Yodium memainkan peran penting dalam memberikan kontribusi bagi kesehatan fungsi tubuh, sekitar 31% populasi dunia diduga mengalami resiko defisiensi mineral ini.

Sebagian alasan mengapa kekurangan yodium merupakan masalah di negara maju maupun negara-negara berkembang adalah kenyataan bahwa konsentrasi tertinggi yodium dalam rantai makanan berbasis kelautan. Kandungan yodium pada makanan berbasis tanah seperti daging, buah dan sayuran, sangat tergantung pada kadar yodium yang dikandung oleh tanah.

Kandungan yodium yang terdapat pada tanah sangat rentan terhadap pencucian oleh air hujan dan selanjutnya akan mengalir ke lautan. Proses ini mengakibatkan tingkat yodium yang lebih rendah pada tanah dan tingkat yodium lebih tinggi di lautan. Rumput laut dekat terumbu karang memiliki kemampuan mengikat konsentrasi yodium dan karenanya ikan karang yang memakan rumput laut ini juga kaya akan yodium.

Yodium yang ditemukan dalam makanan dan suplemen banyak di dalam bentuk iodida organik dan mudah diserap di lambung dan usus kecil. Makanan tertentu dapat memblokir fungsi yodium ketika diserap dalam tubuh. Goitrogens adalah salah satu komponen makanan tersebut dan dapat memblokir sintesis hormon tiroid dengan cara menghalangi pengikatan yodium.

Makanan yang mengandung goitrogens antara lain termasuk singkong, kedelai, kubis, brokoli, dan kembang kol. Makanan seperti ubi jalar dan jagung mengandung cyanoglucosides, yang dapat memblokir penyerapan yodium ke tiroid. Semua makanan tadi adalah makanan sehat dan tidak seharusnya dihindari dari menu makan anda, kecuali pada orang dengan gangguan tiroid dikenal seperti hipotiroidisme.

Sebagai sebuah komponen dari hormon tiroid, yodium berperan dalam pertumbuhan normal dan perkembangan sistem saraf pusat, produksi energi dan tingkat metabolisme. Hormon tiroid yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Singkatnya, kekurangan yodium dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Berikut adalah beberapa kemungkinan efek yang dapat terjadi jika kekurangan asupan yodium:

Janin:

  • Keguguran
  • Kelahiran mati
  • Kelainan kongenital
  • Mental defisiensi
  • Psikomotor cacat
  • Kretinisme


Bayi:

  • Neonatal gondok
  • Hipotiroidisme neonatal


Anak remaja:

  • Gondok
  • Juvenile hipotiroidisme
  • Gangguan fungsi mentalnya
  • Retarded perkembangan fisik


Dewasa:

  • Gondok
  • Hypothyroidism
  • Kelelahan, depresi, berat badan, intoleransi dingin, rambut kasar kering, kulit kering, sembelit, otot kram, konsentrasi menurun, peningkatan kolesterol, dll.
  • Gangguan fungsi mental


Kehamilan

Mempertahankan tingkat yodium yang optimal selama kehamilan sangat penting untuk perkembangan janin yang sehat. Kekurangan yodium dapat mempengaruhi perkembangan otak janin dan kemungkinan menyebabkan cacat lahir permanen, kesulitan belajar, gangguan kemampuan motorik dan kurangnya pendengaran.

Wanita hamil dan menyusui tidak mungkin mendapatkan asupan yodium harian yang direkomendasikan hanya bersumber dari makanan saja, sehingga sangat penting bagi mereka untuk mengkonsumsi suplemen selama periode ini. Sebuah studi yang dilakukan di Roma menunjukkan bahwa meski telah diterapkannya program garam beryodium, ternyata penelitian menemukan 92% wanita hamil masih mengalami kekurangan yodium.

Namun penelitian lain menemukan bahwa program garam beryodium dapat memperbaiki kadar yodium rendah pada wanita non-hamil tapi tidak pada wanita hamil karena tuntutan yang lebih tinggi akan yodium selama kehamilan.

Jika kekurangan yodium terjadi pada minggu 15 kehamilan hingga usia tiga tahun, dapat menyebabkan gangguan dalam perkembangan otak dan sistem saraf pusat. Gangguan ini, jika terjadi,  sifatnya dalah permanen, bentuk yang paling serius adalah kretinisme.

Asupan yodium

Ada beberapa cara untuk menilai status yodium anda, yang paling umum yaitu melalui tes urin. Tes ini dapat memberikan gambaran tentang tingkat yodium dan tingkat hormon tiroid.

Asupan yodium harian yang direkomendasikan tergantung pada usia dan tahap kehidupan. Asupan harian ini mungkin tidak memadai jika anda diketahui mengalami defisiensi yodium. Konsultasikanlah dengan dokter sebelum anda memutuskan untuk mengambil suplemen yodium.

Berikut adalah rekomendasi asupan harian yodium:

  • Anak usia 1 - 8 tahun : 90 mcg/day
  • Anak usia 9-13 tahun : 120 mcg/day
  • Usia 14 tahun dan lebih : 180 mcg/day
  • Wanita hamil : 220 mcg/day
  • Ibu menyusui : 270 mcg/day

 

loading...