Mengenal 6 Macam Gangguan Kulit Non Kanker

Bintik-bintik atau pertumbuhan kulit yang tidak normal dapat muncul pada permukaan kulit, terutama pada saat usia lanjut, tapi kebanyakan hal ini tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan lebih lanjut. Pertumbuhan kulit yang bukan bersifat kanker antara lain actinic keratosis, cherry angioma, skin tags, age spots, tahi lalat, dan kutil.

1. Actinic keratosis

Actinic keratosis adalah pertumbuhan kulit yang memiliki permukaan kasar dan kulit dapat berwarna merah, atau putih. Actinic keratosis juga sering disebut solar keratosis karena disebabkan oleh paparan yang berlebihan terhadap sinar matahari. Actinic keratosis biasanya berkembang pada orang-orang berkulit putih selama usia pertengahan atau usia tua. Biasanya paling sering muncul di bagian wajah, hidung, telinga, tangan, dan dada sebelah atas.

Dalam beberapa kasus kecil sekitar 5% - 10%, actinic keratosis bisa berkembang menjadi suatu bentuk kanker kulit yang dikenal sebagai squamous cell carcinoma, yang invasif dan berbahaya. Jadi meskipun actinic keratosis ini bukan merupakan kanker kulit, tetapi sebaiknya anda segera mengobatinya. Aktinik keratosis bisa dibuang secara permanen melalui operasi, termasuk perawatan laser.

2. Cherry angioma

Cherry angioma berupa spot pada kulit berwarna merah terang, seperti buah cherry, yang dapat tumbuh membesar, yang terdiri dari kumpulan pembuluh-pembuluh darah yang bertumpuk di dekat permukaan kulit. Cherry angioma dapat berkembang pada setiap bagian tubuh.

Resiko terkena Cherry angioma meningkat pada usia 40 tahun ke atas, namun hal ini tidak akan berubah menjadi kanker. Cherry angioma yang muncul di bagian wajah dapat dengan mudah dihilangkan dengan pemakaian kosmetik, meski tanpa pengobatan pun biasanya hilang dengan sendirinya.

3. Skin Tags

Skin Tags atau acrochordons merupakan satu bentuk kelainan kulit yang umum dijumpai dan pada umumnya tidak berbahaya, tampak seperti kulit yang berkerut, menempel atau melekat pada kulit di bawahnya, berukuran kecil hanya beberapa milimeter sampai yang besar sekitar 5 cm saja dan berwarna sama atau lebih gelap dari kulit sekitarnya. Biasanya paling sering terjadi di bagian leher, dada bagian atas, ketiak, di sekitar mata dan bagian dimana terjadi gesekan-gesekan kulit.

Laki-laki dan perempuan sama-sama rentan terkena skin tag, lebih sering terjadi pada usia pertengahan dan cenderung meningkat sampai usia 60 tahun. Obesitas dan kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko terkena skin tag. Skin tag tidak berbahaya tetapi bisa menyebabkan iritasi jika terus-menerus digosok.

4. Age Spots

Age spots adalah bercak datar berwarna keabu-abuan, kecoklatan atau kehitaman pada kulit, merupakan hasil dari paparan jangka panjang terhadap sinar matahari. Dikenal juga sebagai sun spots, liver spots, lentigos atau lentigines. Bintik ini sangat bervariasi dalam hal ukuran dan biasanya dijumpai pada wajah, lengan, bahu, ataupun lengan yang umumnya terkena pajanan sinar matahari. Biasanya age spots dialami oleh orang dengan usia lebih dari 40 tahun, namun tidak menutup kemungkinan untuk dialami orang yang lebih muda.

Tanda-tanda age spot antara lain berupa:

  • Kerutan yang cukup dalam,
  • Kulit kering dan kasar,
  • Vena berwarna kemerahan di pipi, hidung dan/atau telinga,
  • Kulit tipis dan agak transparan.


Setiap orang beresiko terkena age spot dan sering muncul ketika bertambahnya usia, paling sering terjadi pada orang berkulit putih / cerah dan sering terpapar sinar matahari. Bagian kulit yang paling sering terdapat age spot adalah pada wajah, lengan, tangan, dan bagian atas bahu-yang sering terkena sinar matahari.

