Beberapa petani memanfaatkan campuran air seni dengan air sebagai pupuk karena air seni mengandung nutrisi yang bermanfaat seperti nitrogen dan fosfor yang membantu pertumbuhan tanaman. Air seni lebih aman disentuh tangan dari pada tinja. Tetapi, nutrisi yang sama yang menjadikannya pupuk yang baik dapat mencemari sumber air.

Demikian juga, air seni bisa menyebabkan terjadinya blood-fluke, infeksi yang disebabkan sejenis cacing yang masuk melalui kulit dan menyerang sistem peredaran darah. Karena itu, jangan sekali-sekali memasukkan air seni ke sumber-sumber air atau ke tempat orang mandi atau mencuci.

Membuat pupuk air seni sederhana

Simpan air seni di dalam wadah tertutup selama beberapa hari. Ini akan membunuh setiap kuman yang dikandung air seni, dan juga mencegah nutrisi menguap ke udara.

Untuk membuat pupuk, campur air dan air seni dengan perbandingan 3:1. Anda dapat memberi pupuk tanaman dengan pupuk air seni ini sebanyak 3 kali seminggu.

Tanaman yang disiram pupuk air seni bisa tumbuh sebaik tanaman yang diberi pupuk kimia, dan hanya perlu sedikit air. Setiap tanaman berdaun yang bisa dimakan seperti bayam atau sayuran hijau lainnya, akan tumbuh paling baik.

Membuat pupuk air seni fermentasi

Dengan menambahkan kompos pada air seni, dan membiarkan campuran ini membusuk dan berubah asam (berfermentasi), bisa menciptakan tanah subur baru untuk menanam.
1. Kumpulkan air seni dari toilet-toilet kering. Untuk 1 liter air seni, tambahkan 1 sendok makan kompos atau tanah yang subur.
2. Biarkan campuran tersebut selama 4 minggu di wadah terbuka. Baunya akan sangat busuk, jadi tempatkan jauh dari manusia. Air seni tersebut akan berfermentasi dan warnanya menjadi coklat.
3. Isilah wadah besar dengan dedaunan kering, serbuk gergaji, atau materi tumbuhan yang kering. Selubungi wadah tersebut dengan plastik tebal agar air tidak bocor melalui lubang di dasar wadah.
4. Tambahkan air seni yang sudah terfermentasi. Yang paling baik adalah mencampur 7 bagian materi tanaman dengan 1 bagian air seni (sekitar 3 liter air seni untuk setiap 30 cm3 materi tanaman)
5. Tutup dengan lapisan tanah tipis (tidak lebih dari 10 cm). Tanamlah biji atau bibit pohon.
6. Siram setiap 2 hari dengan campuran air seni dan air dengan perbandingan 1:10. (Campuran ini lebih ringan dari pada yang kita sarankan di atas, karena campuran ini digunakan di wadah yang tertutup, bukan di ladang atau kebun yang terbuka). Materi tanaman yang kering akan berubah menjadi tanah yang sangat subur dalam waktu 10 hingga 12 bulan.

Tanah baru yang subur ini bisa digunakan untuk menanam.

loading...