Nama botani: Leucaena leucocephala, Lmk. de wit
Sinonim: Leucaena glauca, Benth.
Famili: Mimesaceae
Nama daerah: Petai cina (Indonesia), Kemlandingan, Lamtoro (Jawa); Palanding, Peuteuy selong (Sunda), Kalandingan (Madura);
Nama asing: guage (Mexico); wild tamarind (Corozal, Belize); lead tree (Florida); ipil ipil (Philippines); jumby bean (Bahamas); false koa, koa haole (Hawaii); tangantangan, tangan tangan, talantayan (Guam, Marshall Islands); talntangan, ganitnityuwan tangantan (Yap); tuhngantuhngan, rohbohtin (Kosrae); telentund (Palau); lopa samoa (American Samoa); fua pepe (American Samoa and Samoa); lusina (Samoa); pepe (Niue and Samoa); nito (Cook Islands); siale mohemohe (Tonga); subabul (India); vaivai (Fiji); cassis (Vanuatu); te kaitetua (Kiribati); kay keo dâu (Vietnam).

Uraian:

Petai cina (Leucaena leucocephala) adalah tumbuhan yang memiliki batang pohon keras dan berukuran tidak besar. Daunnya majemuk terurai dalam tangkai berbilah ganda. Bunganya yang berjambul warna putih sering disebut cengkaruk. Buahnya mirip dengan buah petai (Parkia speciosa) tetapi ukurannya jauh lebih kecil dan berpenampang lebih tipis. Buah petai cina termasuk buah polong, berisi biji-bibji kecil yang jumlahnya cukup banyak.

Petai cina oleh para petani di pedesaan sering ditanam sebagai tanaman pagar, pupuk hijau dan segalanya. Petai cina cocok hidup di dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Petai cina di Indonesia hampir musnah setelah terserang hama wereng. Pengembangbiakannya selain dengan penyebaran biji yang sudah tua juga dapat dilakukan dengan cara stek batang.

Kandungan Kimia:

Biji dari buah polong petai cina (Leucaena leucocephala) yang sudah tua setiap 100 gram mempunyai nilai kandungan kimia berupa :

  • Kalori 148 kalori,
  • Protein 10,6 gram,
  • Lemak 0,5 gram,
  • Hidrat arang 26,2 gram,
  • Kalsium 155 miligram,
  • Fosfor 59 gram,
  • Zat besi 2,2 gram,
  • Vitamin A 416 SI,
  • Vitamin B1 0,23 miligram
  • Vitamin C 20 miligram.


Penyakit Yang Dapat Diobati:
Diabetes melitus, cacingan, gairah seks, luka baru dan bengkak; tluseben (kasura);

Contoh Pemakaian:

1. Diabetes Melitus

  • Bahan:  Biji petai cina yang sudah tua dan kering;
  • Cara membuat:  digoreng tanpa minyak dan ditumbuk halus (dibuat bubuk). Kemudian ambil 1 sendok dan diseduh dengan air panas (seperti membuat kopi).
  • Cara Menggunakan:  diminum 1 kali  sehari 1 gelas dan dilakukan secara teratur.


2. Cacingan

  • Bahan: Biji petai cina yang sudah tua dan kering;
  • Cara membuat: digoreng tanpa minyak dan ditumbuk halus (dibuat bubuk). Kemudian ambil 1 sendok dan diseduh dengan ½ - 1 gelas air panas (seperti membuat kopi).
  • Cara Menggunakan:  diminum menjelang tidur malam.


3. Meningkatkan gairah seks

  • Bahan:  1 sendok petai cina, 1 sendok bubuk merica hitam, 2 butir kuning telur ayam kampung mentah dan 1 sendok madu;
  • Cara membuat:  semua Materials tersebut dioplos sampai merata.
  • Cara Menggunakan:  diminum sekaligus.


4. Luka baru dan bengkak

  • Bahan:  daun petai cina secukupnya.
  • Cara membuat:  ditumbuk halus atau dikunyah.
  • Cara Menggunakan:  ditempelkan pada bagian yang luka / bengkak.


5. Kasura / Tlusuben (benda-benda yang masuk ke dalam daging: kayu, bambu)

  • Bahan: daun petai cina yang masih muda dan terasi dapur;
  • Cara membuat: daun petai cina ditumbuk halus dan ditambah terasi dapur secukupnya, diaduk sampai merata;
  • Cara Menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit, kemudian dibalut dengan kain pembalut.


ipteknet

loading...