Pancaran sinar pemindai tubuh (scanner) di bandara udara berisiko tinggi menyebabkan kanker. Studi terbaru mengungkap, perangkat sinar-X tersebut mengeluarkan sinar radiasi 20 kali lebih kuat daripada dugaan selama ini.

Kepala Pusat Penelitian Radiologi Universitas Columbia di New York, Dr David Brenner, mengatakan, konsentrasi radiasi pada kulit bisa menimbulkan risiko kanker lebih besar daripada yang diduga selama ini.

Risiko muncul akibat ketidakmampuan tubuh memperbaiki kerusakan yang dipicu paparan sinar X. "Jika semua pengguna bandara yang mencapai sekitar 800 juta melewati sinar-X maka risiko individu menyiratkan potensi risiko sosial," kata Brenner seperti dikutip dari Telegraph.

"Risiko penduduk memiliki potensi mengidap kanker menjadi signifikan," Brenner menambahkan.

Namun, juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Inggris bersikeras bahwa semua perangkat aman dan telah mempertimbangkan kesehatan. "Berdasarkan regulasi, skrining terhadap 5.000 per orang per tahun dapat dilakukan dengan aman."

Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Body Scanner ini juga tidak aman bagi orang-orang tertentu, terutama anak-anak dan perempuan pada tahap awal-awal kehamilan, menurut Dr Sarah Burnett, yang bekerja sebagai ahli radiologi independen di London.

"Ini adalah illegal untuk mempapar orang dengan radiasi tanpa alasan medis," kata Dr Burnett, yang menyuarakan keprihatinan setelah diminta untuk menjalani scan tubuh-penuh di Luton Airport.

Body scanner akan berdampak pada trimester pertama kehamilan. Resiko perkembangan kelainan genetik pada bayi akan meningkat karena paparan radiasi body scanner ini dapat merusak DNA reproduksi tubuh.

Serikat Pekerja Transportasi dan Umum di Inggris yang diteliti mengklaim bahwa lima penjaga keamanan perempuan mengalami keguguran akibat kontak yang terlalu lama dengan radiasi karena menggunakan mesin-mesin body scanner di bandara.

"Meski mesin-mesin body scanner ini disebut 'dosis rendah', tetapi seperti diketahui bahwa tidak ada 'dosis aman' dalam radiasi," kata Dr Burnett, yang telah memiliki pengalaman 15 tahun bekerja di NHS.

Meskipun begitu, menurut Rapiscan Systems, perusahaan berbasis di California yang membuat mesin-mesin itu, masing-masing scan hanya menghasilkan tiga microrems radiasi - dibandingkan dengan 10.000 di dada X-Ray. Perusahaan juga mengklaim radiasi body scanner hal ini memberikan radiasi tidak lebih tinggi dari jumlah radiasi yang biasa diterima tubuh setiap lima menit dari "radiasi alam" di atmosfer.

Perusahaan juga mengatakan bahwa diperlukan setidaknya 5.000 kali scan bagi setiap orang sebelum ada ancaman kesehatan.

Dr Gill Markham dari Royal College of radiologists mengatakan bahwa penumpang tidak perlu khawatir, karena dosis yang sangat rendah tidak mungkin dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Tetapi para ibu hamil tahap awal kehamilan harus tetap hati-hati dan memberitahu petugas bandara jika diminta untuk melakukan body scan tersebut.

# vivanews, thisislondon.co.uk,

loading...