Kalium atau potassium sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh tetap optimal. Kalium berperan membantu otot dan jantung agar berfungsi normal. Dan tanpa jumlah asupan kalium yang tepat, jantung dan sistem saraf kita tidak akan berfungsi. Manfaat lain adalah, bersama-sama dengan magnesium dan kalsium, kalium menjaga kesehatan tulang, yang akan membantu menghindari lemahnya tulang di kemudian hari.

Kalium Pada Label Kemasan Produk

Pada makanan yang dikemas biasanya tercantum label kandungan nutrisinya, sayang sekali penyederhanaan label sering menghilangkan informasi tentang kandungan kalium pada makanan, kecuali pada makanan yang kandungan kaliumnya signifikan. Atau jika produsen memasarkan produk yang rendah garam, karena studi menunjukkan cara yang efektif untuk mengurangi tekanan darah adalah dengan mengonsumsi makanan rendah sodium dan tinggi kalium. Jadi, pada produk seperti saus tomat tanpa garam, sarden, buncis atau kacang panggang,  anda akan melihat kalium tercantum pada label gizi.

Berapa Banyak Kalium Yang Saya Butuhkan?

Wanita membutuhkan 2.800 mg sehari sedangkan pria membutuhkan lebih banyak, sekitar 3.800 mg per hari atau minimal 2.000 mg. Anak-anak membutuhkan lebih sedikit, karena mereka memiliki berat badan yang lebih rendah.

Sayuran dan buah adalah sumber terbaik kalum, sehingga perbanyaklah konsumsi sayuran setiap harinya. Kadar kalium yang tinggi terdapat dalam sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung, dan juga dalam kentang, alpukat, mentimun, tomat dan labu.

Pisang dan buah kering seperti aprikot atau kismis juga merupakan sumber kalium yang sangat kaya. Susu rendah lemak, daging, ikan dan kacang-kacangan termasuk buncis dan lentil, juga merupakan sumber kalium yang baik.

Makanan Sumber Kalium

Banyak dari kita mengasosiasikan kalium dengan pisang (yang masing-masing mengandung sekitar 450mg per 100gr), tapi ternyata alpukat memiliki kandungan kalium dua kali lipatnya. Sukun bahkan mengandung sekitar 1.000 mg, kurma sekitar 956 mg dan markisa sekitar 850 mg.

Sedangkan dari kelompok sayuran,  kentang mengandung 945 mg, rebung 645 mg, buncis 650 mg, bokchoy 630 mg, talas 620 mg, dan ubi jalar 550 mg. Sayuran lain seperti labu kuning, seledri, lobak dan sawi juga merupakan sumber kalium yang baik.

Penyakit Yang Berhubungan dengan Kekurangan Kalium

Kalium memang sangat penting untuk tubuh dan kekurangan kalium bisa menjadi bahaya untuk kesehatan tubuh. Seseorang mungkin tidak akan pernah menyadari jumlah kalium yang rendah hingga menjalani pemeriksaan medis. Jadi Anda tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa kalium Anda rendah hanya dengan melihat gejalanya saja. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang berhubungan dengan jumlah kalium yang rendah.

1. Hipokalemia

Hipokalemia adalah sebuah kondisi yang digambarkan dengan rendahnya jumlah kalium dalam darah. Kondisi ini sering menyebabkan masalah kesehatan yang sangat komplek seperti kerusakan fungsi dari otot, sel tubuh dan saraf. Bahkan pada kondisi tertentu bisa menyebabkan masalah pada bagian sel otot pada jantung. Seseorang dinyatakan memiliki kalium yang rendah jika pemeriksaan menghasilkan jumlah kalium kurang dari 2,5 mmol/L.
 
2. Penyakit Ginjal Kronis

Penyakit ini juga sering ditandai dengan berkurangnya kadar kalium dalam darah. Gagal ginjal kronis terjadi dari panyakit ginjal ringan yang terus menjadi lebih parah karena ginjal tidak bisa melakukan fungsi sesuai dengan tugasnya. Hal ini menyebabkan adanya banyak cairan dalam darah yang kemudian akan dikeluarkan bersama dengan urin.

3. Diare

Diare adalah salah satu gangguan pencernaan yang menyebabkan keinginan untuk buang air besar secara terus menerus dan tinja menjadi sangat cair. Diare memang kondisi penyakit yang paling sering terjadi dan hampir semua orang bisa mengalami hal ini. Tapi hal yang paling membahayakan adalah ketika kadar kalium dalam darah sangat rendah dan menjadi komplikasi dari gangguan diare ini.

#bbg sumber

loading...