| Pegagan, Tumbuhan Anti Cellulite |
|
Dia merupakan tumbuhan terna atau herba tahunan tanpa batang, tetapi dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang melata, panjang 10 cm sampai 80 cm. Daun tunggal, tersusun dalam roset yang terdiri dari 2 sampai 10 daun, kadang-kadang agak berambut. Perbungaan berupa payung tunggal atau 3 sampai 5 bersama-sama keluar dari ketiak daun kelopak. Buah pipih, lebar lebih kurang 7 mm dan tinggi lebih kurang 3 mm, berlekuk 2 berwarna kuning kecoklatan dan berdinding agak tebal.
Dengan karakternya yang dingin, tumbuhan ini juga digunakan sebagai anti-infeksi, anti-toksik, antipiretik, dan diuretik. Dalam sistem pengobatan ayurvedic di India, ini dibuat dalam bentuk sirup tanpa alkohol untuk pengobatan epilepsi. Selain itu, di Thailand, juga digunakan sebagai tonikum dan obat diare. Di Sri Lanka, tumbuhan ini banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan pengeluaran air susu, sedangkan di Vietnam digunakan untuk mengatasi lemah badan karena usia lanjut (senility). Di Indonesia sendiri, tumbuhan ini, menurut Rumphius, digunakan untuk menyembuhkan luka, sakit perut, obat cacing, dan kencing batu. Menurut Kloppenburg, tumbuhan ini juga digunakan sebagai obat demam, pembersih darah, hemoroid, batuk kering, dan penyakit anak- anak hidung berdarah. Ridley juga menyatakan tumbuhan ini digunakan untuk obat kusta dan sipilis.
Pegagan merupakan salah satu tumbuhan yang efektif digunakan untuk mengatasi cellulite. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa 80 persen wanita yang diobati dengan pegagan memberikan hasil yang memuaskan dalam pengobatan cellulite. Hal ini sangat berhubungan dengan kemampuan pegagan dalam memperkuat struktur jaringan penghubung dan mengurangi pengerasannya dengan bekerja secara langsung pada fibroblast. Untuk hasil yang lebih memuaskan, disarankan untuk mengonsumsi pegagan selama 3 bulan karena untuk pengobatan cellulite memang memerlukan sedikit waktu. Selain itu, sejalan dengan mekanisme kerja pegagan pada tubuh, tumbuhan ini juga terbukti secara klinik mampu mengobati luka bakar, sirosis hati, keloid, scleroderma, dan gangguan pembuluh vena. Hal yang menarik sekali adalah pegagan ini dapat juga digunakan sebagai pengganti Ginkgo Biloba terutama untuk mengatasi kepikunan dini atau meningkatkan kecerdasan. |
Random Artikel
- Kesehatan dan Konsumsi Garam
- Cokelat Atasi Stres dan Berbagai Penyakit Lainnya
- Mengenal Penyakit Aspergillosis
- Fakta dan Mitos Seputar Suplemen
- The Curse of Tutankhamun
- Faktor Resiko Hipertensi yang Dapat Dikontrol
- Ikan vs Kanker Prostat
- Manfaat dan Efek Samping Daun Katuk
- Kebiasaan Mengompol pada Anak dan Lansia
- Cara Mengurangi Bau Jengkol
- Manfaat Air Untuk Penyembuhan
- Prospek Bisnis Tanaman Obat di Indonesia
- Defisiensi dan Tingkat Kecukupan Kalsium
- Jangan Takut Makan Kacang Mete
- Fungsi dan Gangguan pada Rambut
- Mengenal Pencucian Uang
- Waspadai Tahi Lalat Sebagai Tanda Awal Kanker Kulit
- Khasiat Jeruk Nipis
- Pilihlah Lalapan Aman dan Menyehatkan
- Sumber bakteri di rumah anda
