Penyakit dengan nama seram ini dikenal juga dengan nama demam keong atau schistosomiasis atau juga bilharzia. Infeksi ini disebabkan oleh sejenis cacing yang masuk ke dalam darah melalui kulit setelah orang mandi, berendam, atau berenang di air yang sudah terkontaminasi. Penyakitnya dapat sangat mengganggu fungsi hati dan ginjal dan dapat terancam kematian setelah beberapa bulan atau beberapa tahun. Para wanita beresiko lebih besar terkena infeksi ini karena mereka menghabiskan waktu lebih banyak di dalam dan sekitar air, seperti: mencari air, mencuci pakaian, dan memandikan anak-anak.

Terdapat tiga spesies cacing yang sering menginfeksi manusia, yaitu:

  • Schistosoma haematobium: yang dapat menyebabkan darah dalam air seni dan disebarkan melalui urin terinfeksi.
  • Schistosoma japonicum: Ada kejadian di Sulawesi Tengah. Ditemukan kelainan dan gejala gatal-gatal (uritikaria), gejala intoksikasi disertai demam hepatomegali dan eosinofilia¬† tinggi, sindrom disentri, sirosis hati daa splenomegali; biasanya penderita menjadi lemah (emasiasi). Mungkin terdapat gejala saraf, gejala paru dan lain-lain.
  • Schistosoma mansoni: yang menyebabkan diare berdarah dan menyebar melalui tinja. Kelainan dan gejala yang ditimbulkannya kira-kira sama seperti pada S. japonicum, akan tetapi lebih ringan.

Selain spesies yang ditemukan pada manusia, masih banyak spesies yang hidup pada binatang dan kadang-kadang dapat menghinggapi manusia.

Cacing dalam darah menyebar dengan cara seperti ini:

  • Orang yang terinfeksi buang air kecil atau buang air besar di air,
  • Air kencing atau kotoran mengandung telur cacing,
  • Telur cacing menetas dan cacing pindah ke keong,
  • Cacing muda pindah dari keong ke manusia,
  • Dengan demikian, orang yang mencuci atau berenang di air di mana orang yang terinfeksi pernah buang air kecil atau buang air besar, maka ia akan terinfeksi.


Cacing atau serkaria (bentuk infektif dari cacing Schistosoma) menginfeksi dengan cara menembus kulit pada waktu manusia masuk ke dalam air yang mengandung serkaria. Waktu yang diperlukan untuk infeksi adalah 5-10 menit. Setelah serkaria menembus kulit, larva ini kemudian masuk ke dalam kapiler darah, mengalir dengan aliran darah masuk ke jantung kanan, lalu paru dan kembali ke jantung kiri; kemudian masuk ke sistem peredaran darah besar, ke cabang-cabang vena portae dan menjadi dewasa di hati.

Setelah dewasa cacing ini kembali ke vena portae dan vena usus atau vena kandung kemih dan kemudian betina bertelur setelah berkopulasi. Cacing betina meletakkan telur di pembuluh darah. Telur dapat menembus keluar dari pembuluh darah, bermigrasi di jaringan dan akhirnya masuk ke lumen usus atau kandung kemih untuk kemudian ditemukan di dalam tinja atau urin. Telur menetas di dalam air; dan larva yang keluar disebut mirasidium. Mirasidium ini kemudian masuk ke tubuh keong air dan berkembang menjadi serkaria.

Gejala dan tanda awal

Penyakit ini seringkali tidak memperlihatkan tanda-tanda awal. Di beberapa tempat tanda-tanda umum yang sering terlihat adalah adanya darah di dalam air kencing atau kotoran. Pada wanita tanda ini bisa juga disebabkan oleh adanya luka pada alat kelaminnya. Di daerah di mana penyakit ini banyak terjadi, orang yang memperlihatkan sekedar gejala-gejala yang tidak parah atau hanya sekedar sakit perut saja, patut diperiksa.

Pengobatan

Pengobatan terbaik penyakit ini adalah dengan obat-obatan. Temui seorang petugas kesehatan untuk mengetahui obat apa yang harus digunakan, atau baca buku kesehatan umum. Luka pada alat kelamin dan adanya darah di dalam air kencing juga merupakan tanda penyakit infeksi kelamin menular (STI = Sexually Transmitted Infections). Banyak wanita tidak mau berobat karena takut mereka akan dituduh mengidap penyakit STI. Jika tidak diobati akan memicu penyakit infeksi parah lainnya dan dapat membuat wanita jadi tidak subur (tidak dapat hamil).

Pencegahan
Penyakit cacing dalam darah tidak ditularkan secara langsung dari satu ke orang lain. Sebagian hidup cacing harus dihabiskan dengan hidup di dalam keong air jenis tertentu. Program masyarakat dapat diadakan untuk membasmi keong-keong ini agar mencegah penularan penyakit cacing dalam darah. Program-program ini hanya berjalan baik jika orang mentaati langkah pencegahan yang paling mendasar yakni: jangan buang air kecil atau buang air besar di dalam atau di dekat sumber air.

Cara menghindari penyebab penyakit ini antara lain:

  • Menghindari kencing atau buang air besar di dalam air atau dekat sumber air.
  • Hindari berenang di dalam air kotor.
  • Gunakan perlindungan sepatu jika masuk ke air, misalnya memakai sepatu boot.