Yodium merupakan mikronutrien esensial yang sangat penting untuk berfungsinya kelenjar tiroid, yang berperan dalam mengatur energi, metabolisme, suhu tubuh, pertumbuhan, fungsi kekebalan tubuh, dan kinerja otak (konsentrasi dan memori).

Kekurangan asupan yodium merupakan permasalahan gizi yang serius. Di masyarakat, kekurangan yodium dikenal sebagai penyebab dari penyakit gondok. Kekurangan yodium juga dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya, antara lain kretenisme, rambut kusam, rapuh dan kebotakan, masalah kulit, buruknya kekebalan tubuh, konsentrasi yang buruk, sembelit, depresi, dan kelelahan ekstrim.

Kekurangan yodium dapat terjadi karena tubuh seseorang kekurangan asupan unsur yodium secara terus-menerus dalam waktu cukup lama. Kekurangan yodium ini dapat terjadi pada semua tingkatan umur, baik pada anak-anak, remaja, dan dewasa. Pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran spontan, lahir mati dan kematian bayi, mempengaruhi otak bayi dan kemungkinan menjadi cebol pada saat dewasa nanti.

Karena masalah kesehatan akibat dari kekurangan yodium ini terjadi dalam waktu yang lama, maka untuk mencegahnya, kita harus mengenali gejala-gejalanya. Gejala kekurangan yodium yang umum berupa pembesaran tiroid, kelelahan, mudah sakit, kulit rusak dan lain-lain.

Berikut adalah beberapa gejala akibat kekurangan yodium:

1. Kelelahan kronis

Mengalami kelelahan setelah beraktifitas fisik berat atau berolahraga merupakan hal yang normal dialami setiap orang. Tetapi jika kita mengalami kelelahan, mengantuk atau lesu yang terjadi terus-menerus setiap saat, mungkin hal ini merupakan tanda-tanda kekurangan yodium dalam tubuh. Kelelahan kronis merupakan tanda dari rendahnya hormon tiroid, suatu hormon yang berperan memberikan energi bagi tubuh, dan sering disertai dengan kelelahan otot secara tiba-tiba.

2. Sembelit

Rendahnya tingkat yodium dapat mempengaruhi fungsi-fungsi dari banyak organ dalam tubuh, salah satunya adalah dapat menyebabkan sembelit. Otot melapisi saluran pencernaan termasuk usus kecil dan besar, otot-otot ini berkontraksi untuk menggerakkan tinja melalui usus ke rektum. Nah, kekurangan yodium dapat melemahkan kontraksi otot-otot ini sehingga menyebabkan tinja bergerak terlalu lambat, dan terjadilah sembelit. Juga, sembelit sering merupakan indikasi dari berbagai masalah kesehatan dan tidak boleh diabaikan.

3. Pembesaran tiroid

Kekurangan yodium dalam tubuh juga dapat menyebabkan pembesaran tiroid, yang umumnya menyebabkan benjolan pada leher. Jika dibiarkan, pembesaran ini dapat menyebabkan kesulitan lain seperti bisa mengalami perubahan suara, kesulitan bernapas dan menelan, serta rasa sesak pada tenggorokan.

4. Ketidakseimbangan emosional

Kekurangan yodium dapat menyebabkan tiroid tidak berfungsi sebagaimana mestinya, seperti diketahui tiroid berperan dalam mengatur energi, metabolisme, suhu tubuh, pertumbuhan, fungsi kekebalan tubuh, dan kinerja otak (konsentrasi, memori, dan lebih). Jadi ketika tiroid tidak berfungsi sebagaimana mestinya, hal ini mungkin untuk menyebabkan terjadinya stres, kecemasan dan bahkan depresi.

Jadi, jika anda merasakan ada ketidakseimbangan emosional dalam keseharian anda, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter.

5. Kulit rusak

Tanda umum lain dari kekurangan yodium adalah kulit kering, iritasi kulit, kulit kasar, kulit bersisik dan kulit terkelupas. Oleh karena itu, asupan yang cukup dari yodium dapat membantu menyehatkan dan mengkilapkan kulit.

6. Imunitas rendah

Rendahnya tingkat yodium juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang, hal ini dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap serangan penyakit.

Yodium berperan sebagai pembersih dari radikal bebas dan merangsang serta meningkatkan aktivitas antioksidan di seluruh tubuh untuk memberikan langkah pertahanan yang kuat terhadap berbagai penyakit termasuk kanker dan penyakit jantung.

7. Kelebihan berat badan

Beberapa studi menemukan bahwa peningkatan berat badan secara mendadak dihubungkan dengan kekurangan yodium. Yodium merupakan mineral yang penting untuk kehidupan manusia; kita membutuhkan cukup yodium dalam tubuh untuk menghasilkan hormon tiroid, yang juga berperan dalam mengatur metabolisme tubuh. Kelenjar tiroid yang kurang aktif bisa menyebabkan retensi air, yang selanjutnya dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan selulit.

8. Rambut rontok

Kelenjar tiroid menggunakan yodium untuk membuat hormon tiroksin dan trilodotyronine, yang mengatur banyak fungsi dalam tubuh, termasuk pertumbuhan rambut. Hormon ini juga mengatur seberapa cepat kita rambut tumbuh, seberapa tebal rambut dan bagaimana tekstur dan warna rambut.

loading...