Tidak banyak orang yang tahu, herba tabat barito, teter, sidowayah, delima, dan sambiloto memiliki beragam manfaat kesehatan.
Terutama untuk mengatasi beragam keluhan dan masalah kewanitaan.

Masalah kesehatan wanita cukup beragam, dari mulai kulit wajah, berat badan, hingga gangguan hormonal maupun organ kewanitaan. Namun, tidak seperti kulit yang sangat berkait dengan kecantikan maupun berat badan, gangguan hormonal dan organ kewanitaan seringkali terlupakan.

Kebanyakan wanita memang lebih peduli dengan urusan penampilan yang terlihat dari luar. Padahal, seiring bertambahnya usia, beragam masalah kesehatan dapat terjadi. Dari mulai gangguan hormonal maupun keluhan berhubungan dengan organ kewanitaan seperti keputihan, menstruasi tidak teratur, menopause, hingga persoalan reproduksi.

Terbukti Ilmiah

Berbagai terapi medis seperti sulih hormon maupun penggunaan obat kimia sering digunakan guna mengatasi beragam keluhan tersebut.
Pertanyaan yang muncul, apakah berbagai keluhan itu dapat diredakan dengan obat alami? Tentu sangat bisa, apalagi wilayah Nusantara ini menyediakan begitu banyak jenis tanaman yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan wanita.
Sejumlah penelitian menyatakan, beberapa jenis herba seperti tabat barito, teter, sidowayah, delima, dan sambiloto dapat dijadikan alternatif terapi untuk melindungi wanita dari beragam keluhan. Seperti diungkapkan Adriana Suwono dari Herbacure, beberapa jenis tanaman herba itu secara turun temurun telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat.
Meski tidak banyak dikenal masyarakat, tabat barito (Ficus deltoidea) misalnya, diyakini potensial untuk dikembangkan sebagai obat alami untuk mengatasi keputihan dan meningkatkan kesuburan. Selain itu, herba langka ini juga dipercaya mampu meningkatkan vitalitas (afrodisiak).

Sementara itu, terung teter menurut beberapa penelitian, terbukti bermanfaat melancarkan haid, menurunkan demam, dan mengurangi nyeri akibat luka bakar. Dijelaskan Adriana, bagian daunnya yang sering dimanfaatkan sebagai bahan ramuan.

Herba ketiga, yaitu sidowayah. Memang belum banyak referensi ilmiah mengenai tanaman ini. Meski demikian, secara empiris dan turun-temurun sidowayah telah lama digunakan untuk mengobati luka baru. Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan adalah bunga, buah, dan daunnya.

Tunggal Maupun Campuran

Herba keempat, yaitu delima. Selama ini delima sering ditanam di kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau untuk dikonsumsi buahnya. Dalam upacara selamatan usia kehamilan tujuh bulan, buah delima ini merupakan komponen wajib.

Secara khusus delima digunakan sebagai ramuan untuk melindungi kaum perempuan dari risiko keputihan sekaligus meningkatkan hormon estrogen. Bagian tanaman yang paling bermanfaat untuk kedua hal itu adalah kulitnya.

Selain tabat barito, teter, sidowayah, dan delima, satu tanaman obat lagi yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi beragam masalah wanita adalah sambiloto. Tanaman obat ini lebih dikenal. Beragam khasiatnya telah teruji secara ilmiah, diantaranya untuk meredakan hepatitis, infeksi saluran empedu, diare, flu, dan beragam penyakit lain.

Seperti dijelaskan Adriana, tanaman ini juga bermanfaat menjaga kesehatan tubuh kaum perempuan karena secara alami dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan kadar gula darah dan demam, serta mengatasi penyakit kulit dan gatal-gatal.

Semua herba ini dapat dimanfaatkan secara tunggal maupun campuran. Untuk mengoptimalkan khasiatnya, dianjurkan membuat semua herba ini menjadi ekstrak. Bisa juga dikeringkan, kemudian direbus untuk dimanfaatkan airnya.

"Lebih baik merebus dengan api kecil supaya senyawa yang berkhasiat di dalamnya tidak rusak," katanya.
Meski dapat digunakan secara tunggal, Adriana lebih menganjurkan penggunaannya sebagai ramuan atau campuran. Agar maksimal, katanya, gunakan kelima jenis tanaman tersebut secara bersamaan.

Dengan cara itu, zat-zat aktif yang dikandung kelima tanaman obat ini akan saling bersinergi dalam mengatasi masalah yang ada.

Menilik Lima Sekawan

Orang terbiasa memanfaatkan tabat barito, teter, sidowayah, delima, dan sambiloto sebagai ramuan tunggal. Padahal, jika kelima herba (lima sekawan)ini digabungkan, ada banyak manfaatnya.

Menurut Adriana, herbalis, kelima bahan tersebut dapat disatukan setelah dikeringkan. Takaran relatif bebas, misalnya masing-masing 3-10 gram daun teter, sambiloto, tabat barito, sidowayah, kulit buah delima.

Berikut sekilas uraian tentang lima sekawan.

