Ada tiga tahap yang terjadi di dalam proses individu mengalami emosi, yaitu:

 

1. Sensasi Tubuh

Sensasi tubuh merupakan proses yang terkait dengan hubungan antara Emosi dan Perubahan Fisiologis:

persepsi individu terhadap stimulus eksternal -> perubahan jasmaniah -> individu merasakan sensasi tersebut secara disadari (misal: proses gerak refleks).

Emosi melibatkan suatu jaringan yang kompleks dari perubahan fisiologis, yang terdiri atas pikiran dan jasmaniah kita, sehingga perasaan dan tingkah laku saling bekerja simultan.

Dapatkah Mengendalikan Emosi Tertentu dengan Memanipulasi Sensasi Tubuh Kita?
Dapat, dengan mem-blocking gerbang yang dilalui sinyal dari bagian tubuh yang mengalami sensasi tertentu menuju ke otak, misal: teknik akupuntur.

 

2. Sensasi yang Dimaknai

Emosi bukan sekedar sensasi, tetapi bagaimana sensasi tersebut dimaknai oleh individu. Hal ini dijelaskan para ahli di bidang psikologi kognitif dengan suatu Studi Eksperimental (Schachter dan Singer di tahun 1962):

suproxin (epinephrine) -> memasukkan “kakitangan” peneliti ke dalam kelompok eksperimennya -> dengan efek perilaku yang berbeda -> Hasil:

a. Emosi sangat tergantung pada apa yang kita pikirkan & bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain saat emosi kita bangkit
b. Emosi kita dipengaruhi oleh harapan kita & persepsi kita terhadap orang lain, selain oleh dorongan jasmaniah (mental set & seting sosial dapat membantu kita memaknai sensasi tubuh kita sendiri)
c. Belajar memainkan suatu peran penting dimana kita benar-benar dapat merasakannya, memberikan implikasi yang besar dalam pengaturan emosi kita.

Perlu menjadi perhatian:
* Adanya bias dalam teori kognitif, tidak memperhitungkan faktor bawaan individu;
* Emosi sangat tergantung pada campuran yang kompleks antara fisiologis bawaan dan faktor pembelajaran.


3. Respon-respon Adaptif

Menurut Arnold (1970), penilaian terhadap baik dan buruknya suatu stimulus memberikan petunjuk bagi respon kita selanjutnya :

-> respon melawan atau menghindar -> emosi yang muncul: marah, takut

Fungsi adaptif yang lain dari emosi, yaitu memperkuat ikatan antara individu dengan kelompoknya : emosi positif seperti cinta, kasih sayang; sedangkan emosi negatif seperti cemas, cemburu, dan berduka akan membantu kita mengacaukan hubungan sosial yang tidak diinginkan.

bersambung ...