Kekurangan vitamin tertentu bisa jadi merupakan salah satu alasan di balik terjadinya migrain pada anak-anak dan remaja, demikian menurut sebuah studi.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa rata-rata anak-anak dan remaja yang terkena migrain cenderung mengalami kekurangan vitamin D, riboflavin dan koenzim Q10, suatu vitamin seperti yang ditemukan di setiap sel tubuh yang digunakan untuk menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel.

Studi menemukan bahwa 42 persen dari anak-anak dengan migrain memiliki kadar riboflavin di bawah normal, di mana mereka tidak mengasup jumlah yang dianjurkan.

Sebanyak 71 persen dari anak-anak dengan migrain juga memiliki tingkat CoQ10 di bawah jumlah yang disarankan, dan 91 persen memiliki kadar vitamin D yang berada di bawah ambang batas.

Sementara anak dan remaja perempuan lebih cenerung pada kekurangan koenzim Q10, pada anak dan remaja laki-laki lebih mungkin untuk kekurangan vitamin D.

Selanjutnya, migrain kronis lebih mungkin terjadi pada orang yang mengalami kekurangan koenzim Q10 dan riboflavin, dibandingkan dengan migrain episodik.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan apakah suplemen vitamin akan berdampak efektif pada orang yang memiliki migrain secara umum.

Penemuan ini menunjukkan bahwa kekurangan vitamin pada anak-anak dan remaja dapat menjadi salah satu penyebab migrain, dan menunjukkan bahwa kekurangan vitamin dapat berkontribusi pada sakit kepala.

Anak-anak dengan migrain yang ditemukan kekurangan vitamin dapat segera mengasup makanan sehat dan mengonsumsi suplemen vitamin yang dianjurkan dokter.

Dalam studi ini, para peneliti menggunakan database 7.800 pasien anak-anak, remaja dan dewasa muda yang telah mengembangkan migrain.

Sebelum anak-anak mendapatkan resep obat atau suplemen untuk meredakan migrain, mereka telah menjalani tes darah untuk memeriksa kadar mereka vitamin D, riboflavin (vitamin B2), folat, dan koenzim Q10.

loading...