Saat musim kemarau, biasanya udara menjadi lebih kering, debu beterbangan, sumber air berkurang, dan banyak lalat bisa membuat orang mudah terserang beberapa penyakit. Tak hanya pancaroba, musim kemarau yang panjang juga bisa menurunkan daya tahan tubuh.

Penyakit yang muncul pada musim kemarau biasanya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, penyakit mata, hingga penyakit kulit.

 

Berikut ini beberapa jenis penyakit yang harus diwaspadai saat musim kemarau, yaitu:

 

1. Sakit mata

Udara yang kering dan tidak sehat, debu dan asap yang beterbangan bisa membuat orang lebih mudah mengalami sakit mata di musim kemarau. Menggunakan kacamata bisa menjadi salah satu cara pencegahan sakit mata.

Pengobatan yang diberikan tergantung dari penyebab infeksinya, perawatan yang diberikan biasanya meliputi kompres, obat tetes mata, salep atau antibiotik. Hal yang membuat sakit mata lama untuk sembuh karena adanya infeksi kedua yang biasanya disebabkan oleh kuman atau bakteri.

 

2. Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA)

Saat kemarau udara cenderung tidak sehat, banyaknya debu dan asap bisa merangsang terjadinya iritasi saluran pernafasan atas dan berlanjut menjadi infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Orang memiliki riwayat asma, harus lebih ekstra hati-hati. Gejalanya adalah nyeri atau rasa mengganjal saat menelan, dan sering kali membuat penderita mengalami demam dan batuk.

Keterbatasan air bersih membuat asupan air juga menurun. Jika minum dibatasi maka akan merangsang terjadinya iritasi saluran pernafasan atas. Selain itu udara yang panas membuat orang cenderung mengonsumsi air dingin atau es. Kondisi inipun akan merangsang iritasi yang terjadi pada saluran pernafasan atas dan menyebabkan terjadinya infeksi saluran pernafasan.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menghindari paparan udara yang berdebu, banyak minum air putih dan tidak minum air es sehingga saluran pernafasan atas tidak kering dan tidak teriritasi.

 

3. Infeksi saluran pernapasan bawah

Infeksi saluran pernapasan bawah juga dapat terjadi saat musim kemarau, terlebih pada beberapa orang yang memiliki riwayat asma. Penyakit asma adalah suatu kondisi terjadinya penyempitan saluran pernapasan. Debu yang membawa kuman penyakit menyebabkan terjadinya penyempitan saluran pernapasan bawah, yang dapat memicu gejala seperti sesak napas dan batuk.

 

4. Ancaman dehidrasi

Saat musim kemarau di mana cuaca sangat panas, Anda juga akan lebih rentan mengalami dehidrasi. Karena itu, selalu cukupi kebutuhan air minimal 8 gelas sehari, terlebih bagi Anda yang lebih banyak beraktivitas di luar ruangan.

 

5. Heat stroke

Pada umumnya, heat stroke disebabkan oleh paparan terhadap suhu panas di luar tubuh dalam jangka waktu lama. Namun begitu, heats troke, disebut juga serangan panas, dapat disebabkan oleh aktivitas fisik atau olahraga berat di saat cuaca yang panas.

Gejala serangan panas yang paling tampak adalah merasa pusing, haus berlebihan, pkitangan berkunang-kunang, kulit kering, badan lemas, dan napas menjadi cepat. Kalau ini sudah terjadi, tandanya kita akan kehilangan kesadaran akibat cuaca terlalu panas. Heat stroke yang tidak tertangani bisa menyebabkan kematian atau hilangnya nyawa.

Dengan penanganan yang tepat dan cepat, efek buruk heat stroke dapat dicegah, antara lain jika cuaca sedang panas-panasnya hindari aktifitas di luar ruangan yang tidak perlu, gunakan pakaian yang longgar dan ringan, dan cukupi asupan cairan tubuh.

 

6. Diare

Persediaan air bersih yang terbatas bisa membuat lingkungan menjadi relatif lebih kotor dan terbatasnya penggunaan air bersih. Kondisi lingkungan yang kotor ini akan membuat lalat menjadi lebih banyak, sehingga membuat makanan dan minuman menjadi mudah tercemar. Selain itu proses pencucian makanan dan peralatan makan juga menjadi terbatas. Akibatnya, kondisi makanan dan peralatan makan yang kotor dapat berpotensi menyebabkan diare.

Penelitian-penelitian di masyarakat menunjukkan bahwa terbatasnya air bersih merupakan salah satu faktor utama penyebab meningkatnya kejadian diare.

Jika mengalami diare, maka yang harus dicegah adalah kekurangan cairan dan elektrolit. Kekurangan cairan dan elektrolit jika tidak terdeteksi dan tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan komplikasi yang lanjut seperti gangguan fungsi ginjal sampai menyebabkan kematian.

 

7. Dermatitis atopik

Dermatitis atopik adalah penyakit kulit kronis yang membuat kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah. Biasanya, kondisi ini disebut juga sebagai penyakit eksim. Bagi beberapa orang, keringnya musim kermarau bisa memicu gangguan kulit seperti dermatitis atopik.

Cuaca panas juga bisa membuat kulit alergi. Sebab, cuaca panas membuat kulit kering dan membuat lapisan kulit menipis. Pada akhirnya, kuman mudah masuk dan membuat anda alergi.

 

8. Mata kering

Mata kering atau dry eyes bisa terjadi ketika udara sangat kering. Udara yang kering saat musim kemarau dapat meningkatkan penguapan air mata. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah dry eyes.

Gejala-gejala dry eyes biasanya dirasakan pada kedua mata, yang meliputi perih, sensasi terbakar, dan gatal di mata. Adapun yang dirasakan seperti mata memerah, mata mengganjal, mata belekan, sensitif terhadap cahaya, pandangan kabur, dan air mata keluar terus-menerus.

Demikian beberapa penyakit yang rentan berjangkit di musim kemarau. Untuk menghindarinya, jaga selalu daya tahan tubuh agar tetap prima. Caranya, selalu konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta cukup tidur. Selanjutnya, pastikan anda mencukupi kebutuhan minum air putih setidaknya 8 gelas sehari.