Plasenta previa adalah lokasi abnormal plasenta di segmen bawah uterus, yang sebagian atau keseluruhannya menutupi os serviks.

Prinsip dasar

Etiologi masih belum diketahui, insiden meningkat sesuai usia, paritas, riwayat seksio sesaria 1 kali 0.65%, 3 kali 2,2% dan 4 kali 10%.

Plasenta letak rendah terdapat pada 28% kehamilan < 24 minggu, karena segmen bawah uterus belum terbentuk. Sesuai dengan membesarnya segmen atas uterus dan terbentuknya segmen bawah uterus maka plasenta akan berpindah posisinya ke atas (migrasi plasenta). Maka USG harus diulang pada kehamilan 32-34 minggu.

Risiko terhadap maternal dan janin: perdarahan pasca bersalin, komplikasi anestesi dan bedah, emboli udara, sepsis postpartum, plasenta akreta, rekurensi 4-8%, prematuritas, IUGR, malformasi kongenital, malpresentasi, anemia janin.

Perdarahan awal ringan, perdarahan ulangan lebih berat sampai syok, umumnya perdarahan awal terjadi pada 33 minggu. Pada perdarahan < 32 minggu waspada infeksi traktus uri & vaginitis, servisitis.

Klasifikasi:

  • Plasenta letak rendah : plasenta pada segmen bawah uterus dengan tepi tidak mencapai ostium internum.
  • Plasenta previa marginalis: tepi plasenta letak rendah mencapai ostium internum tetapi tidak menutupi ostium internum.
  • Plasenta previa partialis: plasenta menutupi sebagian ostium internum.
  • Plasenta previa totalis (komplit): plasenta menutupi seluruh ostium internum.


Diagnosis

  • Perdarahan vaginal merah terang tanpa disertai nyeri pada kehamilan trimester II-III, puncak insiden pada kehamilan 34 minggu.
  • Malpresentasi.
  • USG, plasentografi, MRI.
  • Pemeriksaan spekulum, perabaan fornises dan periksa dalam di meja operasi (PDMO) (double set up).


Manajemen

  • Terminasi per abdominam bila terjadi perdarahan per vaginam masif atau mengancam keselamatan terutama ibu dan janin.
  • Konservasi jika perdarahan sedikit, dan cari tanda infeksi di saluran kemih, cervix dan vagina.
  • Terapi tokolitik, antibiotik, pematangan paru pada janin 28 – 34 minggu, dan persiapkan tranfusi autologus bila Hb ibu > 11 g%.
  • SC elektif pada kehamilan 37 minggu.
  • Perhatian khusus pada plasenta previa pada bekas SC untuk kemungkinan terjadinya plasenta akreta/inkreta/perkreta (insidens meningkat 30%).


Prognosis

Bervariasi tergantung kondisi ibu dan janin dan komplikasi.

Dengan penanggulangan yang baik seharusnya kematian maternal karena plasenta previa rendah sekali, atau tidak ada sama sekali. Sejak diperkenalkannya penanganan pasif atau ekspektatif, kematian perinatal berangsur-angsur dapat diperbaiki. Walaupun demikian, hingga kini kematian perinatal yang disebabkan prematuritas tetap memegang peranan utama

loading...