Lemak dapat meningkatkan rasa dan tekstur dari makanan, hal ini menjelaskan mengapa makanan yang mengandung lemak tinggi  biasanya memiliki rasa yang enak. Lemak memiliki fungsi penting dalam tubuh, termasuk membantu membuat hormon testosteron pada laki-laki.

Banyak orang saat ini mengkonsumsi terlalu banyak lemak, hal ini dapat mengarah pada timbulnya penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan penyakit kronis lainnya. Kurangi asupan lemak menjadi maksimum 30% dari total kalori dan batasi lemak yang berasal dari hewan.

Ada tiga jenis utama lemak dalam makanan yang anda makan: lemak jenuh (saturated), lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated), dan lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated).

Kolesterol juga merupakan jenis lemak yang ditemukan dalam makanan yang berasal dari hewan. Jangan bingung dengan perbedaan antara kolesterol yang ditemukan dalam makanan dan kolesterol yang beredar dalam darah anda. Hati memproduksi sebagian besar kolesterol dalam darah anda dari lemak jenuh yang anda konsumsi, dan sebagian kecil lagi berasal dari kolesterol dalam makanan yang anda makan.

Kadar kolesterol darah pada sebagian pria sangat mudah naik turun dipengaruhi oleh asupan makanannya. Semakin banyak konsumsi makanan berlemak maka akan semakin besar peluangnya untuk menaikkan kadar kolesterol. Contoh makanan tersebut seperti gorengan, minyak kelapa atau kelapa sawit, durian, daging berlemak, jeroan, kacang tanah, dan sejenisnya. Memiliki tingkat kolesterol tinggi akan meningkatkan resiko penyakit jantung.

Berikut adalah 5 jenis lemak, sumbernya dan efeknya bagi tubuh:

1. Saturated Fat atau Lemak Jenuh

Lemak jenuh terdapat dalam daging merah, keju, mentega, minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Konsumsi lemak jenis ini akan meningkatkan total kolesterol dalam darah dan terutama meningkatkan LDL.

Mentega mengandung lemak jenuh yang tinggi, sedangkan margarin cenderung memiliki lebih banyak lemak tak jenuh. Sebagian besar lemak jenuh cenderung padat pada suhu kamar, kecuali beberapa jenis minyak tropis.

2. Polyunsaturated Fat

Lemak jenis ini terdapat dalam minyak nabati, ikan, dan seafood. Konsumsi lemak jenis ini akan menurunkan total kolesterol dalam darah terutama LDL. Minyak safflower (Carthamus tinctorius) dan sun flower banyak mengandung lemak jenis polyunsaturated.

3. Monounsaturated Fat

Lemak jenis ini terdapat pada minyak zaitun, minyak canola peanut oil, daging, ikan, unggas dan alpukat. Dalam tubuh lemak jenis ini akan menurunkan total kolesterol dalam darah terutama LDL dan meningkatkan HDL. Canola oil, olive oil dan avocado oil banyak mengandung lemak jenis monounsaturated.

4. Cholesterol

Kolesterol merupakan sejenis lemak yang ditemukan dalam makanan yang berasal dari sumber hewani. Sumber makanan yang banyak mengandung lemak jenis ini terutama lobster, udang, dan hati, serta bahan makanan lainnya termasuk telur, daging, dan produk susu, (termasuk susu, keju, dan es krim). sementara itu sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian tidak mengandung kolesterol. Di dalam tubuh lemak jenis ini dapat meningkatkan kadar kolesterol.

5. Trans fatty acids (Asam lemak trans)

Kategori lain lemak, dikenal sebagai asam lemak trans atau trans fatty acids, juga terdapat dalam makanan terutama makanan yang diawetkan. Asam lemak trans adalah lemak sintetis yang dibuat selama pengolahan makanan dan merupakan substansi lemak yang tidak sehat. Trans fatty acids merupakan jenis lemak tak jenuh (dapat berupa monounsaturated atau polyunsaturated).

Jenis lemak ini biasanya ditambahkan ke dalam bahan makanan untuk meningkatkan daya simpan bahan. Contoh bahan makanan yang mengandung trans fat adalah snack, gorengan, margarine, dan minyak-minyak sayur tertentu. Di dalam tubuh lemak jenis ini akan meningkatkan kadar kolesterol.

loading...