Bila kita mendengar kuman, pasti yang terbayang adalah suatu mahluk kecil yang kotor dan sumber penyakit. Ada kuman yang menyebabkan penyakit dan infeksi bila mereka masuk ke dalam tubuh, misalnya bakteri Salmonella yang bisa meracuni makanan dan virus Rhinovirus penyebab demam. Selain itu banyak juga kuman yang tidak membahayakan manusia, bahkan beberapa jenis sangat berguna, seperti yang ada pada sistem pencernaan.

Kuman bisa hidup dimana saja di dalam rumah dan kuman bisa menyebar dengan mudah melalui berbagai media. Penyebaran kuman bisa dicegah dengan membersihkan rumah dan perabotannya. Membersihkan rumah, yang berarti juga membersihkan kuman, wajib dilakukan secara rutin untuk melindungi kesehatan keluarga.

Ada banyak mitos dan kesalahpahaman tentang cara efektif membasmi kuman. Berikut adalah beberapa mitos umum dan fakta-faktanya.

1. Bakteri itu berbahaya?

Mitos: Mayoritas bakteri yang ada di bumi menyebabkan timbulnya penyakit dan membahayakan orang.
FAKTA: Sebagian besar bakteri malah tidak begitu berbahaya. Bahkan, banyak bakteri sangat penting bagi kelangsungan kehidupan di bumi.

2. Produk pembersih mampu membasmi kuman?

Mitos: Membersihkan dan mendisinfektan itu serupa. Pembersihan membunuh kuman dan disinfektan memastikan mereka tidak datang kembali.
FAKTA: Membersihkan dengan menggunakan produk pembersih sebenarnya tidak membunuh kuman, tetapi membuang zat yang tidak diinginkan. Produk pembersih yang efektif itu menghambat perkembangbiakan kuman dengan menyerang sumber nutrisinya, tetapi mereka tidak membasmi kuman.

3. Sanitizer dan disinfektan sama?

Mitos: Upaya sanitasi sama efektifnya dengan pembersih disinfektan.
FAKTA: Mensanitasi yaitu menghilangkan mikroba dari suatu obyek, mengurangi populasi mikroba dengan membunuh 99,9% patogen yang ditargetkan. Sementara disinfektan membasmi sebagian besar organisme patogen dari benda mati. Disinfektan memberikan tingkat pembunuhan kuman yang lebih tinggi dibandingkan membersihkan atau mensanitasi.

4. Membersihkan dapat dengan pemutih?

Mitos: Pemutih dari klorin merupakan pembersih dan disinfektan yang efektif.
FAKTA: Pemutih dari klorin efektif terhadap berbagai kuman. Perlu diketahui bahwa pemutih klorin tidak bekerja secara efektif bila adanya tanah organik pada benda yang akan dibersihkan. Oleh karena itu, tanah di permukaan harus dibersihkan sebelum larutan pemutih dapat memberikan sanitasi atau disinfektan yang efektif.

5. Lebih banyak cairan pembersih lebih bagus?

Mitos: Menggandakan larutan disinfektan akan menggandakan efektivitasnya.
FAKTA: Disinfektan ataupun sanitizer dibuat untuk bekerja secara efektif pada rasio pengenceran yang tercantum pada label produk.
Menggandakan larutan 2 kali lipat tida akan meningkatkan pembunuhan kuman. Selain jadi pemborosan, bahan berlebih dari desinfektan akan membuat permukaan lengket, berubah warna dan cenderung menarik kotoran. Desinfektan dan pembersih harus dicampur sesuai dengan petunjuk label. Mencampur mereka terlalu kuat atau terlalu lemah dapat mempengaruhi kinerja mereka dan menyebabkan konsekuensi negatif.

6. Cara paling efektif mengendalikan persebaran kuman?

Mitos: Penggunaan disinfektan adalah cara yang paling efektif untuk mengendalikan penyebaran kuman.
FAKTA: Mencuci tangan adalah strategi yang paling efektif dalam mengurangi paparan kuman. Kedua, mengenakan sarung tangan saat membersihkan atau menangani benda yang terkontaminasi dengan kuman.

7. Bahayakah spora jamur?

Mitos: Mayoritas spora jamur yang ditemukan dari dalam bangunan itu beracun dan berbahaya bagi manusia.
FAKTA: Sebagian besar spora jamur tidak beracun dan memiliki risiko yang relatif rendah terhadap manusia. Namun, ada beberapa bentuk spora jamur yang sangat beracun dapat menimbulkan resiko tinggi bagi manusia.

loading...