Air sangat vital bagi kehidupan manusia, tubuh mengandung 90% air. Air dalam tubuh berperan penting dalam proses pencernaan, penyerapan, transportasi nutrisi, sirkulasi, mengeluarkan zat sisa metabolisme, mempertahankan suhu pada tubuh, dan lain-lainnya. Kekurangan cairan tubuh, akan mengganggu proses-proses di dalam tubuh.

Dalam menjaga kesehatan tubuh, terdapat peran air yang bahkan lebih baik daripada tindakan medis, baik melalui air minum maupun air bersih untuk mandi dan cuci. Beberapa penyakit atau gangguan kondisi tubuh dapat diatasi dengan air, bahkan tanpa pengobatan medis sekalipun.

Berikut adalah beberapa keadaan ketika air lebih berguna dibanding pengobatan medis:

1. Dehidrasi

Dehidrasi merupakan gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini terjadi ketika pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan (misalnya minum). Penyebab tersering dehidrasi diantaranya diare, muntah, demam atau berkeringat berlebihan. Tidak minum cukup air selama cuaca panas atau olahraga berlebih juga dapat menyebabkan dehidrasi.

Berikan banyak asupan cairan pada orang dengan tanda dehidrasi, minuman rehidrasi merupakan yang terbaik, selain itu juga dapat diberikan sereal atau bubur encer, teh, sup, atau bahkan air biasa. Minuman rehidrasi misalnya oralit dan air kelapa.

Berikan orang yang dehidrasi seteguk minum setiap 5 menit, siang dan malam, sampai ia mulai buang air kecil secara normal. Orang dewasa membutuhkan 3 liter atau lebih air minum sehari. Anak kecil biasanya membutuhkan setidaknya 1 liter sehari.

2. Diare

Minum air putih yang banyak sangat disarankan untuk penderita diare. Hal ini berguna untuk mengganti cairan tubuh yang hilang bersama buang air besar. Diare dapat menyebabkan dehidrasi pada tubuh jika kurang minum air. Air putih juga akan membantu untuk mendorong racun dalam bentuk diare bakteri dalam tubuh kita, sehingga air sangat baik untuk membantu menyembuhkan diare.

Idealnya, semua air yang tidak berasal dari sistem air murni harus direbus, disaring, atau dimurnikan sebelum diminum. Hal ini sangat penting terutama untuk anak-anak kecil, orang dengan HIV, dan saat-saat merebaknya diare atau kasus tifoid, hepatitis, atau kolera. Namun, untuk mencegah penyakit, memiliki cukup air lebih penting daripada memiliki air murni.

Sebuah cara yang baik dan murah untuk memurnikan air aalah dengan menempatkan air di tempat yang bersih, botol bening atau kantong plastik bening dan membiarkannya terkenandi sinar matahari secara langsung selama minimal 6 jam. Jika cuca mendung berawan, biarkan air terkena sinar matahari selama minimal 2 hari. Metode ini akan membunuh sebagian besar kuman di dalam air.

3. Infeksi kulit

Mandi sangat baik untuk kesehatan kulit, mandilah setiap hari ketika cuaca panas, setelah bekerja keras atau berkeringat. Sering mandi membantu mencegah infeksi kulit, ketombe, jerawat, gatal, dan ruam. Orang sakit, termasuk bayi, harus dimandikan setiap hari.

4. Demam

Siapapun yang terkena demam harus minum banyak air, jus, atau cairan lainnya. Untuk anak-anak kecil, terutama bayi, air minum harus direbus terlebih dahulu (dan kemudian didinginkan). Pastikan anak buang air secara teratur. Jika anak jarang buang air dan atau urin berwarna gelap, memberikan lebih banyak air minum.

5. Batuk, asma, bronkitis, pneumonia, dan batuk rejan

Untuk mengatasi lendir dan meringankan segala jenis batuk, minumlah banyak air. Minum air bekerja lebih baik daripada obat apapun, demikian juga menghirup uap-uap air panas. Duduk di kursi dengan ember air yang sangat panas di kaki anda. Tempatkan sehelai kain tipis di atas ember untuk menangkap uap saat naik. Menghirup uap dalam-dalam selama 15 menit, ulangi beberapa kali sehari. Beberapa orang juga terkadang menambahkan daun mint atau eucalyptus, tetapi 'hanya' air panas juga bekerja dengan baik . Perhatian: Jangan menambahkan kayu putih atau VapoRub jika orang tersebut menderita asma, hal ini akan membuat keadaan menjadi lebih buruk.

6. Mengeluarkan racun dalam tubuh

Dengan mengkonsumsi air putih sesuai yang dibutuhkan oleh tubuh perhari, maka racun yang terdapat dalam tubuh akan dikeluarkan melalui urine maupun keringat. Hal ini tentunya tidak akan terjadi apabila kekurangan cairan.