Apa yang kita makan, ternyata bisa memiliki pengaruh terhadap gairah seks, umumnya kita mengenal ada makanan yang dapat meningkatkan gairah seks anda atau yang biasa dikenal bersifat afrodisiak. Ternyata ada juga beberapa jenis makanan yang bersifat sebaliknya yaitu dapat menurunkan gairah seksual anda.

Hormon testosteron pada pria dan estrogen pada wanita berperan penting dalam fungsi reproduksi dan seksualitas, ketidakseimbangan hormon tersebut dapat meningkatkan atau menurunkan dorongan seks. Diyakini bahwa jika pada pria terlalu sedikit testosteron dan banyak estrogen dapat menyebabkan menurunnya libido dan disfungsi ereksi.

Beberapa jenis makanan di bawah ini dapat menurunkan gairah seksual anda:

1. Makanan olahan

Makanan olahan seperti roti, fastfood, daging, dll, bisa menurunkan gairah seks anda dapat diproses makanan seperti roti, daging, dll, karena banyak nutrisi yang dibutuhkan untuk produksi yang sehat hormon seks hilang saat memproses makanan.

Pengolahan menghilangkan sebagian besar nutrisi dari bahan makanan itu, misalnya ketika gandum diolah menjadi tepung putih hal ini akan menyebabkan hilangnya mineral seng, sebuah mineral penting untuk seksualitas dan reproduksi laki-laki, sebanyak hampir 3/4 kandungannya.

2. Minuman diet soda

Minuman diet atau soda diet dapat menurunkan gairah seks, hal ini merupakan akibat dari pemanis buatan yang dikandung di dalamnya dapat menurunkan tingkat serotonin dalam otak, yang selanjutnya dapat mempengaruhi libido. Alasan lainnya untuk tidak meminumnya adalah karena minuman soda juga bisa menyebabkan penambahan berat badan, penyakit jantung, stroke dan diabetes type 2.

Bukan hanya soda, semua makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan, terutama aspartame, dapat mempengaruhi kadar serotonin, yang penting untuk kehidupan seksual anda.

3. Microwave popcorn

Popcorn yang dimasak menggunakan microwave juga bisa menurunkan gairah seks anda, hal ini diakibatkan karena kandungan asam perfluoro octanoic yang ditemukan di dalamnya, yang dikaitkan dengan penurunan libido dan ketidaksuburan pada manusia.

4. Udang

Studi menyebutkan bahwa beberapa jenis udang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon seks, sehingga dapat menurunkan gairah seks anda. Hal ini diyakini karena penggunaan zat aditif 4-hexyl resorcinol untuk mempertahankan warna alami udang dan meningkatkan daya tahan kulit udang.

5. Keju

Keju merupakan makanan olahan dari susu sapi, yang bisa mengandung hormon sintetis yang dapat mengganggu produksi testosteron dan estrogen dalam tubuh, yang selanjutnya dapat mempengarhi gairah seks anda.

Susu dan produk turunannya juga mengandung asam laktat yang dapat menurunkan libido anda, demikian menurut Fitness Magazine.

6. Kedelai

Penelitian menunjukkan bahwa pria yang terlalu banyak makan tahu, susu kedelai, kecap, atau produk kedelai lainnya dapat menurunkan kadar testosteron dan bahkan menurunkan jumlah sperma. Dalam sebuah penelitian, makan 120 miligram kedelai per hari memiliki pengaruh negatif dalam aktifitas seksual anda.

Kedelai mengandung fitoestrogen, terlalu banyak makan fitoestrogen bisa mengganggu keseimbangan hormon pada pria dan wanita, yang selanjutnya dapat menekan libido anda.

7. Mint

Mint dikenal dan banyak dimanfaatkan untuk menyegarkan mulut. Tapi bagi pria, mint memiliki efek yang pasti tidak diinginkannya, kandungan mentol dalam mint dapat menurunkan kadar testosteron, yang selanjutnya dapat menurunkan libido pria.

8. Air minum kemasan

Minum air dalam kemasan botol plastik memang praktis tetapi mempunyai resiko dapat menurunkan gairah seks anda. Hal ini dikarenakan kandungan bahan kimia Bisphenol A atau BPA yang biasa ditemukan dalam plastik yang dikaitkan dengan penurunan libido dan kesuburan.

Sebuah studi di Slovenia dalam jurnal Fertility & Sterility menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara konsentrasi urin BPA pada pria dengan jumlah sperma, konsentrasi dan vitalitas yang lebih rendah. Sedangkan pada wanita dengan tingkat BPA yang tinggi dalam tubuh menghasilkan 27 persen telur kurang layak saat diuji selama studi dari Harvard School of Public Health.

loading...