Healthy Articles

Makanan Pereda Mual Saat Hamil Muda

Mengalami mual dan muntah bagi wanita yang sedang hamil muda adalah hal wajar dan normal. Biasanya, gejala yang disebut dengan morning sickness ini akan dialami wanita hamil selama trimester pertama.

Namun, meski dinilai wajar dan normal, morning sickness bisa menghambat aktivitas wanita yang mengalaminya. Agar bisa tetap aktif meski sedang hamil muda, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan gejala mual dan muntah, seperti dikutip dari vivanews.com berikut ini:

Jahe

Bumbu dapur ini adalah obat alami yang umum digunakan untuk mengatasi perut mual. Anda bisa mengonsumsi air rebusan jahe, mengunyah jahe yang telah direndam air panas, atau pil jahe. Namun ada baiknya, Anda meracik sendiri minuman hangat yang diramu dari jahe segar. Hal ini penting, untuk mencegah efek samping yang bisa membahayakan tubuh dan janin.

Vitamin B6

Jika Anda mengalami morning sickness parah, dokter mungkin meresepkan vitamin B6. Tapi, sebenarnya Anda bisa mengatasi keluhan ini dengan makanan yang ada di rumah. Buncis, sereal dan kalkun adalah makanan yang memiliki kandungan vitamin B6. Atau, konsumsi suplemen vitamin B6 yang diramu dalam bentuk permen yang dirancang untuk mengatasi rasa mual di pagi hari.

Sering makan

Pada beberapa wanita, rasa mual bisa semakin menjadi-jadi saat perut dalam keadaan kosong. Jika mengonsumsi makan besar tiga kali sehari sulit Anda lakukan, mungkin akan lebih baik jika Anda mengonsumsi makanan kecil lebih sering. Sediakan selalu sekotak biskuit asin atau manis di manapun Anda berada. Camilan ini bisa membantu meredakan mual.

Makanan pilihan

Makanan tertentu cenderung memperburuk morning sickness. KOndisi ini bisa dipicu dari makanan berlemak atau berminyak. Makanan tinggi karbohidrat tanpa lemak tinggi lebih mudah dicerna, dan tidak akan tinggal di perut Anda selama berjam-jam. Untuk itu, sebaiknya menghindari makanan berlemak dan berminyak selama hamil.

Konsumsi air putih

Tetap terhidrasi sangat penting untuk semua orang, tetapi sangat penting bagi wanita hamil pada khususnya. Ini penting sebagai pengganti cairan tubuh saat Anda sering muntah. Jika tak suka mengonsumsi banyak air putih, jus buah segar bisa menjadi pengganti cairan tubuh Anda dan mampu meredakan rasa mual.

Menghindari pemicu

Setiap wanita memiliki hal-hal tertentu yang dapat memicu morning sickness. Mungkin parfum, memasak ayam atau rasa makanan tertentu. Jangan membiarkan diri Anda menderita karena hal ini. Usahakan menghindari hal-hal yang bisa mendatangkan mual.

Makanan Sehat Agar Langsing Usai Melahirkan

Setelah melahirkan, Anda pasti ingin mengembalikan bentuk tubuh seperti dulu. Tetapi tentunya Anda tidak mungkin diet ketat, karena harus menyusui si kecil.

Ada tiga makanan sehat yang bisa Anda jadikan menu wajib setelah melahirkan. Bukan hanya menyehatkan tetapi juga bisa membuat lemak perut menyusut. Berikut tiga makanan sehat untuk menyusutkan perut setelah melahirkan, seperti dikutip dari Eating Well

1. Biji-bijian

Makanan yang terbuat dari biji-bijian sehat seperti bubur gandum utuh, roti gandum atau beras merah bisa Anda jadikan sumber karbohidrat. Mengonsumsi biji-bijian sehat, menurut penelitian yang dipublikasi dalam Journal of Nutrition,dapat membantu mengurangi lemak tubuh dan lemak perut. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan sekitar 3 porsi biji-bijian sehat dalam sehari total lemak tubuhnya berkurang 2,4 persen dan lemak di bagian perutnya berkurang 3,6 persen.

Serat dalam gandum utuh dapat membantu Anda merasa kenyang dengan kalori yang lebih sedikit. Sebagai menu Anda bisa mengombinasikannya, saat pagi konsumsilah roti gandum, makan siang dengan beras merah dan makan malam dengan bubur gandum.

2. Cuka Apel

Penelitian di Jepang menunjukkan ketika orang yang mengalami obesitas menambahkan empat sendok cuka apel pada minumannya selama 12 minggu, lemak perutnya berkurang 5 persen dan lemak tubuhnya berkurang 3,5 persen. Hal ini dibandingkan dengan penderita obesitas yang sama sekali tidak mengonsumsi cuka apel. Para peneliti memperkirakan bahwa asam asetat untuk bereaksi dengan enzim mengoksidasi lemak, sehingga hanya sedikit lemak yang berakumulasi.

3. Kacang

Tim peneliti dari Universitas Harvard, AS, mengamati kebiasaan makan lebih dari 50.000 wanita selama delapan tahun. Tim menemukan bahwa wanita yang makan kacang dua kali seminggu, berat badannya bertambah kurang dari yang tidak makan kacang sama sekali.

Meskipun kacang-kacangan tinggi kalori dan lemak, peneliti berpikir bahwa kombinasi protein, serat dan lemak sehat (mono dan polyunsaturated) membantu membuat Anda merasa kenyang. Untuk itu, konsumsilah kacang yang diolah dengan sehat seperti direbus beberapa kali dalam seminggu.

#Vivanews

2012. smallCrab, just another blogs
Download Joomla Templates