Tabat Barito

Tabat barito (Ficus deltoidea) termasuk tanaman obat langka. Manfaatnya antara lain untuk meningkatkan stamina serta memelihara kesehatan hormon dan organ urogenital wanita.

Itu sebabnya di Indonesia, terutama di wilayah Kalimantan, daun tabat barito sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai bahan baku jamu khusus untuk kaum wanita.

Di dalam daun tabat barito terkandung senyawa golongan saponin dan glikosida. Isolasi senyawa kimia dari kulit batangnya telah diteliti dan diperoleh campuran afzelekin dan epiafzelekin, entkatekin, serta tiga senyawa fenolik sederhana yang belum dapat ditentukan strukturnya. Salah satu hasil ekstrak tabat barito diketahui mengandung senyawa sterol yang dapat digunakan untuk antikanker dan tumor. Selain itu akarnya mengandung cyanophoric.

Tabat barito sebagai bahan untuk melancarkan haid pernah diteliti oleh Nurendah PS., Praswanto, B. Dzulkarnain, dan Dian Sundari dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan RI.

Sidowayah

Meski asli Indonesia, sidowayah relatif kurang dikenal. Secara turun-terumun tanaman yang juga dikenal sebagai woodfordia ini digunakan untuk mengobati atau mencegah infeksi dalam ritual pemotongan tali pusar bayi baru lahir, dengan memanfaatkan abu bakaran bunganya. Memang belum banyak referensi mengenai tanaman obat ini.

Buah, bunga, dan daun sidowayah mengandung saponin dan polifenol. Daunnya juga mengandung flavonoid.

Terung Teter

Seperti tabat barito, tanaman ini juga kurang dikenal. Namun, beberapa penelitian membuktikan bahwa terung teter (Solanum verbascifolium) menyimpan beragam manfaat.

Bagian tanaman yang sering digunakan adalah daunnya, antara lain bermanfaat untuk memperlancar haid. Ketika sudah jadi ekstrak, daun teter memiliki aroma khas yang kuat.

Terung teter mengandung saponin, polifenol, alkaloid, flavonoid, tanin.

Penelitian yang dilakukan L.K. Tatik Harlina dari Universitas Widya Mandala, Surabaya, menyatakan bahwa infus daun teter dapat meningkatkan kontraksi rahim yang berarti dapat melancarkan haid.

Sambiloto

Sambiloto (Andrographis paniculata) tumbuh liar di kebun, tepi sungai, tanah lembab, atau pekarangan. Sifatnya pahit, dingin, masuk meridian paru, lambung, usus besar, dan usus kecil. Mengandung flavonoid, kalium, kalsium, natrium, asam kersik, damar.

Tanaman ini berkhasiat mengobati hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel (tonsilitis), paru (pneumonia), dan saluran napas (bronkitis). Juga meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan kadar gula darah, meredakan demam dan gatal-gatal.

Penelitian tentang sambiloto:

  • Pemberian rebusan daun sambiloto 20 ml/kg bb menurunkan glukosa darah tikus putih (W Sugiyarto, Fakultas Farmasi UGM).
  • Infus herba sambiloto berdaya antijamur Microsporum canis, Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, Candida albicans, dan Epidermophyton floccosum (Jan Susilo, Endang Hanani, A. Soemiati, dan Lily Hamzah, Bagian Parasitologi FK UI dan Farmasi FMIPA UI).
  • Fraksi etanol herba sambiloto berefek antihistaminergik (Yufri Aidi, N.C. Sugiarso, Andreanus, Anna Setiadi Ranti, Jurusan Farmasi FMIPA, ITB).


Delima

Delima(Punica granatum) berwarna merah, merah jambu, atau putih. Kulit buah mengandung alkaloid pelletierene, granatin, betulic acid, ursolic acid, isoquercitrin, eligatanin, resin, triterpenoid, kalsium oksalat, pati.

Kulit akar dan kayu mengandung 20 persen eligatanin dan 0,5-1 persen senyawa alkaloid. Daunnya mengandung alkaloid, tanin, kalsium oksalat, lemak, sulfur, peroksidase.

Delima memiliki banyak khasiat. Kulit buah digunakan sebagai obat keputihan, sakit perut karena cacing, buang air besar berdarah dan berlendir (disentri amoeba), diare kronis, wasir, muntah darah, batuk darah, perdarahan rahim atau rektum, prolaps rektum, radang tenggorok atau telinga, nyeri lambung.

Bunganya untuk mengobati sariawan, diare, muntaber pada anak, menurunkan berat badan, radang gusi, perdarahan, bronkitis.

Buahnya mengatasi gangguan pencernaan, kembung, masuk angin, disentri, radang amandel, sariawan, hipertensi, sering kencing, rematik (artritis).

Penelitian tentang delima:

  • Menurut American Journal of Clinical Nutrition (2003), minum sari delima 200 ml/hari selama seminggu meningkatlan aktivitas antioksidan sebanyak sembilan persen.
  • Dalam konferensi American Association for Cancer Research (AACR), November 2003, dipaparkan temuan bahwa ekstrak buahnya membantu menyembuhkan kanker kulit.

 

#

loading...