Pemilik satwa peliharaan kini harus lebih berhati-hati. Menurut berbagai penelitian kemungkinan pemelihara satwa terkena zoonosis sangat tinggi terutama pemelihara burung, kucing dan anjing. Pada beberapa kasus, zoonosis bahkan dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.
Zoonosis adalah jenis penyakit yang penularannya terjadi antara manusia dan hewan. Ini dapat berarti ditularkan dari manusia kepada hewan atau sebaliknya, dari hewan ke manusia. Semua hewan dapat menularkan penyakitnya pada manusia seperti halnya manusia dapat menularkan penyakit-penyakitnya pada hewan.
Yang harus menjadi catatan penting, hewan kesayangan Anda ternyata menjanjikan resiko terbesar bagi pemiliknya tertular oleh penyakit zoonosis. Salah satunya adalah burung kesayangan macam perkutut, merpati, parkit, kakaktua dan alin-lain.
Ada banyak jenis penyakit zoonosis. Bermacam-macam jenis zoonosis yang dapat menulari manusia. misalnya Kampilobakteriosis, Ensefalitis, Toksoplasmosis, Clamidiosis, Rubela, Cytomegalo virus, dan Herpes simplex, Flu burung bahkan Ebola. Dari jenis-jenis tersebut ada yang hanya mengakibatkan gangguan ringan, namun tak sedikit yang berakibat fatal. Seperti diketahui, ebola yang ditularkan oleh primata di Afrika adalah penyakit yang mematikan. Yang dapat membunuh penderitanya dalam hitungan jam.
Contoh lain adalah toksoplasmosis. Penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii ini dapat menyebabkan janin mengalami keguguran. Selain itu, dari berbagai penelitian terkait toksoplasma juga dapat menyebabkan pembesaran kepala (hidrochepalus), gangguan pendengaran dan penglihatan (pada beberapa kasus bahkan bayi dapat mengalami tuli dan kebutaan) serta lemah mental yang muncul setelah tahun-tahun awal pada bayi yang lahir sehat.
Memelihara Kucing Bisa Bikin Mandul
Bagi orang dewasa jangan senang dahulu. Karena Toxoplasma gondii juga akan menyerang dan merusak sel berinti dalam tubuh manusia. Ini berarti juga akan merusak sel telur yang dikeluarkan oleh indung telur. Kecuali sel darah merah, sel dalam tubuh manusia umumnya berinti. Berarti, sel telur yang seharusnya dibuahi oleh sperma pun, akan dirusak.
Itu sebabnya, bila wanita yang berada dalam usia reproduksi terinfeksi parasit ini, umumnya mereka akan mengalami kesulitan untuk hamil. Sebab, sebelum sempat dibuahi oleh sperma, parasit sudah merusak sel telur yang dikeluarkan oleh indung telur. Akibatnya sudah jelas, proses pembuahan menjadi gagal dan kehamilan tidak bisa terjadi. Parasit ini terutama bersarang pada kotoran kucing, namun burung-burung peliharaan juga didapati menjadi inang perantara parasit ini.
Kasus-kasus zoonosis tidak menunjukkan gejala yang berarti. Mengapa? Kebanyakan hanya akan muncul gejalanya ketika sistem imunitas tubuh menurun, dan gejalanya seringkali mirip dengan influensa biasa. (Itulah mengapa penderita imunosupresi semacam AIDS akan sangat rentan dengan jenis penyakit ini). Ini yang berbahaya. Gejala yang tidak spesifik akan menyulitkan diagnosa sehingga diagnosis akan sulit dilakukan sementara bibit penyakit terus berkembang.
Biarkan Satwa di Habitatnya
Karena itu, biarkanlah burung dan satwa lain hidup di habitatnya karena itulah tempat terbaik bagi mereka. Selain kita tidak tertular oleh penyakit yang mereka bawa, resiko penularan penyakit manusia terhadap satwa juga dapat diminimalisasi. Lebih baik kita menjaga agar habitat mereka tidak rusak, kalau seandainya kita ingin 'menikmati' mereka. Itu pasti lebih aman, dan tentunya jauh lebih mudah serta murah.
loading...