Ramuan herbal yang diolah secara tradisional, apalagi yang diproduksi perorangan atau rumah tangga, dapat saja berkualitas buruk dan tidak higienis jika tidak diolah secara hati-hati. Berbagai bahan yang mungkin berbahaya dapat terkandung dalam ramuan herbal tersebut.

Kandungan yang tidak diinginkan ini bisa saja memang merupakan bahan alami yang terkandung dalam komponen herbal tadi, atau akibat ketidaktahuan peramu akan kandungan masing-masing komponen herbal atau juga akibat proses pengolahan yang tidak hati-hati.

Beberapa zat berbahaya yang mungkin terikutkan dalam ramuan herbal antara lain logam berat, jamur beracun, dan pestisida.

Logam berat

Kontaminasi logam berat dapat terjadi dalam pengobatan herbal, misalnya berupa arsenik, merkuri dan tembaga. Keracunan akut dari kontaminasi ini dapat berakibat kegagalan fatal pada organ-organ tubuh. Misalnya masalah pada hati dan pembuluh darah yang merupakan dampak dari penggunaan garam arsenik dalam pengobatan psoriasis. Di beberapa negara, arsenik juga umum digunakan dalam pengobatan gigi.

Logam berat bisa masuk ke dalam produk herbal antara lain karena tempat tumbuh herba yang tercemar oleh logam berat tadi, sehingga logam berat menumpuk sedikit demi sedikit dalam tanaman itu, baik lewat akar, kulit maupun daun. Tanaman herba yang tumbuh di dekat pabrik-pabrik atau tempat-tempat yang menggunakan bahan kimia sangat mungkin tercemar oleh logam berat.

Racun

Produk herba dapat tercemar oleh jamur yang bersifat racun atau mikotoksin. Saat ini telah dikenal 300 jenis mikotoksin, salah satu jenis di antaranya sangat berpotensi menyebabkan penyakit baik pada manusia maupun hewan, yaitu aflatoksin. Racun ini bersifat karsinogenik, hepatatoksik, mutagenik, tremogenik dan sitotoksik. Selain itu, aflatoksin juga bersifat immunosuppresif yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Kadar aflatoksin tidak akan hilang atau berkurang dengan pemasakan atau pemanasan. Selain itu, aflatoksin juga tidak terurai pada suhu didih air, seperti pada saat penyiapan minuman obat.

Umumnya mikotoksin bersifat kumulatif, sehingga efeknya tidak dapat dirasakan dalam waktu cepat dan sulit dibuktikan secara etiologi.

Jamur penyebab racun ini bisa tumbuh dan berkembang antara lain akibat bahan baku herbal yang disimpan terlalu lama atau tempat penyimpanan yang lembab, atau dapat juga karena proses penyiapan bahan baku herbal yang tidak bersih.

Beberapa tumbuhan obat khususnya bagian daun, diketahui mengandung beberapa jenis cendawan patogen yang berpotensi menghasilkan mikotoksin. Selain itu spesies cendawan juga ditemukan pada rimpang jahe dan kunyit.

Pestisida

Ramuan herbal dapat juga tercemar oleh pestisida. Hal ini bisa terjadi antara lain akibat pestisida yang masuk ke dalam tanaman dan terus menumpuk sampai tanaman itu dipanen, baik lewat akar, kulit batang maupun daun tanaman herba. Tanaman herbal yang pada waktu dibudidayakan dan dirawatnya memakai pestisida secara intensif, mungkin saja produk herbalnya tercemar oleh residu pestisida.

Tips menggunakan produk herbal:

  • Konsultasikan dengan dokter atau praktisi kesehatan sebelum menggunakan pengobatan herbal,
  • Gunakan produk yang berasal dari produsen yang anda percayai atau reputasinya kredibel,
  • Jangan gunakan produk yang belum anda kenal atau harganya yang sangat miring,
  • Periksa kode produksi, tanggal kedaluarsa atau perijinan dari instansi berwenang,
  • Pastikan produk herbal yang anda gunakan terlihat bersih dan kemasannya tidak rusak,
  • Produk terlihat segar, tidak berjamur, tidak berubah warna dan baunya atau tidak ada tanda-tanda kerusakan lainnya,
  • Jangan percaya begitu saja testimonial produk, carilah informasi dari pengalaman orang-orang lain di media massa, forum internet dan lain-lain,

 

loading...