Ada banyak cara menyaring air agar air bebas dari kuman. Beberapa penyaring, seperti penyaring keramik, membutuhkan peralatan khusus. Penyaring yang lain tidak membutuhkan peralatan khusus dan dapat dengan mudah menyaring air dalam jumlah sedikit atau banyak sebelum dilakukan pembasmian kuman.

1. Penyaring dari kain

Di Bangladesh dan India, Sebuah penyaring terbuat dari kain tenun halus digunakan untuk menyingkirkan kuman kolera dari air minum. Mengingat kuman kolera sering menempel pada hewan kecil yang hidup di air maka dengan menyaring hewan ini berarti juga menyaring sebagian besar kuman kolera. Cara ini juga dapat menyaring cacing guinea. Anda dapat membuat kain penyaring dari saputangan, kain sprei, atau bahan lainnya seperti kain yang digunakan untuk membuat sari (pakaian perempuan di India). Kain yang sudah lama berfungsi lebih baik daripada kain yang masih baru karena pada kain lama lubang-lubang pada tenunannya lebih kecil dan lebih baik untuk menyaring.
1. Biarkan air mengendap di dalam wadah sehingga padatan tenggelam di dasar wadah.
2. Lipat kain 4 kali dan regangkan atau ikat di mulut wadah lain atau botol air.
3. Tuangkan air perlahan dari wadah yang pertama melalui kain ke dalam wadah kedua atau botol air.

Gunakan selalu sisi kain yang sama, jika dibalik maka kuman-kuman dapat masuk ke dalam air. Setelah digunakan, kain dicuci dan jemur sampai kering di bawah sinar matahari untuk membunuh kuman-kuman yang mungkin tertinggal di kain. Pada musim hujan, basmi kuman di kain dengan pemutih pakaian. Wadah yang dipakai untuk menyimpan air harus dicuci paling sedikit setiap 2 atau 3 minggu.

2. Penyaring dari keramik

Penyaring air kecil dapat dibuat dari tanah lempung yang dibakar dan dilapisi dengan koloid perak (suatu bahan yang dapat membunuh kuman-kuman). Dengan pelatihan dasar, setiap pengrajin tembikar dengan mudah dapat membuat penyaring ini.



3. Cara membuat penyaring dari arang

Penyaring ini mudah dibuat dan membersihkan sebagian besar kuman dalam air yang tidak terlalu banyak.
Bahan: 2 ember logam atau plastik, palu dan 1 atau 2 paku besar, seember pasir kasar (bukan pasir laut), ¼ ember arang kayu.
1. Buat lubang-lubang di dasar salah satu ember kemudian cuci embernya. Ini sekarang menjadi ember penyaring.
2. Bersihkan pasir dengan cara membilasnya di dalam air dan buang airnya, berulang kali sampai air buangannya jernih.
3. Pecahkan arang menjadi kepingan kecil-kecil. Arang aktif bekerja paling baik, tapi arang kayu biasa juga dapat dipakai. Jangan gunakan arang briket karena beracun!
4. Masukkan selapis pasir yang sudah dicuci setebal 5 cm ke dalam amber penyaring dan siram air ke atasnya. Air akan mengalir keluar melalui lubang-lubang. Jika tak ada air yang mengalir keluar, besarkan lubang-lubangnya. Jika pasir yang keluar, artinya lubang-lubangnya terlalu besar. Bila ini yang terjadi, pindahkan pasirnya, letakkan selembar kain tipis di atas lubang-lubang, dan isikan ulang pasir.
5. Masukkan selapis pecahan arang setebal kira-kira 8 cm di atas pasir. Lalu isikan lebih banyak lagi pasir ke dalam ember penyaring sampai setinggi 10 cm di bawah bibir ember.
6. Letakkan 2 batang kayu di atas ember kedua dan letakkan ember penyaring di atas kedua batang kayu. Tuang air bersih melalui ember penyaring beberapa kali sampai air yang keluar ke dalam ember penampung berwarna bening. Sekarang penyaringnya siap digunakan.
7. Untuk menggunakan penyaring ini, diamkan dulu air yang Anda ambil sampai mengendap sebelum menuangnya ke dalam ember penyaring. Air minum dikumpulkan di dalam ember yang dasarnya bersih. Untuk lebih aman lagi, setelah disaring, basmi kuman-kuman di dalam air (lihat halaman 97 sampai 99).
Karena kuman-kuman yang tersaring akan tumbuh pada pecahan arang, maka penting untuk memindahkan kemudian mencuci arang setiap beberapa minggu jika penyaring digunakan setiap hari, atau setiap kali penyaring tidak digunakan selama beberapa hari.

