Oleh : dr. Bambang Suyono Sp.OG
RS. Telogorejo Semarang

Proses Kehamilan
Kehamilan adalah proses alamiah atau terjadi apabila sperma (sel mani) bertemu dengan sel telur. Pertemuan terjadi didalam saluran telur dan pada saat itu mulai terjadi pertumbuhan bakal janin (mudiqah). Kemudian pada usia kira – kira 1 minggu mudiqah sampai didalam rongga rahim, menempel pada lapisan mukosa rohim dan tumbuh sampai kehamilan cukup bulan dan siap untuk dilahirkan.

Kebutuhan gizi selama kehamilan Kehamilan dibagi tiga tahap yang disebut trimester.

Trimester pertama

  • 1 – 3 bulan kehamilan.
  • Tubuh sedang mengalami penyesuaian penurunan selera makan, mual.
  • Perlu penyimpanan zat gizi sebanyak - banyaknya untuk cadangan.


Beberapa tip diet :

  • Hindari makanan dengan aroma tajam seperti durian, nangka, pete.
  • Makan dulu porsi kecil setiap 2/3 jam supaya lambung tidak kosong.
  • Minum secukupnya.
  • Konsumsi karbohidrat juga mudah dicerna, krockers, kentang, nasi, buah – buah, protein rendah lemak.
  • Sebelum tidur dapat mengkonsumsi makanan ringan, susu, sari jeruk, minuman jahe.


Penyakit pada trimester I juga mungkin terjadi :

  • Muntah – muntah lebih dari 10 x sehari, tidak bisa makan / minum sehingga mengalami dehidrasi.
  • Kurang darah (Hb rendah).
  • Pendarahan (keguguran).
  • Adanya penyakit lain DM, jantung, ginjal, hati, paru dll.


Trimester Kedua

  • 4 – 6 bulan kehamilan.
  • Terjadi pertumbuhan janin dengan pesat.
  • Tubuh memerlukan kalori tambahan. Wanita tidak hamil perlu 1900 kal, sudah hamil 2000 – 3000 kal.
  • Selain itu mulai menyimpan lemak dan zat gizi lain untuk persiapan produksi ASI.
  • Perlu menjaga kenaikan berat badan yang disesuaikan dengan Indeks Masa Tubuh (IMT).
  • IMT dihitung berat badan (kg) dibagi tinggi badan:
  • IMT 18,5 – 25,0 (normal) kenaikan 11 – 16 kg.
  • IMT < 18,5 ( kurus) kenaikan 13 – 18 kg.
  • IMT 25 – 27 (gemuk) kenaikan 7 – 11 kg.
  • IMT > 27 (obesitas) kenaikan 7 kg.


Penyakit yang mungkin terjadi pada Trimester II adalah :

  • Pertumbuhan janin kurang baik.
  • Keracunan kehamilan ( pre eklampsia).
  • Perdarahan (plasenta previa).
  • Penyakit - penyakit lain.


Trimester ke III

  • Hamil 7 – 9 bulan.
  • Vitamin dan mineral sangat diperlukan.
  • Perbanyak porsi konsumsi sayuran dan buah – buahan segar.
  • Penyakit yang mungkin terjadi pada trimester ke III adalah :
  • Pertumbuhan janin kurang.
  • Keracunan kehamilan.
  • Perdarahan (plasenta previa).
  • Penyakit lain.


Berpuasa

Qs. Al – Baqarah (2) : 183 – 184
“ Hai orang – orang beriman, diwajibkan pada kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan pada orang – orang sebelum kalian, semoga kalian bertaqwa, yaitu dalam beberapa haki – haki tertentu. Barang siapa diantara kalian bepergian (lalu tidak berpuasa), hendaklah ia ganti pada hari – hari lain, bagi orang yang tidak mampu melakukannya, gantinya ialah dengan membayar fidyah, yaitu memberi makan orang – orang miskin (setiap hari ia tidak berpuasa). Barang siapa mau dengan senang hati berbuat baik, hal itu adalah baik bagi dirinya. Akan tetapi, kalau kalian berpuasa hal itu lebih baik bagi diri kalian jika kalian mengetahuinya.”

Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam; ibadah ini tidak boleh ditinggalkan oleh setiap muslim yang telah baligh dan sehat jasmani rohani, oleh karena itu wanita muslimah yang hamil pun berkewajiban melakukannya.

Bagaimana kalau wanita hamil itu tidak sanggup mengerjakannya? Apakah ia wajib mengganti puasa pada hari lain atau boleh mengganti dengan bentuk ibadah yang lain?

Orang yang digolongkan berhalangan puasa adalah :

  • orang sakit,
  • orang yang bepergian (musafir),
  • Orang yang tidak mampu melakukan.


Untuk golongan 1 dan 2 harus mengganti puasa pada hari lain.

Untuk golongan 3 menurut (tafsir ibnu katsir 1 : 377) yang dimaksud golongan yang tidak mampu melakukan puasa adalah :

  • Laki – laki atau perempuan usia tua
  • Wanita yang hamil atau menyusui karena khawatir atas keselamatan diri mereka dan anaknya. Sebagai gantinya ialah memberi makan setiap hari orang – orang miskin (fidyah). Fidyah ini boleh dibayar dalam bentuk makanan atau uang seharga makanan sehari, selama tidak mampu berpuasa.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wanita hamil yang berpuasa :

1. Kontrol kehamilan sesuai jadwal apabila dalam pemeriksaan didapatkan penyakit, maka dokter akan memberitahukan untuk menghentikan puasa, sampai kondisi memungkinkan untuk berpuasa lagi.

2. Perbaiki menu makanan saat berbuka / sahur, ada beberapa tip sebagai berikut :

  • Minum cukup supaya tidak dehidrasi, sesering mungkin setelah berbuka sampai sahur.
  • Atur menu makanan yang memenuhi standar gizi mencakup 50% karbohidrat, 25% lemak, 10-15% protein dan mineral secukupnya.
  • Dianjurkan makan sahur selambat mungkin kira – kira satu sampai setengah jam sebelum imsak.
  • Tetap lakukan aktivitas.

3. Hemat kalori dengan waktu istirahat yang cukup.

4. Perhatikan kenaikan berat badan sesuai IMT. Apabila menurun, harus diwaspadai kemungkinan ada gangguan kesejahteraan janin.

5. Pada saat akan melahirkan sebaiknya menghentikan puasa, karena proses persalinan memerlukan banyak tenaga.

#dari internet

loading...