Delima atau Punica granatum L. merupakan tanaman famili Punicaceae, diyakini berasal berasal dari Timur Tengah, tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai ketinggian di bawah 1.000 m dpl. Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan. Buahnya buah buni, bentuknya bulat dengan diameter 5--12 cm, warna kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, cokelat kemerahan, atau ungu kehitaman.

Delima tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dikenal sebagai glima di Aceh, dalimo (Batak), dalima (Sunda), dhalima (Madura), jeliman (Sasak), talima (Bima), dila dae lok (Roti), lelo kase, rumau (Timor) da di Maluku dsebut dilimene.

Kulit buah delima mengandung alkaloid pelletierene, granatin, betulic acid, ursolic acid, isoquercitrin, elligatanin, resin, triterpenoid, kalsium oksalat, dan pati. Kulit akar dan kulit kayu mengandung sekitar 20% elligatanin dan 0,5--1% senyawa alkaloid, antara lain alkaloid pelletierine (C8H14N0), pseudopelletierine (C9H15N0), metilpelletierine (C8H14NO.CH3), isopelletierine (C8H15N0), dan metilisopellettierine (C9H1,N0).

Daun tanaman delima mengandung alkaloid, tanin, kalsium oksalat, lemak, sulfur, peroksidase. Jus buah mengandung asam sitrat, asam malat, glukosa, fruktosa, maltosa, vitamin (A, C), mineral (kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, natrium, dan kalium), dan tanin.

Alkaloid pelletierine sangat toksik dan menyebabkan kelumpuhan cacing pita, cacing gelang, dan cacing kremi. Kulit buah dan kulit kayu juga astringen kuat sehingga digunakan untuk pengobatan diare.

Delima telah banyak dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat tradisional antara lain untuk mengobati penyakit cacingan, radang gusi, perdarahan, luka, sariawan, keputihan, batuk, suara serak, tenggorokan kering, dan menurunkan berat badan. Berikut adalah beberapa khasiat buah delima bagi kesehatan seperti dikutip dari kompas.com:

Melindungi Jantung

Salah satu khasiat delima yang paling terkenal adalah melindungi jantung. Sebuah penelitian menunjukkan konsumsi jus delima sekitar 8 ons setiap hari selama 3 bulan akan membentu mengurangi kadar kolesterol jahat, meningkatkan sirkulasi darah ke jantung pada pasien jantung koroner, mengurangi penyempitan arteri yang menyuplai darah ke otak, serta menurunkan tekanan darah.

Menjauhkan Kanker

Delima ternyata juga memiliki kandungan antikanker. Buah berwarna merah dan manis ini diketahui akan membuat sel-sel kanker merusak dirinya atau disebut juga dengan proses apoptosis.

Penelitian di laboratorium menunjukkan jus delima yang tidak diberi pemanis akan memicu apoptosis pada sel kanker payudara, prostat dan kolon dengan cara mengaktifkan gen dan enzim yang mengatur apoptosis.

Khasiat delima tersebut disebabkan karena jus delima memiliki antioksidan tiga kali lebih tinggi dibanding teh hijau atau anggur merah. Seperti diketahui antioksidan akan melawan radikal bebas yang merusak DNA yang bisa memicu terjadinya kanker.

Membantu Mengusir Stres

Untuk Anda yang harus menjalani kesibukan sehari-hari yang begitu padat, buah delima ini juga memiliki khasiat khusus. Menurut studi yang dilakukan oleh Queen Margaret University, Edinburgh, mengonsumsi jus buah delima dapat membantu menyingkirkan stres dan membantu Anda menenangkan diri.

Hal ini terjadi karena delima mengurangi kadar kortisol (hormon stres) secara signifikan di dalam air liur kita, sekaligus mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik, sehingga membuat Anda lebih rileks. Dengan mengonsumsi jus delima sebanyak 500 ml (2,5 gelas) sehari, Anda bisa mengurangi kadar stres ini.

"Dasar penemuan ini adalah adanya pembenaran bagi para pekerja yang sibuk untuk mengonsumsi jus delima untuk membantu melenyapkan stres yang kronis dan menjaga kesehatan," ungkap Dr Emad Al-Dujaili yang memimpin studi ini. Sebanyak 60 relawan yang dilibatkan dalam penelitian ini dilaporkan menjadi lebih antusias dan tidak lagi merasa sedih, setelah mengonsumsi minuman buah ini.