4. Penyaring pasir lambat skala rumah tangga

Ini salah satu penyaring yang paling aman. Paling efektif, dan cara paling murah menyaring air untuk keperluan rumah tangga. Penyaring ini dapat membersihkan air cukup untuk keperluan sebuah keluarga kecil (minimal 50 liter per hari).
1. Bersihkan sebuah wadah 200 liter yang rapat dan bersihkan kumannya dengan bubuk pemutih pakaian. Pastikan wadah tidak mengandung bahan-bahan beracun.
2. Bor sebuah lubang pada ¼ sampai 1/2 bagian tinggi dari bagian atas wadah untuk tempat katup atau kran. Ukuran lubang harus disesuaikan dengan ukuran kran. (Misalnya, ukuran kran 12 mm, maka diameter lubang harus 12 mm.)
3. Pasang kran ke lubangnya dan dudukkan pada tempatnya menggunakan dempul. Jika menggunakan wadah dari batu bata maka katup dapat disemen ke dindingnya.
4. Siapkan sebuah selang air. Bor atau tusuk selang untuk membuat beberapa lubang kecil pada 35 cm pertama panjangnya, tutup ujungnya, dan letakkan melingkar di bagian dasar wadah dengan lubang-lubangnya menghadap ke bawah.
5. Pasang ujung selang (ujung yang tak ada lubang-lubangnya) ke kran. Ikat sambungan selang dengan kran menggunakan lem pipa atau kawat.
6. Masukkan selapis batu kerikil bersih (sudah dicuci) setebal 7 cm pada dasar wadah untuk menutupi selang air yang melingkar. Tutup lapisan batu kerikil dengan kain halus dan penuhi wadah dengan pasir sungai bersih (sudah dicuci) setebal kira-kira sampai 10 cm di bawah kran. Kemudian tutup pasir dengan kain halus yang kedua.
7. Buatlah tutup untuk wadah ini, dengan sebuah lubang di tengahnya untuk tempat menuang air. Letakkan sebuah batu atau piring tepat di bawah lubang untuk mencegah pasir terpencar ketika air dituangkan.
8. Siram penyaring ini dengan air. Begitu penyaring selesai dibersihkan, maka ia siap digunakan.



Untuk menggunakan dan memelihara penyaring pasir lambat

Setelah beberapa hari digunakan, selapis busa hijau (bakteri dan ganggang) akan tumbuh di bagian atas pasir. Ini akan membantu membersihkan air, jadi jangan dibuang. Agar busa ini berfungsi, pasir harus selalu tertutup air. (Inilah alasannya mengapa kran dipasang di atas lapisan pasir.) Penuhi penyaring ini setiap hari dan buang sedikit air saja. Jika air di dalam penyaring dikosongkan maka tidak akan berfungsi dengan baik, dan harus dibersihkan dan diisi lagi.
Endapkan dulu padatan di dalam air sebelum menuangkan airnya ke dalam penyaring. Hal ini akan mengurangi pencucian penyaring karena air akan lebih bersih ketika dimasukkan ke dalam penyaring. Membiarkan air mengalir seperti air terjun ketika Anda menuangkannya akan menambah udara ke dalam air dan membuat rasa air lebih baik.
Bila aliran air dari kran melambat, bersihkan penyaringnya. Keluarkan semua air dan buang lapisan hijau serta pasir sekitar 1 cm dari atas. Setelah beberapa kali pembersihan, bila sudah lebih dari setengah pasir yang dibuang, ganti semua pasir dan batu kerikilnya dengan pasir dan batu kerikil baru yang sudah dicuci dan mulai lagi dari awal. Hal ini perlu dilakukan 1 atau 2 kali setahun.

5. Penyaring arsenik

Untuk menyaring arsenik dari dalam air, tambahkan satu wadah yang penuh berisi paku besi di atas sebuah penyaring pasir lambat. Gunakan 3 sampai 5 kg paku besi ukuran paling kecil. Jangan menggunakan paku galvanisasi (berlapis seng) karena paku harus dapat berkarat agar penyaringan berhasil. Arsenik akan terikat pada karat yang terjadi pada paku besi, dengan demikian terbuang dari air minum.

PENTING: Cara-cara menyaring di atas TIDAK AKAN membuat air aman dari bahan kimia beracun.

loading...