanan Hulu dan Kelurahan Kapuas Kiri Hilir. Disini dimakamkan seluruh raja beserta keluarganya seperti : Makam Jubair, Makam Aji Melayu, Makam Pangeran Prabu.

Bukit Matuk

Bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan alam berupa tanaman agro industri yang berskala besar , anda dapat menikmatinya dari atas puncak bukit Matuk Kecamatan Belimbing. Dari Puncak Bukit tersebut akan terlihat celah berdinding batu yang sangat tinggi, dan untuk mencapainya dapat ditempuh dengan menggunakan kenadaraan umum ± 40 km dari Kota Sintang.
 
Sarana Penginapan

Di Ibukota Sintang terdapat beberapa buah penginapan, yang utama yaitu Hotel Sakura di Jl. MT. Haryono, Losmen Yoli di MT. Haryono dan Sesean Hotel yang terletak di Jalan Brigjen Katamso dengan panorama Sungai Kapuas.

Rumah Makan

Sebagai daerah yang perkembangan pembangunnya cukup pesat, walaupun terletak di pedalaman Kalimantan Barat, di kota ini banyak sekali dijumpai rumah makan, baik khas makanan Melayu maupun Padang. Rumah makan padang terutama akan banyak anda jumpai.