Age spots sendiri tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan medis, namun ada kemungkinan bercak hitam tersebut berkembang menjadi melanoma. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila:

  • Berpigmen sangat gelap,
  • Secara cepat meluas,
  • Tidak mempunyai batas dengan kulit normal yang jelas,
  • Mempunyai kombinasi warna yang tidak biasa.


5. Tahi Lalat

Tahi lalat adalah pertumbuhan kulit yang umum yang dapat muncul pada hampir semua bagian tubuh. Tahi lalat pertama kali biasanya muncul sebagai bintik-bintik berwarna cokelat atau hitam yang memperbesar perlahan seiring waktu, menjadi tinggi dan berwarna beda dari kulit sekitarnya. Tahi lalat bisa menjadi daging berwarna pink, cokelat, cokelat, atau hitam kebiruan. Kadang-kadang ditumbuhi oleh rambut. Tahi lalat akan menjadi berwarna lebih gelap jika sering terpapar sinar matahari.

Tahi lalat yang hadir sejak lahir dikenal secara medis sebagai congenital nevi. Tahi lalat yang lebih besar dari rata-rata atau berbentuk tidak beraturan atau yang memiliki warna merata disebut atipikal atau tahi lalat displastik. Tahi lalat jenis ini memiliki kemungkinan berkembang menjadi bentuk kanker kulit. Anda mungkin sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika anda memiliki tahi lalat yang: dapat berubah bentuknya, memiliki batas yang tidak teratur, berwarna tidak rata, atau berukuran sangat besar.

Kebanyakan tahi lalat tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan. Namun beberapa orang membuang tahi lalat karena alasan tidak sedap dipandang. Faktor-faktor resiko seseorang memiliki tahi lalat antara lain faktor keturunan dan paparan sinar matahari.

6. Kutil

Kutil adalah daging tumbuh alias tumor jinak di permukaan kulit, disebabkan oleh infeksi human pappilomavirus (HPV) yang merupakan salah satu virus penyebab kanker serviks (leher rahim). Tapi kutil termasuk kategori non-kanker. Virus ini hanya menyebabkan keratin yaitu protein keras di lapisan epidermis (lapisan atas kulit) yang tumbuh terlalu cepat.

Gangguan kulit kutil berbeda dengan tahi lalat. Jika tahi lalat berwarna gelap dan cukup besar sedangkan kutil seperti warna kulit yang menonjol dan cenderung kecil. Biasanya daerah tangan dan kaki yang paling sering ditemui adanya kutil.

Kutil dapat menular ke orang lain dengan cara antara lain: menggaruk atau menggigit kutil yang ada, mengisap jari, menggigit kuku dapat menyebabkan kutil menyebar pada ujung jari dan sekitar kuku dan saat mencukur wajah atau kaki.

Kutil biasanya tumbuh berkembang, kasar, dan berwarna gelap. Ada beberapa jenis kutil, antara lain:

a. Common warts (verruca vulgaris)
Kutil jenis ini memiliki permukaan yang kasar serta teksturnya berupa benjolan yang menebal dan disebut dengan papula atau plak. Dapat muncul di setiap bagian tubuh, namun lebih sering timbul di buku jari, jari, siku dan lutut. Kebanyakan memiliki bintik-bintik kecil gelap yang berasal dari pembuluh darah beku.

b. Verrucas (plantar warts)
Kutil jenis ini biasanya muncul di telapak kaki, kadang-kadang di tumit dan jari kaki. Jenis ini dapat menyakitkan dan biasanya tumbuh ke dalam kulit karena adanya tekanan dari telapak kaki. Ciri khasnya memiliki titik hitam di tengah dengan daerah putih disekitarnya yang mengeras.

c. Plane warts (verruca plana)
Kutil jenis ini berbentuk bulat, datar, mulus dan umumnya berwarna kekuningan, kecoklatan atau warna kulit. Lebih umum terjadi pada anak-anak dan ditemukan pada tangan, kaki serta wajah.

d. Filiform warts (verruca filiformis)
Kutil jenis ini berbentuk panjang dan biasanya ditemukan pada kelopak mata, leher dan ketiak.

Sebagian besar kutil memang tidak memerlukan perawatan medis, karena kebanyakan kutil bisa hilang dengan sendirinya.

Namun jika kutil tersebut menimbulkan rasa nyeri, mudah berdarah, berubah bentuk, menyebar ke daerah lain atau tumbuh kembali setelah dibuang, maka sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

2012. smallCrab, just another blogs
Download Joomla Templates