Kehamilan ideal adalah kehamilan yang direncanakan, diinginkan dan dijaga perkembangannya secara baik. Namun ada kalanya berbagai faktor yang dapat membuat kehamilan menjadi tertunda atau bahkan tidak diinginkan.

Kehamilan tidak diinginkan dapat terjadi:
- Akibat hubungan seks pranikah
- Akibat gagal/drop out KB
- Pada unmet need (wanita usia subur yang tidak ingin punya anak tetapi tidak menggunakan alat kontrasepsi).

Namun demikian, tidak ada yang lebih membahagiakan pasangan suami istri selain dari kehadiran buah hati dalam perkawinan mereka.

Tanda-Tanda Kehamilan

Diantara tanda-tanda kehamilan adalah:

  • Tes kehamilan positif (+)
  • Tidak mendapat menstruasi/ haid sebagaimana biasanya (tidak menstruasi pada siklus haid bulan berikutnya).
  • Timbul rasa mual, muntah-muntah dan pusing terutama pada pagi hari serta sering buang air kecil.
  • Tidak ada nafsu makan.
  • Kadang-kadang mengidam atau menginginkan makanan yang jarang ada atau tidak pernah dimakannya.
  • Pada usia kehamilan lebih lanjut dengan alat tertentu dapat terdengar detak jantung janin.


Cara menghitung usia kehamilan dan menentukan taksiran persalinan

Menghitung Usia Kehamilan

Misalnya tanggal 8 Juni 2009 masih haid, kemudian ketika diperiksa tanggal 14 Juli 2009 dinyatakan positif hamil berarti bahwa umur kehamilannya adalah antara 8 Juni sampai dengan 14 Juli 2009 adalah 36 hari atau sekitar 5 minggu.

Menentukan taksiran persalinan

Taksiran persalinan / melahirkan:
Harus diketahui haid terakhir (tanggal,bulan,tahun)

Rumus:
- Tanggal +7
- Bulan -3
- Tahun +1

Contoh: Haid atau dating bulan terakhir tanggal 8 Juni 2009. Maka waktu persalinan diperkirakan:
- Tanggal 8+7=15
- Bulan 6-3=3
- Tahun 2009+1= 2010

Jadi diperkirakan melahirkan pada tanggal 15 Maret 2010.

Memeriksa Kehamilan

Seorang ibu sebaiknya mulai memeriksakan kehamilan seawal mungkin, yaitu setelah terlambat haid selama 2 bulan berturut-turut sehingga kesehatan ibu dan janin selalu dapat dipantau dan ibu bisa memperoleh nasehat atau pengobatan bila ada keluhan.

Pelayanan pemeriksaan ibu hamil mencakup 10T :
1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan.
2. Pengukuran tekanan darah Ibu.
3. Tentukan status gizi (ukur lingkar lengan atas).
4. Pengukuran janin/pengukuran tinggi fundus uteri.
5. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin.
6. Penilaian status imunisasi TT.
7. Tablet tambah darah.
8. Tes laboratorium.
9. Tata laksana kasus.
10. Tatap muka / konseling tentang kehamilan.

Pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali selama kehamilan :

  • Trimester I (0-3 bulan) : 1 kali
  • Trimester II (4-6 bulan) : 1 kali
  • Trimester III (7-9 bulan) : 2 kali


Proses Kehamilan

Berikut ini adalah alur dari sebuah proses terjadinya kehamilan:

>> Sel telur yang matang dibuahi oleh sperma dalam saluran telur (tuba fallopi)   >>

>> Sel telur yang telah dibuahi sperma (embrio) menempel di lapisan dalam dinding rahim  >>

>> Dalam 120 hari pertama, embrio berkembang mengikuti tahapan kehidupan sel (hayati)  >>

>> Memasuki usia kehamilan lebih lanjut, embrio berkembang mengikuti tahapan kehidupan insani menjadi janin / bayi   >>

>> Kehamilan umumnya berakhir dengan persalinan setelah 280 hari (9 bulan 10 hari).

Menjaga Kehamilan

Ibu hamil dapat melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa selama tidak ditemukan adanya keluhan atau kelainan dan memperhatikan istirahat yang cukup. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu hamil adalah :

  • Jangan kelelahan dan mengangkat benda berat. Berbaring selama 1 jam pada siang hari, usahakan kaki lebih tinggi dari perut. Tidur cukup (9 - 10 jam). Tidur terlentang pada saat hamil muda, tidur miring pada kehamilan lanjut.
  • Berpakaian longgar yang menyerap keringat. Memakai kutang yang dapat menahan payudara yang membesar serta memakai alas kaki bertumit rendah.
  • Posisi hubungan seks perlu diatur agar tidak menekan perut Ibu.
  • Beraktivitas fisik dengan berjalan kaki selama 30-60 menit tiap hari atau berolahraga ringan seperti senam hamil dilakukan dengan hati-hati dan seksama.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit menular dan orang yang merokok.
  • Pemakaian obat harus sesuai dengan petunjuk dokter.
  • Makan bergizi seimbang termasuk sayur dan buah 3-5 porsi sehari.
  • Jangan kelelahan dan mengangkat benda berat.
  • Berpakaian longgar yang menyerap keringat.
  • Beraktivitas fisik dengan berjalan kaki selama 30-60 menit tiap hari .
  • Tidak merokok dan hindari perokok
  • Makan bergizi seimbang.