Healthy Articles

Pelancar ASI Tidak Hanya Katuk


Bukan hal aneh jika daun katuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Begitu juga dengan Maudy Koesnaedi (32 tahun), artis dan presenter yang 3 bulan lalu melahirkan putra pertamanya, Eddy Maliq Meijer. "Sudah tiga bulan ini saya akrab dengan daun katuk. Sebelum mengandung Eddy saya Sudah banyak mendengar bahwa daun katuk sangat baik untuk melancarkan ASI. Ketika saya coba, ternyata khasiatnya cukup terasa. Sekarang daun katuk menjadi menu rutin yang harus ada dalam makanan sehari-hari", tutur Maudy.

Daun katuk yang juga dikenal dengan nama katu, simani, karekur, atau cekop manis sudah populer sebagai pelancar ASI sejak zaman nenek moyang. Akibatnya, daun yang banyak dijual sebagai sayuran di pasar sampai supermarket ini sering diborong ibu-ibu yang baru melahirkan.

Sebetulnya, bukan hanya daun katuk yang berkhasiat sebagai pelancar ASI. Menurut Endah Lasmadiwati, herbalis, pada prinsipnya semua sayuran yang berwarna hijau tua bisa melancarkan ASI, misalnya daun pepaya, daun singkong, daun kacang panjang (lembayung), dan bayam.

Menurut Sisilia Indradjaja, B.Med, MHM, dokter ahli herba, sebenarnya tidak makan daun katuk juga tidak apa-apa. Fungsi daun katuk bisa digantikan oleh sayuran atau herba yang lain. Di Eropa, ibu-ibu yang baru melahirkan biasanya banyak mengonsumsi alfalfa dan fenugreek. Namun semua herba termasuk katuk dan dua herba itu hanya bersifat merangsang produksi ASI. "Yang paling menentukan proses menyusui adalah sucking reflect atau reflek menghisap pada bayi. Semakin sering dihisap, produksi ASI akan semakin banyak karena hormon oksitosin dan prolaktin yang ada ikut terpacu untuk terus memproduksi ASI," tutur dokter Sisilia.

Kalaupun dikonsumsi, herba pelancar ASI justru efektif jika dikonsumsi pada awal masa menyusui. "Selanjutnya, kelancarannya tetap bergantung pada hisapan bayi, kondisi psikologis ibu dan nutrisi yang cukup," tambahnya lagi.

Dimana Kehebatan Katuk

Jadi, apakah selama ini khasiat daun katuk hanya efek plasebo saja? Tidak juga. Penelitian yang menyatakan bahwa katuk efektif meningkatkan ASI pernah dimuat dalam jurnal Media Litbang Kesehatan volume XIV No. 3 tahun 2004. Disebutkan, ibu menyusui yang sejak hari kedua setelah melahirkan diberi ekstrak daun katuk sebanyak 3 x 300 mg setiap hari selama 15 hari berturut-turut, produksi ASI meningkat sebanyak 50,7%.

Selain itu daun katuk mengandung protein, lemak, kalium, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C yang lengkap. Kandungan nutrisi inilah yang membuat daun katuk melancarkan ASI dengan berperan mencukupi asupan nutrisi. Tanaman yang daunnya bersifat dingin dan manis ini juga mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Kandungan tersebut menyebabkan daun katuk juga berperan sebagai antidemam, melancarkan air seni (diuretic), dan membersihkan darah, sehingga baik untuk ibu yang baru melahirkan.

Sebaiknya, konsumsi daun katuk yang telah dimasak. Perebusan daun katuk dapat menghilangkan sifat racun (anti protozoa) yang terkandung di dalamnya.

Alfalfa, Gudangnya Nutrisi

Seperti daun katuk, kecambah yang aslinya bernama Medicago saliva ini juga dikenal sebagai gudang nutrisi. Alfalfa berasal dari Asia Barat dan bagian timur kawasan Mediterania.

Perannya sebagai pelancar ASI tidak lepas dari kandungan gizinya yang sangat lengkap seperti kalsium, potasium, zat besi, seng, vitamin A, B, B6, C, E, dan K. Kandungan saponinnya menjaga sel darah merah ibu yang baru melahirkan sehingga terhindar dari anemia. Sedangkan fitoestrogen yang terkandung di dalamnya berfungsi menyeimbangkan hormon estrogen, oksitosin, dan prolaktin selama masa menyusui.

Alfalfa dapat dikonsumsi mentah sebagai salad atau ditumis sebagai teman makan nasi. Jika ingin praktis, Anda bisa memilih alfalfa yang telah dikemas dalam bentuk tablet atau kapsul yang terstandarisasi atau berbentuk cairan klorofil. Alfalfa bisa Anda dapatkan di supermarket atau toko sayuran impor.

Biji Fenugreek Menyeimbangkan Hormon

Herba yang sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur ini aslinya dari tenggara Eropa dan Asia barat. Kini fenugreek (Trigonella foenum-graecum) tumbuh di beberapa belahan dunia, seperti India, Afrika Barat, Argentina, Perancis dan Amerika. Di Indonesia, biji fenugreek sering disebut kelabat, kelabet atau klabet dan antara lain digunakan sebagai bumbu gulai.

Fenugreek sangat kaya fitoestrogen. Inilah yang menyebabkannya populer sebagai pelancar ASI di Eropa. Kandungan serat dan saponinnya yang tinggi juga dapat mengatasi sembelit yang sering dialami oleh ibu-ibu pasca melahirkan.

Untuk mengonsumsinya, European Society Comission of Publication (ESCOP), lembaga riset dan publikasi di Eropa menyarankan penggunaan biji fenugreek maksimal 6 gram per hari. Kandungan seratnya yang tinggi bisa menimbulkan diare, namun dapat diatasi dengan mengurangi dosisnya. Secara umum biji fenugreek aman untuk dikonsumsi.

Kelabet bisa diperoleh dengan mudah pada penjual bumbu di pasar maupun di supermarket, juga di toko obat TCM (Traditional Chinese Medicine) dalam bentuk ekstrak kering atau apotek terkemuka dalam bentuk suplemen.

Ibu Menyusui Harus Ekstra Hati-Hati

Segala sesuatu yang dikonsumsi ibu menyusui bisa mempengaruhi bayinya. Hal ini mengharuskan Anda untuk ekstra waspada saat akan mengkonsumsi herba.

Menurut dokter Sisilia, sebaiknya hindari herba yang dapat mengurangi produksi ASI seperti saga (Salvia officinalis) dan peterseli (Pertoselinum crispum); herba yang sifat kerjanya mempengaruhi hormon seperti adas (Foeniculum vulgare); bersifat pencahar seperti lidah buaya (Aloe vera); dan yang dapat terakumulasi di ginjal seperti comfrey (Symphytum officinale).

Jika mengkonsumsi herba dalam bentuk ekstrak atau kemasan, Anda harus memperhatikan kandungan bahan, tanggal kadaluarsa, aturan pakai, dan identitas produsennya.

Jangan lupa, teguhkan niat sebelum mengkonsumsinya. Ketulusan dan niat yang kuat untuk menyusui akan mempengaruhi pikiran Anda agar lancar memproduksi ASI. Mengutip ucapan Maudy, "Menyusui adalah memberikan salah satu yang terbaik pada anak. Untuk itu, kita harus mengusahakannya sekuat tenaga".

#sumber: majalah nirmala
2012. smallCrab, just another blogs
Download Joomla Templates