Peran gula dalam rumah tangga hampir tidak bisa digantikan, hampir semua makanan dan minuman olahan memerlukan tambahan gula. Meski diketahui bahwa gula tidak baik untuk kesehatan, banyak orang menganggap bahwa gula tidak berbahaya, paling tidak gula tidak seberbahaya lemak jenuh atau garam.

Gula bisa merupakan silent killer, bahkan hampir tidak ada manfaat kesehatan ketika kita mengonsumsi gula, kecuali memasok banyak energi. Banyak dampak buruk gula jika dikonsumsi berlebihan bagi kesehatan antara lain bisa merusak jantung, membentuk lemak perut, menyediakan makanan bagi sel kanker, menurunkan kemampuan otak, membuat gemuk dan lain-lain.

Saat ini kesadaran masyarakat akan perlunya pemanis alternatif yang lebih sehat semakin meningkat, dan kita pun tetep bisa menikmati makanan dan minuman manis tanpa was-was akan akibat buruk yang ditimbulkan.

Berikut adalah beberapa jenis pemanis yang bisa dijadikan alternatif pengganti gula:

1. Madu

Madu dapat dimanfaatkan untuk menggantikan gula. Pilih madu murni tanpa campuran atau pemrosesan untuk mendapatkan manfaatnya. Madu juga memiliki sifat antibakteri. Karena madu terasa lebih manis daripada gula, maka menggunakan madu akan lebih sedikit daripada gula untuk mendapatkan manis yang sama.

2. Juice buah

Jus buah umum dimanfatkan sebagai pengganti gula. Tapi, sangat penting untuk minum jus buah yang murni bikinan sendiri, tanpa menambahkan gula atau pemanis buatan lainnya. Jangan pilih jus buah dalam kemasan, karena dikhawatirkan mengandung bahan tambahan, mungkin itu pemanis atau pengawet.

3. Molasses

Molase merupakan produk sampingan, berupa tetes tebu, yang didapatkan dari hasil akhir proses pemisahan kristal gula. Molasses tidak hanya memiliki rasa yang manis tetapi juga merupakan sumber yang baik dari zat besi dan kalsium, membuatnya bisa dimanfatkan sebagai pengganti yang sempurna untuk gula. Molasses memiliki cita rasa yang lebih kuat, namun tidak semanis gula.

Umumya, tetes tebu digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk-produk seperti MSG, ethanol, pelet, kecap, lysin dan juga biofuel (bahan bakar alami).

4. Gula Kelapa

Gula kelapa atau gula merah atau gula jawa memiliki indeks glikemik rendah yang baik untuk menjaga kadar gula darah. Gula kelapa merupakan hasil pengolahan nira kelapa yang berasal dari pemotongan manggar bunga kelapa. Gula kelapa berbeda dengan gula aren, gula aren merupakan hasil pengolahan nira dari pohon aren atau enau.

Gula kelapa mengandung zat besi, zinc, kalsium, dan potasium, selain itu juga mengandung asam lemak berantai pendek, polyphenols dan antioksidan yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Gula kelapa juga mengandung serat yang disebut inulin, yang dapat memperlambat penyerapan glukosa dan itulah mengapa gula kelapa memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan gula biasa.

5. Xylitol

Banyak ditemukan dalam permen karet, xylitol atau yang juga dikenal dengan nama gula alkohol ini, biasa digunakan sebagai pemanis alami pengganti gula biasa dengan tingkat kemanisan yang hampir sama dengan gula. Xylitol berasal dari ekstrak tanaman birch, selain itu zat ini dapat dijumpai secara alami pada berbagai buah dan sayuran, seperti buah beri, gandum, sekam jagung, jamur, atau dapat juga diperoleh melalui ekstraksi serat jagung, raspberry, plum, dan biji jagung.

Sebagai obat, xylitol digunakan untuk mencegah infeksi telinga tengah (otitis media) pada anak-anak, dan sebagai pengganti gula bagi penderita diabetes. Xylitol ditambahkan dalam permen karet dan produk perawatan mulut lain untuk mencegah kerusakan gigi dan mulut kering.

6. Kurma

Rasa manis dan kandungan nutrisinya, membuat kurma bisa dijadikan alternatif pengganti gula. Gula kurma bisa dibuat dari kurma kering yang dihaluskan hingga berbentuk bubuk. Buah kurma mengandung gula alami yang tinggi mencapai 80%, sedangkan 20% merupakan protein, lemak dan mineral lain.

Kurma merupakan sumber yang baik dari berbagai mineral penting seperti kalsium, zat besi, fosfor, natrium, kalium, magnesium dan zinc. Kurma juga mengandung vitamin seperti thiamin, riboflavin, niacin, folat, vitamin A dan vitamin K. Selain itu, kurma juga merupakan sumber serat yang baik.

7. Sirup beras merah

Sirup yang terbuat dari beras merah memiliki rasa yang hampir sama dengan karamel dan butterscotch. Satu sendok teh sirup beras merah hanya mengandung sekitar 13 kalori. Tak hanya itu, sirup beras merah juga sangat menyehatkan karena mengandung zinc, magnesium dan sederet vitamin serta nutrisi lainnya.

8. Stevia

Memiliki rasa 150 kali lebih manis dari gula, stevia, yang berasal dari ekstrak daun tanaman stevia asal Amerika Selatan ini banyak digunakan sebagai pengganti gula. Tidak memiliki kandungan kalori dan juga tidak meninggalkan dampak glisemik, membuat stevia cocok untuk pasien diabetes dan untuk mereka yang sedang menjaga dan menurunkan berat badan.

Penggunaan aditif stevia di Amerika Serikat pernah dilarang pada tahun 1991 setelah studi awal menemukan kemungkinan bersifat karsinogenik dan tahun 2008 disetujui kembali sebagai aditif makanan setelah studi tambahan. Uni Eropa menyetujui penggunaan stevia sebagai aditif pada tahun 2011, dan di Jepang, stevia telah banyak digunakan sebagai pemanis selama beberapa dekade.

loading...