Obat Dapat Menyebabkan Ketulian

Berbagai jenis obat dapat menimbulkan ketulian, antara lain salicylate. Malah akhir-akhir ini banyak antibiotika golongan aminoglycoside juga mempunyai efek samping tersebut di atas.

CDIAMOND dalam surveynya melaporkan pada tahun 1973 dijumpai 0,3% dari 11.526 penderita yang berobat mendapat ketulian akibat obat-obat yang diberikan. Dari jenis obat-obat penyebab ketulian tersebut didapatkan : aminoglycoside ( 13 per 1000 ) Aspirin ( 11 per 1000 ) ; Ethacrynic acid (7 per 1000) dan Quinidine (3 per 1000). Diingatkan juga bahwa banyak tetes telinga yang memakai antibiotika golongan aminoglycoside.

Karena pemakaian tetes telinga dapat mencapai telinga bagian dalam, kemungkinan ketulian melalui jalan ini juga perlu dipikirkan.

C DIAMOND Adverse Drug React Bull 69:244,1978



Diagnosa Dini Tumor Cerebri

Diagnosa dini dari tumor cerebri merupakan hal penting yang dapat membantu pengobatan penderita dengan tumor cerebri. Oleh sebab itu pada penderita-penderita dengan tanda peninggian tekanan intra cranial atau kelain an neurologik focal yang progresif perlu diteliti secara lebih cermat, agar pengobatan oleh ahli bedah saraf dapat mencapai hasil yang lebih baik untuk penderita. Tetapi perlu diingat bahwa kenaikan tekanan intra cranial tidak selalu disebabkan oleh tumor cerebri. Beberapa casus anak karena keracunan Pb, nalidixic acid, tetracyclin pada bayi atau gejala withdrawal pada pemakaian kortikoteroid juga dapat menimbulkan hal tersebut Kadang- kadang sebab dari kenaikan tekanan intra cranial yang benigne baru dapat ditemukan sesudah dilakukan pemeriksaan yang cermat.

Epilepsy dan gejala-gejala lain yang menyebabkan timbulnya kecurigaan akan kemungkinan adanya peninggian tekanan intra cranial tentunya sangat membantu menegakan diagnosa. Juga penting meneliti adanya kelainan visus serta kelainan pendengaran yang bersifat unilateral.




Pada klinik rheumatologi di Brisbane, Austrlia telah dilakukan penelitian pemakaian aspirin yang dibandingkan dengan pemakaian aspirin dengan kombinasi phenacetin dalam bentuk APC terhadap efek samping yang terjadi pada penderita dengan rheumatoid arthirts.

IAN FERGUSON et al mendapatkan pada pemakaian aspirin dalam bentuk kombinasi dengan phenacetin (APC) yang lebih dari satu kg aspirin,ditemukan adanya hubungan yang bermakna dengan terjadinya renal papilary necrosis (RPN). Tetapi pada penderita yang memakai aspirin saja sesudah jumlah yang sama (satu Kg) RPN tidak terjadi. Analysa perbandingan juga dilakukan di New Zealand dan didapatkan terjadinya RPN sekitar 10,6% pada pemakai aspirin yang dikombinasi dengan phenacetin dalam bentuk APC sesudah pemakaian lebih dari satu Kg. Dan hanya 0,3% bila hanya aspirin saja yang dipakai tanpa kombinasi.

Dikatakan sebaiknya pemakaian phenacetin harus benar-benar dibatasi mengingat efek samping yang mungkin timbul.



Khasiat Terasi dan Pindang Ikan

Vitamin B12 merupakan unsur penting untuk pembentukan darah yang normal. Kekurangan akan vitamin ini dapat menyebabkan anemia megaloblastik. Di Muang Thai penyakit ini jarang sekali ditemukan, sedangkan anemia oleh kekurangan besi banyak dijumpai. (Keadaan yang kurang lebih sama terdapat di lndonesia).

Penyelidikan tentang susunan makanan sehari-hari penduduk Muang Thai menunjukkan bahwa kebutuhan vitamin B 12 dapat dipenuhi oleh plara (= pindang ikan) dan nampla (= terasi). Kedua jenis makanan ini hampir selalu terdapat dalam susunan makan sehari-hari penduduk Muang Thai.
Pindang ikan dan terasi juga merupakan jenis-jenis makanan yang banyak digemari di lndonesia.



