Petai biasanya dimakan sebagai teman nasi hangat dan sambal super pedas ketika makan. Penyajiannya bisa saja dimakan mentah, direbus, digoreng, atau dibakar, hingga tersaji dalam semangkuk sayur santan buncis. Meskipun terkenal karena baunya, petai memiliki banyak penggemar.

Petai merupakan sumber energi yang baik, yaitu mengandung 142 kkal per 100 g biji. Petai juga mengandung fosfor yaitu 115 mg per 100 g biji, Vitamin C yaitu 46 mg per 100 g biji. Selain itu petai juga mengandung tryptophan yaitu asam amino di dalam tubuh yang menghasilkan serotonin. Serotonin sendiri merupakan zat yang membuat seseorang merasa rileks dan bahagia, menurunkan stress, serta mampu mengendalikan mood

Selain itu, petai juga memiliki kandungan gula alami, serat, zat besi dan kalium yang cukup tinggi.

Hanya saja, di balik nikmatnya dan manfaat petai untuk tubuh, terdapat beberapa efek samping yang merugikan kesehatan, jika kita makan petai terlalu berlebihan.

Berikut adalah beberapa efek buruk makan petai bagi kesehatan:

 

Menimbulkan bau mulut

Sehabis makan petai, pasti mulut bau. Tentu saja hal ini bisa mengganggu beberapa orang, terutama bagi yang tak menyukainya. Sebaiknya, gunakan cairan pembersih mulut atau tidak usah ngobrol setelah menyantap petai.

Sakit perut

Kebiasaan memakan petai mentah masih sering dilakukan. Jika cara mengolahnya tidak bersih, kemungkinan masih terdapat cacing petai dan bakteri. Kandungan karbohidrat kompleks yang nantinya membentuk gas di perut bisa menimbulkan sensasi tersengat dan kembung.

Penyebab gagal ginjal

Menurut pakar kesehatan, makan petai bisa menyebabkan sakit ginjal, jika dikonsumsi secara berlebihan.
Terdapat asam djenkolic dan tingginya kadar asam amino yang mengandung zat sulfur sedikit beracun. Dalam konsentrasi tinggi bisa menyebabkan gagal ginjal akut, asam urat, obstruksi kemih dan nyeri spasmodik.

Rematik

Walaupun rasanya menggoda selera, keseringan makan petai bisa memicu penyakit rematik lho. Sesekali cobalah hindari olahan petai dan pilih sajian lalapan yang rasanya juga tak kalah nikmat dan menyegarkan mulut.

Sakit kepala

Pernahkah kamu merasa pusing setelah makan petai? Nah, ini adalah akibat kebanyakan memakannya.

Meningkatkan kadar asam urat

Selain tinggi asam amino, petai juga mengandung purin tingkat sedang atau tinggi. Makanan kaya kandungan purin dapat meningkatkan kadar asam urat.

Perut kembung

Sebaiknya anda menghindari makan petai terlalu banyak, terutama petai yang masih dalam keadaan mentah. Petai mengandung phytates dan inhibitor tripsin yang mengganggu pencernaan protein, dan penyerapan seng dan kalsium. Merendam dan memasak petai bisa sedikit mengurangi efeknya.

Badan pegal

Sering makan petai juga diyakini dapat menyebabkan badan pegal-pegal. Hal ini terkait dengan asam jengkolat, yang jika dikonsumsi berlebihan memang bisa memicu rasa nyeri pada persendian.

 

#dari bbg sumber