Ada yang mengatakan bahwa minum air yang terlalu lama direbus atau minum air matang yang dididihkan kembali dapat membahayakan kesehatan. Benarkah demikian?

Mitos bahaya minum air yang direbus terlalu lama atau air yang dididihkan kembali ini berasal dari meningkatnya konsentrasi zat berbahaya jika air direbus terlalu lama atau dididihkan kembali, dan zat berbahaya tersebut memang sebelumnya telah terkandung di dalam sumber air yang dimasak.

Air mentah mengandung berbagai zat dan mineral, bisa juga mikroorganisme yang mungkin berbahaya. Ketika air direbus, mikroorganisme akan mati dan membuat air aman untuk dikonsumsi. Tetapi ketika air mendidih terlalu lama atau air matang tersebut dididihkan kembali, kimia air akan berubah, zat dan mineral yang sebelumnya terkandung dalam air tersebut dapat meningkatkan konsentrasinya dan bisa membahayakan, misalnya arsenik, nitrat dan fluoride, bahkan kalsium.

Sumber air bisa mengandung zat-zat seperti arsenik, nitrat, tembaga, dan logam berat lainnya, baik secara alami maupun karena berasal dari pencemaran atau hal lainnya. Air tanah mengandung nitrat secara alami atau berasal dari pupuk tanaman. Arsenik juga bisa terkandung secara alami dalam air tanah atau berasal dari limbah pertanian atau industri. Tembaga atau lead bisa berasal dari pipa jaringan air minum yang telah berusia tua.

Paparan arsenik dapat menyebabkan keracunan yang dampaknya meliputi gangguan pencernaan, neuropati perifer, gangguan kulit, diabetes, gangguan ginjal, penyakit jantung dan bahkan kanker. Sedangkan nitrat sering dikaitkan sebagai penyebab berbagai macam penyakit seperti leukemia, limfoma non-Hodkin, kanker usus, kandung kemih, kanker ovarium, kanker perut, pancreas dan kanker tenggorokan. Dan, fluoride dikaitkan dengan rendahnya IQ di kalangan anak–anak.

Berikut ini adalah beberapa masalah jika kita minum air yang terlalu lama direbus atau dididihkan kembali:

1. Masalah saluran pencernaan

Kandungan arsenik dalam air rebus yang didihkan kembali dapat menyebabkan masalah pada saluran pencernaan pada orang yang meminumnya. Gejala keracunan arsenik mungkin dimulai dengan sakit perut ringan.

2. Masalah IQ rendah

Membiarkan air mendidih terlalu lama atau memasak lagi air yang telah masak, dapat mnyebabkan terkonsentrasinya fluoride dalam air tersebut. Banyak penelitian telah dilakukan mengenai kontroversi bahaya fluoride dan keberadaanya pada air minum. Hasil penelitian selama 22 tahun dari Universitas Harvard menyimpulkan bahwa kandungan fluoride yang ditemukan dalam air minum mengakibatkan IQ rendah di kalangan anak–anak.

3. Kanker

Nitrat secara alami dapat ditemukan di seluruh bumi, tanah, air dan di udara, akan tetapi nitrat bisa berubah menjadi racun berbahaya bila terkena panas yang sangat tinggi seperti air mendidih. Ketika nitrat terkena suhu tinggi, mereka dikonversi menjadi nitrosamine, senyawa yang bersifat karsigonetik. Nitrat sering dikaitkan sebagai penyebab berbagai macam penyakit seperti leukemia, limfoma non-Hodkin, kanker usus, kandung kemih, kanker ovarium, kanker perut, pancreas dan kanker tenggorokan.

4. Masalah hati

Beberapa tempat di bumi mengandung arsenik secara alami, dan hal ini dapat merembes ke air tanah. Ketika air yang telah matang direbus kembali, hal ini akan meningkatkan konsentrasi arsenik dan dapat beresiko menyebabkan masalah kardiovaskular.

5. Masalah ginjal

Kalsium, yang sebenarnya merupakan mineral yang menyehatkan, bisa beresiko berubah menjadi beracun saat terkonsentrasi. Asupan berlebihan garam kalsium, yang biasanya ditemukan dalam air dan air minum mineral, dapat menyebabkan batu ginjal, pengerasan arteri, arthritis dan batu empedu.

loading...