Penyerapan Caffeine Dalam teh, Kopi dan Coca Cola

Telah diketahui bahwa minuman-minuman teh, kopi dan coca-cola mengandung sejumlah caffeine dan dianggap bahwa penyerapan oleh traktus gastro-intestinalis dari caffeine dalam kopi lebih cepat dari dalam teh. Untuk coca-cola, suatu jenis minuman yang banyak sekali diminum di mana-mana di dunia, dikatakan bahwa caffeinenya diserap lebih cepat dari kedua minuman yang disebut terlebih dahulu. Untuk membuktikan akan kebenaran anggapan ini oleh penyelidik-penyelidik MARKS dan KELLY dari lnggris telah diteliti kadar caffeine dalam darah setelah meminum kopi kental (160 mg caffeine), 3 cangkir teh (150 mg caffeine) dan lk. 1 liter coca-cola (156 mg caffeine) pada 3 orang sukarelawan.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penyerapan caffeine memang terjadi cepat sekali dan hampir sama untuk teh dan kopi, sedangkan untuk coca-cola ini terjadi agak lambat yang sekaligus membuktikan bahwa anggapan tersebut di atas tidak benar.



Efek Berhenti Merokok

Anda tak pernah terlambat untuk berhenti merokok, perbaikan tingkat kesehatan tetap akan dirasakan kapanpun anda memutuskan untuk berhenti.
Dalam 20 menit setelah anda berhenti merokok, tekanan darah akan kembali ke tingkat awal; dalam 8 jam kadar CO darah kembali normal. Setelah 48 jam daya kecap dan daya cium akan membaik dan dalam 1–9 bulan keluhan-keluhan batuk, gangguan sinus, nafas pendek dan kelelahan akan menghilang, kemampuan cilia dalam bronkhi akan pulih kembali.

Setelah 5 tahun risiko kanker paru turun 50% dan setelah 15 tahun baik risiko kanker ataupun risiko kardiovaskuler akan kembali sama dengan bukan perokok.

MCHL 1996/ (Jan); 14(6): 2



Perokok Di China

Populasi perokok di Cina merupakan segmen terbesar perokok di dunia; pria di Cina merupakan 10% populasi dunia, tetapi mengkonsumsi 30% rokok di dunia; konsumsi perkapita orang dewasa meningkat dan 890 sigaret/tahun pada 1965 menjadi 1960 sigaret/tahun di tahun 1990.

Pada usia pertengahan, 75% pria dan 5% wanita perokok dan frekuensi merokok meningkat dan rata-rata 1 sigaret/ hari di tahun 1952 menjadi 4 sigaret/ hari di tahun 1972, dan menjadi 10 sigaret/ hari di tahun 1992.

Produksi rokok di Cina pada 1992 sebesar 1650 miliar batang sigaret, merupakan 31% dan produksi total dunia.



Obat Anti Impoten

Pfizer saat ini sedang mengembangkan preparat oraluntuk gangguan ereksi; sildenafil –suatu vasodilator yang mula-mula diselidiki untuk mengatasi angina pektoris, dicoba dengan dosis tunggal satu jam sebelum hubungan seksual. Pada percobaan atas 351 pria, dosis 10 mg., 25 mg. dan 50 mg. masingmasing memperbaiki ereksi pada 65%, 79% dan 88% populasi, dibandingkan dengan 39% di kalangan plasebo. Pada percobaan lain atas 43 pria selama 28 hari, obat ini memperbaiki ereksi pada 92%, sedangkan plasebo hanya berhasil pada 27%.

Obat ini mempunyai harapan besar mengingat dapat digunakan per oral, dibandingkan dengan Caverject® yang saat ini beredar, yang harus disuntikkan intrakavernosal.

Marketletter 1996: 23(19): 23



Manfaat Beta Karoten

Sejumlah 22.071 dokter pria di AS yang berusia 40–84 tahun di tahun 1982 tanpa riwayat kanker, infark miokard atau CVD mengikuti percobaan acak buta ganda untuk mempelajari manfaat beta-karoten; 11.036 orang mendapat 50 mg. beta karoten selang sehari dan 11.035 lainnya mendapat plasebo.

Setelah 12 tahun, di kelompok betakaroten terdapat 1.273 kasus kanker ganas (kecuali kanker kulit non melanoma) dibandingkan dengan 1.293 kasus di kelompok plasebo (RR: 0,98, 95%CI: 0,91 – 1,06). Selain itu juga terdapat perbedaan tak bermakna dalam hal kasus kanker paru (82 di kelompok beta-karoten vs. 88 di kelompok plasebo), kematian akibat kanker (386 vs. 380), kematian akibat sebab apapun (979 vs. 968) ataupun akibat kardiovaskular (338 vs. 313), kasus infark miokard (468vs. 489), kasus stroke (367vs.382). Di antara perokok ataupun bukan perokok, tidak terdapat perbedaan.

Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa suplementasi tersebut tidak mempunyai efek menguntungkan ataupun merugikan.

N. Engl. J. Med. 1996; 334: 1145–9



Diet Yang Sehat

Data epidemiologik dan eksperimental menyokong pendapat bahwa perubahan tertentu pada diet dapat mempengaruhi risiko terkena penyakit tertentu, atau membantu mencapai tingkat kesehatan yang lebih baik.

