Di dalam tubuh, vitamin D dapat membentuk struktur tulang dan gigi yang kuat. Selain itu, vitamin D juga dapat memperkuat sistem kekebalan dan mencegah berbagai jenis kanker. Apabila terjadi defisiensi vitamin D, tubuh akan mengalami berbagai gangguan penyakit, antara lain osteoporosis, osteopenia, diabetes, hipertensi, dan berbagai penyakit jantung, kanker payudara, dan kanker.

Kekurangan vitamin D merupakan faktor risiko yang dikenal untuk penyakit rickets, sejenis penyakit yang biasa terjadi pada bayi dan anak-anak dan menyebabkan metabolisme tulang terganggu, sehingga pertumbuhan tulang tidak normal. Penyakit ini biasanya ditandai oleh bengkoknya tulang kaki sehingga berbentuk seperti huruf O.

Vitamin D merupakan satu-satunya jenis vitamin yang diproduksi tubuh. Saat terpapar cahaya matahari, senyawa prekursor 7-dehidrokolesterol akan diubah menjadi senyawa kolekalsiferol. Induksi ini terutama disebabkan oleh sinar ultraviolet B (UVB). Pada tahap selanjutnya, senyawa kolekalsiferol ini akan diubah menjadi senyawa kalsitrol yang merupakan bentuk aktif dari vitamin D di dalam tubuh. Kalsitrol sendiri diproduksi di ginjal yang kemudian akan diedarkan ke bagian-bagian tubuh yang membutuhkan, terutama di organ tulang dan gigi.

Sebagian besar vitamin D dibuat oleh tubuh sebagai produk sisa alami dari kulit yang terpapar sinar matahari. Anda memerlukan sinar matahari sedikitnya selama 10 menit dalam sehari jika pada musim panas dan cuaca benar-benar cerah, jika pada musim hujan anda perlu sekitar 2 jam dalam seharinya untuk mencukupi kebutuhan akan Vitamin D.

Vitamin D juga dapat ditemukan pada minyak hati ikan, telur dan ikan berlemak seperti salmon, ikan haring dan mackerel, atau diperoleh sebagai suplemen.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi alasan anda untuk meningkatkan asupan Vitamin D:

1. Anda Memasuki Masa Lansia

Pada saat usia memasuki masa lansia, kemampuan tubuh untuk memproduksi Vitamin D hanya setengah dari kemampuannya pada saat usia muda. Untuk mencukupi kebutuhan Vitamin D anda perlu asupan lebih banyak.

Penyerapan sinar matahari yang penting untuk produksi Vitamin D, berkurang seiring dengan proses degenerasi kulit pada lansia. Penurunan ini bisa sampai 75% dibanding pada masa usia muda, terlebih jika anda tinggal di tempat yang sedikit mendapat sinar matahari atau anda menggunakan pakaian yang sangat tertutup.

2. Anda Sedikit Terpapar Sinar Matahari

Orang yang banyak beraktivitas di dalam rumah atau orang yang sakit dengan kesulitan bergerak atau orang tua yang tinggal di rumah jompo mungkin sangat jarang atau bahkan tidak pernah terkena sinar matahari.

Wanita dengan warna kulit lebih gelap, yang menutupi tubuhnya dengan pakaian atas dasar alasan agama atau budaya, serta mereka yang tinggal di kawasan utara selama musim dingin, tercatat memiliki risiko lebih tinggi kekurangan vitamin D.

3. Anda Memiliki Penyakit Hati Kolestasis

Penyakit hati kolestasis adalah berkurangnya atau terhentinya aliran empedu. Gangguan aliran empedu bisa terjadi di sepanjang jalur antara sel-sel hati dan usus dua belas jari.

Berkurangnya empedu dalam usus, juga menyebabkan berkurangnya penyerapan kalsium dan vitamin D. Jika kolestasis menetap, kekurangan kalsium dan vitamin D akan menyebabkan pengeroposan tulang, yang menyebabkan rasa nyeri di tulang dan patah tulang.

4. Anda Memiliki Penyakit Ginjal

Ginjal adalah bagian penting untuk membantu tubuh menggunakan vitamin D. Vitamin D berasal dari dua sumber pada manusia. Ini bisa berupa radiasi ultraviolet B matahari atau diserap dari makanan.

Ginjal memiliki peran penting dalam membuat vitamin D berguna untuk tubuh. Ginjal mengkonversi vitamin D dari makanan atau sinar matahari ke bentuk aktif vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh. Dengan penyakit ginjal kronis, rendahnya kadar vitamin D dapat ditemukan, bahkan sangat rendah. Hal ini mungkin terjadi karena cedera ginjal sehingga kurang mampu mengkonversi vitamin D menjadi bentuk aktif.

5. Anda Seorang Vegetarian

Makanan yang mengandung banyak vitamin D yang baik antara lain susu, minyak ikan, telur, dan keju. Jika anda sama sekali tidak mengkonsumsi makanan asal hewan ini, maka sangat sedikit sekali asupan vitamin D anda dapatkan dari makanan nabati sehari-harinya. Jika anda tidak mengkonsumsi suplemen untuk menambah asupan Vitamin D,  maka anda mungkin akan mengalami defisiensi vitamin D.

6. Ibu Hamil dan Menyusui

Ibu hamil dan menyusui membagi makanan dengan bayi yang dikandungnya, jika si ibu tidak menambah menu makanan sehari-hari dari menu sebelum masa kehamilannya, kemungkinan bisa timbul defisiensi unsur-unsur nutrisi pentingnya. Hal ini dapat membahayakan si ibu dan bayinya.

Ibu yang memberikan ASI eksklusif pada anaknya perlu sekali menambah asupan Vitamin D, baik melalui sumber makanan seperti susu, minyak ikan, telur, dan keju. Vitamin D adalah salah satu nutrisi penting, khususnya selama hamil dan bagi kesehatan bayi secara umum. Defisiensi vitamin D pada masa bayi berkaitan dengan meningkatnya infeksi pernapasan.

7. Kegemukan

Penelitian menyimpulkan bahwa memiliki berat badan lebih tinggi dari normal, lemak tubuh dan BMI yang tinggi dikaitkan dengan penyerapan vitamin D yang lebih sedikit. 'Vitamin sinar matahari' yang awalnya diserap harus diubah menjadi bentuk yang mudah digunakan, yang disebut 1,25-dihydroxyvitamin D. Tapi lemak yang banyak menumpuk di tubuh dapat mengganggu proses tersebut.

8. Minuman Beralkohol

Penelitian jangka panjang menunjukkan orang yang hobi menenggak alkohol, terutama sejak usia remaja beresiko tinggi terkena pengeroposan tulang di usia tua.

Ketika Anda mengonsumsi alkohol berlebihan, sekitar 2-3 ons alkohol setiap hari, akibatnya lambung tidak mampu menyerap kalsium secara optimal. Alkohol mengganggu kerja pankreas dan penyerapan kalsium serta vitamin D. Alkohol juga berpengaruh pada liver yang sangat penting untuk mengaktivasi vitamin D.

Jika anda mulai berhenti menenggak alkohol, proses perbaikan tulang bisa berjalan dengan cepat lagi. Penelitian menunjukkan tulang rapuh bisa diperbaiki begitu kecanduan alkoholnya disembuhkan.

loading...