Daging, kita biasa menemuinya dalam berbagai jenis masakan, baik tradisional maupun modern seperti rendang, bakso, steak, semur, maupun berbagai jenis masakan lainnya. Daging merupakan salah satu jenis bahan masakan yang paling disukai, karena selain lezat dan gurih, daging juga menyediakan kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.

Di dunia ini, lebih dari setengah dari populasi dunia adalah non-vegetarian, maka tidaklah mengherankan bahwa terdapat banyak hidangan berbasis daging yang sangat menggoda selera.  Daging sapi, ayam dan ikan, dengan berbagai variasi rasa dan style yang luar biasa, banyak tersebar mendominasi hidangan kuliner di seluruh penjuru dunia. Sangat sulit sekali untuk mengubah kebiasaan makan daging menjadi vegetarian, yang diyakini lebih sehat itu.

Banyak alasan pecinta daging untuk beralih makan sayuran, salah satunya adalah takut kekurangan protein. Makan daging diyakini lebih kaya protein dan nutrisi lainnya, namun banyak dari kita mungkin tidak tahu bahwa terdapat efek negatif bagi yang memakan daging setiap harinya. Ada banyak perubahan positif yang mungkin terjadi setelah orang-orang mulai menghilangkan daging dari menu makanan mereka. Penelitian telah membuktikan bahwa menjadi vegetarian lebih banyak efek positifnya daripada negatifnya bagi tubuh.

Berikut adalah beberapa manfaat bagi anda jika berhenti makan daging:

1. Mengurangi asam perut

Para ahli mengklaim bahwa produk makanan berbasis daging bisa merangsang produksi asam di perut, yang dapat menyebabkan penyakit seperti kelebihan keasaman, mulas, sakit kepala, sakit perut, dll. Sementara diet nabati dikenal untuk melawan produksi asam di perut anda.

2. Menurunkan berat badan

Sebuah kelompok riset populer melakukan penelitian di mana mereka mengamati bahwa ketika pemakan daging benar-benar beralih ke diet nabati, bobot mereka turun jauh tanpa banyak usaha. Jadi, jika anda sedang berjuang untuk menurunkan berat badan, berhenti makan daging bisa menjadi solusi yang sehat.

Sebuah studi berskala besar selama lima tahun yang dipublikasi dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics di 2013 mengungkap, mereka yang tidak makan daging memiliki rata-rata indeks massa tubuh (IMT) yang lebih rendah daripada mereka yang makan daging. Selain itu, studi juga menemukan, orang obesitas yang melakukan diet vegetarian cenderung lebih banyak mengurangi berat badannya daripada mereka yang berdiet namun tetap makan daging.

3. Pencernaan lebih sehat

Dikatakan bahwa dibandingkan dengan non-vegetarian, orang-orang yang hidup pada diet nabati memiliki riwayat pencernaan yang bersih. Diet vegetarian membantu dalam meningkatkan pertumbuhan bakteri sehat, yang dapat mencegah gangguan pencernaan, sedangkan diet berbasis daging dapat membahayakan usus karena pengawet dan hormon yang digunakan dalam produk hewani.

4. Kulit lebih baik

Studi tertentu telah menunjukkan bahwa hormon yang disuntikkan ke hewan sebelum dikonsumsi dapat mempengaruhi kulit manusia dengan menyebabkan kondisi seperti jerawat, rosacea, eksim, dll. Beralih ke diet vegetarian, seperti sayuran yang kaya antioksidan dan serat, dapat membantu membuat kulit anda menjadi lebih sehat.

5. Mengurangi resiko diabetes tipe 2

Studi yang dilakukan American diabetes Association menemukan, pelaku diet vegeratian memiliki penurunan risiko sindrom metabolik, salah satu faktor risiko yang berhubungan dengan diabetes tipe 2, stroke, dan penyakit jantung. Studi menemukan, orang yang menghindari makan daging merah dan ayam rata-rata tekanan darah, gula darah, dan trigliseridanya lebih rendah dibandingkan mereka yang makan daging.

Studi penelitian telah menemukan bahwa risiko diabetes tipe 2 jauh lebih tinggi pada orang yang makan daging bila dibandingkan dengan orang yang vegetarian. Alasan untuk ini terkait dengan hormon yang ditemukan dalam daging dan juga zat besi dan nitrat, terutama di daging merah.

6. Mengurangi kolesterol darah

Makanan berbasis daging sangat tinggi kandungan lemak jenuhnya, yang dikenal dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Ketika kadar kolesterol dalam darah meningkat, hal itu dapat menyebabkan kondisi serius seperti obesitas, stroke, penyakit jantung, dll.

7. Mengurangi resiko infeksi

Para ahli berpendapat bahwa menjadi vegetarian dapat mengurangi infeksi dan peradangan yang mungkin terjadi pada tubuh. Jika hewan mengidap infeksi tertentu, mungkin bisa langsung ditransfer ke tubuh manusia setelah kita memakan dagingnya. Diet murni nabati juga dikenal lebih efektif untuk mengurangi peradangan dan luka.

8. Gen yang sehat

Peneliti mengklaim, bahwa diet yang berbasis nabati juga bisa membuat gen atau DNA lebih sehat. Antioksidan dan nutrisi yang ditemukan dalam sayuran juga dapat membantu memperbaiki kerusakan DNA dan mengurangi produksi sel-sel kanker. Juga, diet nabati membantu jaringan menua lebih lambat, sehingga menjaga kita muda untuk jangka waktu yang lebih lama.

9. Tekanan darah menurun

Menurut sebuah studi yang dipublikasi dalam jurnal Public Health Nutrition, pelaku diet vegetarian dan vegan cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibanding dengan pemakan daging. Para peneliti mengatakan, ini karena mereka lebih banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.

10. Bau tubuh lebih baik

Sebuah studi yang dipublikasi dalam jurnal Chemical Senses menemukan, orang yang tidak makan daging cenderung memiliki bau tubuh yang lebih baik dan menarik, terutama bagi lawan jenis. Bahkan wanita yang tidak makan daging dianggap lebih menarik dengan bau badan lebih sedap.

11. Resiko kanker menurun

Para peneliti asal Loma Linda University menemukan adanya hubungan antara diet vegan dengan penurunan risiko semua tipe kanker. Dalam studi yang berperiode 10 tahun tersebut, mereka menganalisa data dari 70.000 orang yang tidak makan daging.

loading...