Ventilasi adalah jalan masuk udara segar ke dalam ruangan rumah atau gedung, dan jalan keluar bagi udara kotor. Jika sebuah rumah berventilasi buruk, asap dan udara kotor terperangkap di dalam rumah. Ventilasi yang buruk juga menahan kelembaban di dalam rumah, yang menimbulkan jamur dan lembab. Cara paling mudah untuk mengurangi polusi udara di dalam rumah adalah dengan memperbaiki ventilasi.

Untuk mengetahui apakah rumah anda mempunyai ventilasi yang buruk, periksa apakah ada tanda-tanda ini:

  • Asap tetap berputar di dalam rumah, atau eternit menjadi hitam akibat asap dapur atau pemanas ruangan.
  • Jendela atau dinding basah dan lembab.
  • Jamur tumbuh pada pakaian, tempat tidur, atau dinding.
  • Bau yang tak sedap dari WC atau selokan menetap di dalam rumah.
  • Jika anda masak menggunakan gas dan sering menderita pusing atau limbung, ini mungkin suatu tanda ventilasi yang buruk atau kebocoran gas.


Berikut adalah beberapa akibat dari buruknya sistem ventilasi rumah:

1. Polusi asap pembakaran

Saat anda membakar kayu, batu bara, arang atau bahan bakar lainnya di dalam rumah untuk memasak atau menghangatkan ruangan tanpa ventilasi yang baik, asap akan memenuhi rumah. Asap ini mengandung gas-gas berbahaya (uap) dan partikel-partikel halus (jelaga) yang menyebabkan gangguan pernapasan dan penyakit lainnya. Sakit kepala, pusing, dan kelelahan seringkali diikuti oleh penyakit serius seperti asma, pneumonia, bronkhitis, atau kanker paru-paru. Polusi udara di dalam rumah yang berasal dari asap api juga dapat meningkatkan resiko menderita TBC.

Kaum perempuan dan anak-anak adalah yang paling banyak terpapar asap dapur yang berbahaya. Wanita hamil yang terpapar banyak asap setiap hari, kelak dapat menyebabkan bayinya lahir sangat kecil, lambat tumbuh, dan mengalami sulit belajar. Pada banyak kasus, bahkan dapat menyebabkan bayi lahir mati.

2. Keracunan karbon monoksida (CO)

Kompor atau peralatan lain yang membakar gas alam, bahan bakar gas cair (elpiji), minyak, minyak tanah, batu bara, arang, atau kayu dapat menghasilkan karbon monoksida (CO), suatu gas beracun yang tidak berwarna, tak terasa, dan tak berbau. CO juga dihasilkan oleh mesin mobil.

Orang sering menutup rapat sebuah ruangan agar tetap hangat atau menghemat bahan bakar. Tetapi pemanasan tanpa ventilasi dapat membahayakan. Di dalam ruangan berventilasi buruk, CO dapat menyebabkan penyakit serius atau bahkan kematian.

Tanda-tanda keracunan CO mula-mula tampak seperti flu tetapi tanpa demam. Tanda-tandanya antara lain sakit kepala, kelelahan, napas pendek, mual, dan pening.

3. Asap rokok

Merokok tembakau dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan bagi perokok dan orang lain yang terpapar asapnya. Jika ventilasi buruk, asap rokok tidak mudah keluar ruangan dan terus berputar-putar sampai akhirnya terhisap ke sistem pernafasan kita.

Gangguan kesehatan akibat rokok antara lain:

  • penyakit paru-paru yang serius, seperti kanker paru-paru, penyakit paru-paru bengkak, dan bronkhitis kronis.
  • penyakit jantung, serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.
  • kanker mulut, tenggorokan, leher dan kandung kemih.


4. Tuberkulosa (TBC)

Tuberkulosa (TBC) adalah suatu penyakit yang paling sering menyerang paru-paru. Penyakit ini menular dengan mudah dari orang ke orang karena bila seorang penderita TBC batuk, kuman-kumannya melayang di udara dan hidup selama beberapa jam dan membiarkan orang lain menghirupnya.

TBC menyebar dengan cepat di pemukiman padat, di pabrik-pabrik, perkampungan pekerja, penjara, perkampungan pengungsi, dan tempat-tempat lain di mana orang tinggal dan bekerja berdekatan dan hanya ada sedikit ventilasi. Ventilasi yang baik akan mempercepat menjauhnya atau menghilangnya kuman-kuman yang melayang di udara.

5. Alergi

Alergi adalah tanda-tanda reaksi tubuh terhadap sesuatu yang tidak dapat diterima oleh tubuh. Alergi seringkali sulit dikenali dan diobati karena tanda-tandanya sama dengan beberapa penyakit yang umum terjadi. Reaksi alergi yang umum terjadi antara lain kesulitan bernapas, batuk, tenggorokan gatal, pilek, kelelahan, mata merah atau gatal, dan ruam kulit.

Ada banyak hal di dalam rumah yang dapat menyebabkan alergi, seperti bahan-bahan pembersih, bahan kimia pada karpet atau mebel, jamur, serbuk sari, bulu binatang, bulu ayam, sampah, debu dan debu tungau, kecoa, tikus, curut, dan hama-hama lainnya. Ventilasi yang baik akan menghilangkan penyebab alergi dan menjadikan udara lebih segar.

6. Debu dan debu tungau

Debu tungau sangat kecil, hama yang tak terlihat tapi merupakan penyebab terbesar alergi di dalam rumah. Debu tungau mengiritasi mata, hidung dan menyebabkan asma. Debu tungau tinggal di dalam lingkungan yang hangat dan lembab yang penuh debu seperti bantal-bantal tempat tidur, matras, karpet, mainan anak, pakaian, dan perabot rumah.

Membersihkan kamar tidur dan tempat tidur akan membantu mengurangi debu, debu tungau, dan bulu binatang. Menutup rapat matras dan bantal-bantal dengan kain tenun atau plastik, dan mencuci penutupnya secara periodik akan membantu mengusir debu tungau. Jika seseorang di dalam rumah alergi terhadap debu dan debu tungau, Anda mungkin harus menghindari membeli karpet, permadani, atau perabotan rumah lain yang terbuat dari kain.

Ventilasi yang baik akan menghilangkan debu keluar rumah dan menjadikan udara lebih segar.

7. Jamur

Jamur adalah tanaman sederhana yang tumbuh di tanah dan tanaman lain. Di rumah, jamur tumbuh di dinding, pakaian, makanan yang sudah lama atau basi, dan di setiap tempat yang lembab. Jamur sering juga disebut ‘lumut’. Kebanyakan jamur dan lumut terlihat seperti tepung hitam atau kuning, dengan benang-benang halus, atau rambut-rambut halus berwarna putih dan biru.

Di luar rumah, keberadaan jamur penting bagi lingkungan. Jamur membantu pembusukan jasad-jasad mati dan mengembalikannya ke tanah. Tetapi jamur melepaskan spora-spora halus yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi orang yang menghirupnya. Jamur juga merusak tempat tumbuhnya, sehingga keberadaan jamur di dalam rumah menjadi tidak baik.

Jamur menyebabkan kesulitan bernapas, sakit kepala, iritasi kulit, dan dapat memicu serangan asma dan reaksi alergi. Paparan beberapa jamur membawa akibat gangguan kesehatan yang serius dan kematian, terutama pada bayi, meski ini jarang terjadi. Terutama orang dengan HIV sangat peka terhadap gangguan kesehatan yang disebabkan oleh jamur.

loading...