Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau. Kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri patogen, dan bahan kimia berbahaya. Kita perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar sehat, tidak bau, tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain.

Tingkat kebersihan berbeda-beda menurut tempat dan kegiatan yang dilakukan manusia. Kebersihan di rumah berbeda dengan kebersihan kamar bedah di rumah sakit, kebersihan di pabrik makanan berbeda dengan kebersihan di pabrik semikonduktor yang bebas debu.

Ada beberapa lingkup kebersihan yang harus kita perhatikan untuk menjaga kesehatan kita, antara lain kebersihan pribadi, kebersihan makanan - minuman serta kebersihan lingkungan sekitar kita.

Kebersihan Pribadi

  1. Selalu cuci tangan dengan sabun ketika Anda bangun di pagi hari, setelah buang air besar, dan sebelum makan.

  2. Mandi setiap hari, terlebih pada saat cuaca panas. Mandi setelah bekerja keras atau berkeringat. Mandi sering membantu mencegah infeksi kulit, ketombe, jerawat, gatal, dan ruam. Orang sakit, termasuk bayi, harus mandi setiap hari.

  3. Di daerah di mana cacing tambang umum dijumpai, jangan biarkan anak-anak bermain dengan bertelanjang kaki. Infeksi cacing tambang dapat menyebabkan anemia berat. Cacing ini memasuki tubuh melalui telapak kaki.

  4. Sikat gigi setiap hari dan setelah anda makan permen. Jika Anda tidak memiliki sikat gigi dan pasta gigi, menggosok gigi dengan garam dan baking soda.


Kebersihan Dalam Rumah

  1. Jangan biarkan hewan peliharaan masuk ke dalam rumah atau berkeliaran di tempat di mana anak-anak biasa bermain.

  2. Jangan biarkan anjing menjilati anak-anak atau naik ke tempat tidur. Anjing dan hewan peliharaan lain bisa menyebarkan penyakit.

  3. Jika anak-anak atau hewan peliharaan membuang air besar di dekat rumah anda, segera buang dan bersihkan. Ajari anak menggunakan jamban atau setidaknya untuk pergi jauh dari rumah ketika buang air besar.

  4. Biasakan menjemur seprai dan selimut di bawah sinar matahari setelah dipakai. Jika anda merasa ada kutu busuk, segera cucilah tempat tidur anda dengan air panas, begitu juga seprai dan selimutnya sekalian.

  5. Basmilah kutu-kutu (kutu busuk, tumbila, dll) yang mungkin berada di rumah anda sesering mungkin. Kutu-kutu ini dapat membawa banyak penyakit. Cegahlah agar anjing dan hewan lainnya yang biasa membawa kutu tidak masuk ke dalam rumah anda.

  6. Jangan dibiasakan meludah di lantai, ludah dapat menyebarkan penyakit. Bila Anda batuk atau bersin, tutup mulut Anda dengan tangan anda, kain atau saputangan.

  7. Bersihkan rumah sesering mungkin. Menyapu dan mengepel lantai, dinding, termasuk mencuci perabotan rumah. Menutup celah dan lubang di lantai atau dinding di mana kecoa, kutu busuk, kalajengking dan binatang lainnya dapat bersembunyi.


Kebersihan Makanan Dan Minuman

  1. Pada dasarnya semua air yang tidak berasal dari sumber air murni harus direbus, disaring, atau dimurnikan sebelum diminum. Hal ini sangat penting untuk anak-anak kecil, penderita HIV/Aids, dan di saat terjadi wabah diare atau tifus, hepatitis, atau kolera. Untuk keperluan pencegahan penyakit, mempunyai air dalam jumlah yang cukup lebih penting daripada memiliki air yang murni.

  2. Jangan biarkan lalat dan serangga lain menyentuh atau berkeliaran dekat dengan makanan. Serangga dapat membawa kuman dan penyakit menular. Jangan biarkan sisa makanan atau piring kotor tergeletak begitu saja, karena hal ini akan menarik lalat dan kuman untuk datang dan berkembang biak. Lindungi makanan dengan menyimpannya pada wadah tertutup atau dalam kotak atau lemari.

  3. Sebelum memakan buah-buahan (apalagi buah yang jatuh ke tanah), cuci yang bersih. Jangan biarkan anak-anak mengambil dan makan makanan yang telah terjatuh, cucilah terlebih dulu. Cucilah sayuran apabila akan dimakan mentah, sayuran mentah dapat membawa kotoran, kuman dan partikel berbahaya dari tanah.

  4. Selalu makan daging dan ikan yang telah dimasak dengan baik. Berhati-hatilah dengan daging panggang, pastikan daging panggang itu tidak memiliki bagian yang masih mentah di dalamnya. Daging mentah dapat membawa penyakit berbahaya.

  5. Ayam membawa kuman yang dapat menyebabkan diare. Cucilah tangan anda setelah menyentuh daging ayam sebelum menyentuh makanan lainnya. Daging ayam mentah dapat mengandung bakteri Salmonella.

  6. Jangan makan makanan yang sudah lama / basi, sudah berubah rasanya atau sudah berbau busuk. Makanan ini mungkin beracun. Jangan makan makanan kalengan jika kalengnya sudah bengkak atau mengeluarkan gas pada saat dibuka. Hal ini terutama hati-hati dengan ikan kaleng. Juga hati-hati dengan daging ayam yang telah dimasak beberapa jam. Jika mungkin, berikan hanya makanan yang baru dimasak / disiapkan saja, terutama untuk anak-anak, orang tua, dan orang sakit.

  7. Orang dengan TBC, flu, pilek, atau penyakit menular lainnya harus makan secara terpisah dari orang lain. Piring dan peralatan makan yang digunakan oleh orang-orang sakit tersebut harus dibersihkan dengan baik sebelum digunakan oleh orang lain.


Kebersihan Lingkungan Umum / Sanitasi

  1. Jagalah agar sumur dan sumber air lainnya selalu dalam keadaan bersih. Jangan biarkan hewan ternak atau hewan lainnya mendekati sumber-sumber air bersih, jika perlu, buatlah pagar di sekelilingnya. Jangan buang air besar (kotoran) atau membuang sampah di dekat sumber air. Pelihara dan jagalah kebersihan sungai dan hulu sungai yang biasa dijadikan sebagai sumber air.

  2. Kosongkan tempat sampah sesering mungkin, petugas kebersihan biasanya secara rutin membuang sampah anda setiap harinya. Jika tidak ada layanan kebersihan, bakarlah semua sampah yang dapat dibakar. Sampah yang tidak dapat dibakar harus dikubur dalam lubang khusus atau tempat yang jauh dari rumah dan sumber-sumber air minum.

  3. Selalu gunakan kakus (toilet) untuk buang air. Buatlah kakus jauh dari sumber air.


#dari berbagai sumber

loading...