Perubahan diet yang dianjurkan ialah :

  • Mempertahankan berat badan yang sesuai.
  • Jenis makanan yang beragam.
  • Mengurangi lemak jenuh dan kolesterol.
  • Menambah konsumsi karbohidrat kompleks.
  • Membatasi garam.
  • Membatasi gula.
  • Asupan protein sedang.
  • Asupan kalsium yang cukup.
  • Menghindari makanan-makanan tambahan.
  • Asupan fluor yang optimal.
  • Asupan zat besi yang cukup.


Meskipun demikian, mengubah diet seseorang tidaklah mudah; untuk itu diperlukan dokter yang memahami ilmu gizi, nasihat gizi yang benar dan kerjasama antara petugas kesehatan, industri makanan dan pemerintah; sehingga setiap orang mempunyai rasa tanggung jawab dengan menjalani diet yang sehat.

Comprehensive Therapy 1991;17(3):4-11



Program Menurunkan Berat Badan

Program penurunan berat badan yang efektif, adalah yang meliputi hal-hal berikut ini :

  • Suatu pembatasan kalori yang efektif.
  • Nasehat gizi yang baik sehingga pasien dapat memilih makanan yang disukainya.
  • Program olahraga yang dapat mempertahankan berat badan yang telah dicapai.
  • Modifikasi perilaku sehingga pasien dapat mengendalikan konsumsi makanannya.
  • Adanya mekanisme support yang terus menerus.


VITAMIN D UNTUK KANKER PAYUDARA

Suatu studi klinis pendahuluan menunjukkan bahwa vitamin D mungkin dapat menghambat pertumbuhan kanker payudara.

Sembilan belas pasien kanker payudara yang telah lanjut, diberi calcipotirol — suatu derivat vitamin D — secara topikal selama 6 minggu; ternyata tiga penderita menunjukkan pengecilan diameter sebesar 50% dan satu lainnya menunjukkan efek minimal. Dua pasien harus menghentikan pengobatan karena hiperkalsemi — suatu tanda bahwa preparat tersebut juga diserap dan masuk ke jaringan secara sistemik.

Scrip 1991; 1606: 26




GARAM DAN HIPERTENSI

Analisis data penelitian antara tekanan darah dan konsumsi natrium yang melibatkan 47.000 orang dari 24 1okasi di dunia, menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah masyarakat di negara maju lebih tinggi daripada rata-rata tekanan darah masyarakat negara berkembang. Meskipun demikian pengaruh natrium terlihat sama di kedua populasi tersebut; perbedaan konsumsi natrium sebesar 100 mmol/24 jam dikaitkan dengan perbedaan tekanan sistolik yang berkisar antara 5 mmHg pada usia 15-19 tahun sampai 10 mmHg pada usia 60-69 tahun, sedangkan perbedaan tekanan diastolik kira-kira setengahnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh natrium lebih besar daripada yang diperkirakan dan makin bertambah sesuai dengan bertambahnya usia dan tingkat tekanan darah semula.



ANTIBIOTIKA vs BATUK PILEK

Dalam praktek sehari-hari sering kita menghadapi anak-anak dengan infeksi saluran pernafasan bagian atas, dengan gejala batuk pilek dan panas. Pada keadaan tersebut sering timbul keraguan dalam penggunaan antibiotika. Keadaan ini juga menimbulkan kebingungan pada para orang tua, lebih-lebih bila disertai dengan panas dan menurunnya nafsu makan.

SALINSKY mengadakan penelitian pada 30 anak yang berumur antara satu sampai sepuluh tahun dengan infeksi saluran pernafasan bagian atas. Ke 30 anak tersebut dibagi dalam dua kelompok. Kelompok I hanya diberikan campuran tripolidone, pseudoephedrin dan codein sebagai pengobatan symtomatik, sedang kelompok II diberikan erythromycin. Para orang tua diminta membantu mencatat keadaan anak selama lima hari.

Sesudah lima hari SALINSKY mendapatkan bahwa pada kelompok anak yang diberikan antibiotika terjadi dua komplikasi, satu anak menderita otitis media dan satu anak menderita infeksi saluran pernafasan bagian bawah disertai bronchospasme.

Pada kelompok nonantibiotika dijumpai tiga komplikasi, dua anak menderita otitis media dan satu anak menderita infeksi saluran pernafasan bagian bawah. Gejala panas menghilang sesudah 2,2 hari pada kelompok antibiotika sedang pada kelompok nonantibiotika adalah 3,5 hari.

Dari 30 anak-anak tersebut dijumpai empat biakan hapusan tenggorok yang positif terhadap beta hemolityc Streptococcus, dua dari masing-masing kelompok. SALINSKY berkesimpulan bahwa pemberian antibiotika dapat memperingan gejala tetapi tidak dapat secara mutlak mencegah komplikasi.

Clinical Trial J 15 (3): 76 — 81, 1978.

loading...