Infeksi saluran napas atas / upper respiratory tract infection (URTI) merupakan penyakit akut yang paling sering ditemukan pada pasien rawat jalan. Saluran napas atas terdiri dari sinus, saluran nasal, faring, dan laring yang merupakan pintu masuk ke trakea, bronkus, dan ruang alveoli pada paru. Oleh sebab itu, manifestasi dari infeksi saluran napas atas dapat berupa rinitis, faringitis, sinusitis, epiglotitis, laringitis, dan trakeitis.1

URTI mempunyai cakupan yang cukup luas mulai dari common cold yang biasanya ringan, dapat sembuh sendiri, catarrhal syndrome pada nasofaring, hingga epiglotitis. Virus merupakan salah satu penyebab utama URTI.

Salah satu penjelasan yang dapat dipertimbangkan mengenai mekanisme kerja penggunaan probiotik pada penanganan URTI adalah kemungkinan adanya kompetisi probiotik dengan koloni patogen saluran cerna atas. Hipotesis alternatif adalah probiotik dapat meningkatkan fungsi barier tubuh. Sehubungan dengan teori tersebut, pemberian Lactobacillus menunjukkan perbaikan integritas usus yang diukur menggunakan dualsugar permeability test pada anak dengan dermatitis atopik. Beberapa probiotik juga dapat meningkatkan sekresi mucin sel epitel usus. Mucin dapat menghalangi perlekatan bakteri patogen dan mencegah mikroba masuk ke dalam tubuh. Selain itu, probiotik dianggap mempunyai efek imunomodulator, khususnya imunitas cell-mediated non-spesifik terhadap berbagai agen infeksius (virus, bakteri, dan jamur) yang sebagian dimediasi oleh natural kill (NK) cell.3

Data klinik menunjukkan bahwa jumlah NK cell menurun bermakna pada bayi dengan infeksi Respiratory Syncytial Virus (RSV) berat. Sesuai data tersebut, jaringan paru pada anak dengan infeksi RSV fatal menunjukkan hampir tidak adanya limfosit CD8+ dan NK cell, namun banyak antigen virus. Beberapa studi menunjukkan pemberian Lactobacillus pada hewan dapat meningkatkan aktivitas NK cell dan karena itu dapat mempunyai efek proteksi terhadap infeksi saluran napas. Lactobacillus rhamnosus dalam studi in vitro memperlihatkan peningkatan interferon (IFN) dan interleukin-10 (IL-10) yang juga dapat berkontribusi dalam efek imunologis probiotik pada pasien URTI.3

Sebuah studi pilot meneliti efikasi probiotik dikombinasikan dengan vitamin C untuk pencegahan infeksi saluran napas pada anak preschool. Studi ini menggunakan desain acak, dengan kontrol plasebo pada anak usia 3-6 tahun. Sejumlah 57 subjek anak diberi 1,25 × 1010 colony-forming units Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium bifidum, dan Bifidobacterium animalis subsp. lactis ditambah 50 mg vitamin C atau mendapat plasebo setiap harinya selama 6 bulan.

Hasil studi ini antara lain:

  • Penurunan bermakna rata-rata insidens infeksi saluran napas atas (URTI; 33%, p=0,002).
  • Penurunan bermakna jumlah hari dengan gejala URTI (mean difference: -21,0, 95% confidence interval (CI:-35,9 s/d -6,0, p=0,006).
  • Penurunan bermakna rerata insidens tidak masuk preschool (30%, p=0,007) pada kelompok dengan terapi aktif dibandingkan plasebo.
  • Jumlah hari menggunakan antibiotik, pereda nyeri, dan obat batuk, turun pada kelompok aktif dan berbeda bermakna pada penggunaan obat batuk (mean difference: -6,6, 95% CI: -12,9 s/d -0,3, p=0,040).
  • Tidak ada perbedaan bermakna rasio rerata insidens atau durasi infeksi saluran napas bawah atau kadar sitokin plasma, imunoglobulin A pada saliva atau metabolit urin.


Dari studi ini, penggunaan kombinasi suplementasi probiotik dan vitamin C dapat menghasilkan efek menguntungkan dalam pencegahan dan manajemen URTI.

Sebuah studi pilot memperlihatkan suplementasi kombinasi probiotik dan vitamin C pada anak usia 3-6 tahun, dapat memberikan efek menguntungkan pada penurunan insidens infeksi saluran napas atas (URTI) dan manajemen URTI.

Referensi:
1. Meneghetti A. Upper respiratory tract infection. Medscape [Internet] 2014 [cited 2014 Okt 17]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/302460-overview#a0101.
2. Fashner J, Ericson K, Werner S. Treatment of the common cold in children and adults. Am Fam Physician. 2012; 86(2): 153-9.
3. Kopp MV, Ankermann T, Härtel C. Clinical potential for the use of probiotics in the management of respiratory conditions and cold- and influenza-like symptoms. Nutrition and Dietary Supplements 2011: 351-8.
4. Garaiova I, Muchová J, Nagyová Z, Wang D, Li JV, Országhová Z, et al. Probiotics and vitamin C for the prevention of respiratory tract infections in children attending preschool: A randomised controlled pilot study. Eur J Clin Nutr. 2014. doi: 10.1038/ejcn.2014.174.

#CDK 232/2015