Membantu Perangi Kanker Payudara

Mengkonsumsi buah delima atau meminum jusnya ternyata mampu membantu mencegah dan mengurangi beberapa tipe kanker payudara. Melalui sebuah penelitian, ditemukan bahwa buah delima memiliki kandungan phytochemicals yang disebut  ellagitannin dalam jumlah banyak. Kandungan tersebut mampu mengurangi perkembangan sel kanker payudara yang responsif terhadap estrogen.

“Phytochemicals ini mengurangi produksi estrogen yang mencegah perkembangbiakan sel kanker payudara dan tumor yang merespon estrogen," ujar peneliti Shiuan Chen, PhD, direktur divisi Tumor Cell Biology dan Breast Cancer Research Program at City of Hope in Duarte, California.

Menurut para peneliti ini, ellagitannin dalam buah delima bekerja dengan menghambat aromatase, enzim kunci yang digunakan tubuh untuk memproduksi estrogen, dan memiliki peran kunci pada perkembangan kanker payudara.

Buah delima mulai dilirik oleh para peneliti dan kalangan akademisi atas kandungan antioksidannya yang tinggi. Bahkan dipercaya juga bisa membantu mencegah penyakit jantung atas kandungannya tersebut. Namun, ini masih penelitian awal mengenai efek aromatase dan pertumbuhan kanker payudara tersebut.

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar bisa menentukan bahwa mengkonsumsi produk-produk yang dihasilkan oleh buah delima bisa memberikan efek membahagiakan yang sama pada manusia sebagaimana hasil pada penelitian.

"Penelitian lebih lanjut mengenai komponen individual dan kombinasi dari zat kimiawi masih dibutuhkan untuk mengerti risiko potensial dari menggunakan jus delima atau zat lain sebagai pencegahan atas kanker," ujar Powel Brown, MD, PhD, kepala peneliti departemen pencegahan kanker di University of Texas M.D. Anderson Cancer Center. Namun, tak ada salahnya untuk mulai mengkonsumsi buah delima untuk membantu mencegah kemungkinan terkena kanker payudara atau kanker lainnya. Lagipula kandungan antioksidannya pun bisa membantu merawat kesehatan, kan?

Cegah Kanker Prostat

Buah delima atau pomegranate kini mulai banyak dijual dan dikemas dalam botol sebagai minuman. Selain kaya vitamin C, buah yang satu ini juga memiliki kemampuan melawan sel-sel kanker prostat yang menyerang lelaki.

Jus buah delima telah dibuktikan oleh ilmuwan dari University of California untuk meningkatkan kesehatan para penderita kanker prostat dan obat alami untuk mencegah kanker prostat.

Manuela martins dan koleganya menyebutkan bahwa jus buah delima menyebabkan sel-sel prostat testosteron bermetastasis. Ketika sel delima disuntikkan, terjadi peningkatan adhesi (tarik-menarik antarsel) sel-sel kanker.

Itu tandanya sel tersebut lebih sedikit memisahkan diri dan membuat mereka cenderung kurang menyebar dan melakukan migrasi sel di dalam tubuh.

Selain itu, jus delima juga menghambat terbentuknya tumor baru karena menghambat fungsi protein sel. Dengan demikian, jus ini memiliki potensi mencegah metastasis sel kanker prostat ke tulang.

Menurut para peneliti, ada empat bahan aktif dalam jus delima yang memiliki molekul guna memerangi sel kanker diantaranya phenylpropanoids, asam hydrobenzoic, flavon dan asam lemak terkonjugasi.

"Karena gen dan protein yang terlibat dalam gerakan sel kanker prostat pada dasarnya sama dengan mereka yang terlibat dalam pergerakan jenis lain sel-sel kanker, komponen dapat dimodifikasi sehingga memiliki dampak yang lebih luas dalam pengobatan kanker," harap martin.

Memang sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit kanker prostat. Biasanya, para penderita hanya dirawat dengan pembedahan atau radiasi testosteron.

Delima Untuk Kesehatan Gigi

Buah yang satu ini di Indonesia banyak ditanam sebagai tanaman hias di halaman rumah. Di China dijadikan buah wajib untuk menyambut Imlek, karena bijinya yang banyak dianggap sebagai simbol rezeki berlimpah. Buahnya mengandung banyak zat yang baik untuk kesehatan.

Saat dibuat berkumur sebelum diminum, jus delima membantu membersihkan mulut dan gigi, mencegah infeksi sehingga menghilangkan bau mulut tidak sedap. Manfaat lain, kandungan zat taninnya membius cacing dalam usus, sehingga dapat dikeluarkan melalui buang air besar. Cara ini banyak dilakukan penduduk Mesir dan Vietnam.

loading...