Kacang-kacangan, biji-bijian atau benda kecil lainnya dapat terhirup anak, dan paling sering terjadi pada anak umur < 4 tahun. Benda asing biasanya tersangkut pada bronkus (paling sering pada paru kanan) dan dapat menyebabkan kolaps atau konsolidasi pada bagian distal lokasi penyumbatan.

Gejala awal yang tersering adalah tersedak yang dapat diikuti dengan interval bebas gejala dalam beberapa hari atau minggu kemudian sebelum anak menunjukkan gejala wheezing menetap, batuk kronik atau pneumonia yang tidak berespons terhadap terapi. Benda tajam kecil dapat tersangkut di laring dan menyebabkan stridor atau wheezing. Pada kasus yang jarang, benda berukuran besar dapat tersangkut pada laring dan menyebabkan kematian mendadak akibat sumbatan, kecuali segera dilakukan trakeostomi.

Diagnosis

Aspirasi benda asing harus dipertimbangkan bila didapatkan tanda berikut:

  • Tiba-tiba tersedak, batuk atau wheezing; atau
  • Pneumonia segmental atau lobaris yang gagal diobati dengan terapi antibiotik.


Periksa anak untuk:

- Wheezing unilateral;
- Daerah dengan suara pernapasan yang menurun, dapat dullness atau hipersonor pada perkusi;
- Deviasi dari trakea.

Lakukan pemeriksaan foto dada pada saat ekspirasi penuh untuk melihat daerah hiperinflasi atau kolaps, pergeseran mediastinum (ipsilateral), atau benda asing bila benda tersebut radio-opak.

Tatalaksana

Pertolongan pertama pada anak yang tersedak. Usahakan untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Tatalaksana bergantung pada umur anak.

Bayi:

  • Letakkan bayi tengkurap pada lengan atau paha dengan posisi kepala lebih rendah.
  • Berikan 5 pukulan dengan menggunakan tumit dari telapak tangan pada bagian belakang bayi (interskapula). Tindakan ini disebut Back blows.
  • Bila obstruksi masih tetap, balikkan bayi menjadi terlentang dan berikan 5 pijatan dada dengan menggunakan 2 jari, satu jari di bawah garis yang menghubungkan kedua papila mamae (sama seperti melakukan pijat jantung). Tindakan ini disebut Chest thrusts.
  • Bila obstruksi masih tetap, evaluasi mulut bayi apakah ada bahan obstruksi yang bisa dikeluarkan.
  • Bila diperlukan, bisa diulang dengan kembali melakukan pukulan pada bagian belakang bayi.

 

Anak yang berumur di atas 1 tahun:

  • Letakkan anak dengan posisi tengkurap dengan kepala lebih rendah.
  • Berikan 5 pukulan dengan menggunakan tumit dari telapak tangan pada bagian belakang anak (interskapula).
  • Bila obstruksi masih tetap, berbaliklah ke belakang anak dan lingkarkan  kedua lengan mengelilingi badan anak. Pertemukan kedua tangan dengan salah satu mengepal dan letakkan pada perut bagian atas (di bawah sternum) anak, kemudian lakukan hentakan ke arah belakang atas. Lakukan perasat Heimlich tersebut sebanyak 5 kali.
  • Bila obstruksi masih tetap, evaluasi mulut anak apakah ada bahan obstruksi yang bisa dikeluarkan.
  • Bila diperlukan bisa diulang dengan kembali melakukan pukulan pada bagian belakang anak.


Bila tatalaksana lanjutan saluran pernapasan dibutuhkan setelah obstruksi telah disingkirkan, yang menggambarkan tentang hal yang harus dilakukan untuk mencegah lidah jatuh ke belakang menutup laring.


Penanganan lanjut pasien dengan aspirasi benda asing. Bila dicurigai adanya aspirasi benda asing, rujuk anak ke sarana yang lebih lengkap untuk penegakan diagnosis dan untuk mengeluarkan benda asing dengan bronkoskopi. Bila terdapat pneumonia, mulai terapi dengan ampisilin dan gentamisin, sebelum dilakukan tindakan untuk mengeluarkan benda asing tersebut.