Teh hijau menjadi sangat populer setelah banyak penelitian yang membuktikan manfaat sehat teh hijau. Banyak penelitian menunjukkan kejadian kanker, penyakit jantung, dan aneka penyakit akibat gaya hidup modern dapat diatasi oleh teh hijau.

Tidak seperti kebanyakan produk teh lainnya, teh hijau tidak melalui proses fermentasi. Daun teh dikukus sebelum dikeringkan. Pengukusan ini akan menonaktifkan enzym (polyphenol oksidase dan peroxidase) serta memeliharanya.

Ada tiga komponen penting polyphenol dari kelompok catechin dalam teh hijau yang berperan sebagai antioksidan kuat, yaitu: epigallocatechin-3 gallat (EGCG), epigallocatechin (EGC), dan epicatechin-3 gallat (ECG).

Salah satu antioksidan utama, yaitu Epigallocatechin gallate (EGCG), memiliki kemampuan 100 kali lebih efektif dibanding Vitamin C dan 25 kali dibanding Vitamin E. EGCG ini tergolong dalam kelompok antioksidan yang secara alamiah juga ada di dalam buah-buahan, sayuran, kopi, coklat dan anggur.

EGCG sangat ampuh sebagai resveratrol, yaitu senyawa polyphenol yang mampu membatasi efek negatif dari rokok dan lemak makanan.

Teh hijau sebagai antioksidan

Sifat antioksidan teh hijau mampu melindungi DNA sel-sel dari kerusakan serangan oksidasi radikal bebas sehingga dengan demikian pertumbuhan sel-sel liar atau tumor jinak dapat dicegah.

Teh hijau dan jantung

Teh hijau berperan penting dalam mengurangi efek negatif dari kolesterol jahat. Teh hijau dapat menurunkan kadar triglycerida dan meningkatkan produksi kolesterol baik, meningkatkan rasio kolesterol LDL - HDL.

Teh hijau dan obesitas

Teh hijau dapat membantu menurunkan berat badan dengan menaikkan tingkat metabolisme. Hal ini akan mempercepat proses oksidasi lemak dan memperlambat proses pencernaan karbohidrat.

Teh hijau dan lemak

Studi terakhir yang dimuat dalam The Journal of Nutrition, menemukan bahwa mengonsumsi minuman mengandung teh hijau bisa mempercepat hilangnya lemak berlebih di daerah perut. Tentu saja, hal ini harus dibarengi dengan program olahraga yang teratur.

Teh hijau dan diabetes

Kandungan EGCG dalam teh hijau dapat meningkatkan toleransi glukosa dan sensitivitas insulin. Senyawa polyphenol dalam teh hijau berfungsi memelihara enzim amylase dan sukrase (enzim yang berperan dalam mengkatalasisi sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa). Hal ini dapat memperlambat proses penguraian zat tepung sehingga membuat turunnya kadar glukosa dan memperluas area serap glukosa dalam perut. Hal ini akan meningkatkan aktifitas insulin.

Teh hijau dan kanker

Kandungan polyphenol dalam teh hijau merupakan zat yang sangat ampuh dalam menghambat pembentukan sel tumor dan menghambat terjadinya radikal peroksida. Di samping dapat menghambat tumbuhnya sel kanker, senyawa ini juga dapat membunuh sel kanker tanpa mengganggu jaringan sel lainnya.

Teh hijau dan arthritis

Teh hijau dapat melindungi tulang dari kerusakan tulang rawan dan mengurangi peradangan. Hal tersebut juga berarti mencegah arthritis.

Teh hijau dan penuaan

Teh hijau dapat memperlambat penuaan dengan mencegah terakumulasinya radikal bebas, sehingga kerusakan yang dihasilkannyapun dapat diminimalisir. Teh hijau juga dapat memperbaiki daya tahan tubuh.

Teh hijau dan gigi

Teh hijau dengan kandungan fluoridanya dapat membantu mencegah kerusakan gigi dan mencegah gigi berlubang dengan cara menghambat tumbuhnya bakteri dalam mulut.

Teh hijau menurunkan secara jelas jumlah bakteri merugikan, termasuk streptococci dalam mulut dan mencegah terjadinya plak (karang) gigi.

Teh hijau dan kecantikan

Teh hijau dapat melindungi kulit melawan kerusakan yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet. Teh hijau juga dapat berperan sebagai skin rejuvenant.

Teh hijau dan mata

Teh hijau dapat melindungi mata dari penyakit glaukoma dan gangguan mata lainnya. Berdasarkan analisis yang dibuat para peneliti diketahui, catechins, antioksidan utama dalam teh hijau, efektif menjaga kesehatan mata. Catechins mengandung vitamin C, E, lutein, dan zeaxanthin. Uji coba pada tikus di laboratorium menunjukkan antioksidan ini dapat diserap oleh lensa, retina, dan jaringan lain pada mata.

Teh hijau dan kanker paru

Menurut para ilmuwan Taiwan, meminum segelas teh hijau atau lebih dalam sehari bisa melawan efek buruk rokok yang bisa menyebabkan kanker paru, terutama pada perokok yang tak memiliki gen bawaan kanker. Cara terbaik agar tidak terkena sel kanker adalah stop merokok, sedangkan teh hijau hanya mengurangi risiko tersebut.

Teh hijau dan sedih & depresi

Penelitian menunjukkan, orang lanjut usia yang sering mengonsumsi teh hijau lebih jarang mengalami perasaan sedih dan kesepian. Kandungan teh hijau, yakni asam amino thenine, dipercaya memiliki efek menenangkan di otak. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa para lansia yang rutin minum teh hijau empat cangkir atau lebih setiap harinya lebih jarang mengalami depresi.

Teh hijau dan tumor jinak di uterus

Riset yang dilakukan Dong Zhang dan timnya dari Meharry Medical College di Nashville, Amerika Serikat, menemukan ekstrak teh hijau bisa membunuh sel-sel fibroid. Hasil penelitian awal ini dilakukan pada tikus percobaan.

Fibroid disebut juga sebagai leiomioma, mioma atau fibrimioma. Kondisi ini dapat menyebabkan haid dengan perdarahan banyak sehingga menimbulkan anemia akibat kekurangan zat besi. Selain itu juga menyulitkan pembuahan dan dapat menyebabkan keguguran atau hambatan ketika melahirkan.