Parasetamol (yang di beberapa negara disebut acetaminophen) telah digunakan dengan aman selama bertahun-tahun untuk membantu dengan nyeri ringan sampai sedang dan demam untuk bayi diatas 1 bulan usia, anak-anak, remaja dan orang dewasa. Tetapi jika terlalu banyak parasetamol diberikan kepada anak, terutama anak yang sakit terlalu lama, dapat membahayakan anak.

Ibuprofen adalah obat yang lebih baru daripada parasetamol, tetapi juga telah digunakan untuk demam dan nyeri ringan sampai sedang pada anak-anak dan orang dewasa untuk beberapa tahun. Ibuprofen ini tidak cocok untuk anak atau bayi di bawah usia 3 bulan.

Pelu diketahui bahwa parasetamol maupun ibuprofen tidak mengobati penyebab rasa sakit atau demam. Setiap bayi atau anak yang tidak sehat, atau nyeri sedang sampai berat harus dilihat oleh dokter untuk mengetahui apa penyebabnya.

Hubungi dokter atau petugas kesehatan yang bewenang jika seorang anak, orang muda atau orang dewasa telah menggunakan parasetamol atau ibuprofen lebih daripada dosis yang direkomendasikan. Parasetamol sering digunakan oleh orang-orang yang berniat untuk menyakiti diri mereka sendiri (usaha bunuh diri). Parasetamol dalam dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah.

Kapan anda dapat menggunakan parasetamol atau ibuprofen

1. Demam

Jika seorang anak mengalami demam, parasetamol atau ibuprofen sering digunakan untuk menurunkan suhu si anak, tetapi menurunkan suhu anak biasanya tidak diperlukan, dan hal itu tidak akan membantu anak sembuh lebih cepat.

Jika seorang anak mengalami demam rendah (mungkin di bawah sekitar 38,5-39 ° C) banyak dokter akan menyarankan orang tua tidak perlu memberikan parasetamol atau ibuprofen untuk anak mereka.

Suhu badan yang tinggi dapat menyebabkan sakit kepala, perasaan tidak sehat, dan rasa sakit di seluruh tubuh, dan menurunkan suhu dapat membantu anak merasa lebih nyaman.

Suhu badan tinggi merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh bekerja untuk mengendalikan infeksi. Sementara secara teoritis menurunkan suhu bisa membuat sistem kekebalan tubuh kurang efektif, tampaknya tidak membuat banyak, jika ada, perbedaan dalam seberapa cepat seorang anak menjadi baik lagi.

Menggunakan parasetamol atau ibuprofen tidak melindungi anak dari kejang demam bahkan jika hal itu dapat menurunkan suhu si anak.

2. Sakit

Parasetamol atau ibuprofen dapat membuat rasa sakit menjadi berkurang, tapi hal tersebut tidak menghilangkan penyebab dari rasa sakit itu.

Parasetamol atau ibuprofen dapat membantu anak menjadi lebih mudah tidur, jika si anak  sedang sakit, misalnya terkena infeksi telinga, sakit tenggorokan, sakit perut atau sakit kaki.

Jika rasa sakit berlangsung selama lebih dari beberapa jam, atau kondisinya parah, atau si anak nampak jelas tidak sehat, sangat penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan rasa sakit, jadi bawalah segera ke dokter.

3. Imunisasi

Beberapa tahun yang lalu, banyak anak-anak yang menjadi demam setelah dilakukan imunisasi, dan biasanya sering direkomendasikan untuk menggunakan parasetamol pada saat imunisasi dilakukan.

Karena vaksin telah mengalami pengembangan (khususnya vaksin batuk rejan), beberapa anak menjadi demam, dan hal itu tidak lagi direkomendasikan untuk memberikan parasetamol atau ibuprofen pada saat imunisasi. Parasetamol atau ibuprofen yang diberikan sebelum imunisasi tidak akan mencegah demam dari injeksi yang sebenarnya.

Jika seorang anak menjadi tidak sehat atau demam setelah imunisasi, kemungkinan hal ini disebabkan oleh sesuatu yang lain, seperti pilek atau infeksi telinga.

Dosis pemberian obat

Parasetamol atau ibuprofen untuk anak-anak biasanya dikemas dalam dosis yang berbeda, misalnya untuk bayi, anak-anak dan remaja. Selalu berikan sesuai dosis yang tertulis pada botol atau kemasan.

Jika bayi atau anak mengambil obat lain, periksa kandungannya pastikan bahwa obat itu tidak memiliki parasetamol di dalamnya, sehingga si anak tidak mendapatkan dosis yang lebih besar dari yang seharusnya.

Seberapa sering parasetamol atau ibuprofen dapat diberikan?

Parasetamol dapat diberikan setiap 4 jam - tidak lebih dari 4 kali sehari. Jika anak anda tampaknya perlu untuk lebih dari dua puluh empat jam, periksa dengan dokter anda untuk mencari tahu apa yang salah. Pastikan anak Anda mendapatkan banyak minum saat menggunakan parasetamol.

Ibuprofen dapat diberikan dalam waktu 6-8 jam terpisah, dengan tidak lebih dari 3 dosis dalam waktu 24 jam.

Jangan gunakan ibuprofen jika anak anda mungkin mengalami dehidrasi (seperti karena muntah, menolak untuk minum atau mengalami diare). Pastikan anak Anda mendapatkan banyak minum saat menggunakan ibuprofen.

Jika anak Anda memiliki asma, ibuprofen mungkin dapat memicu mengi, sehingga akan lebih baik untuk menggunakan parasetamol.

Keracunan parasetamol

Menggunakan parasetamol dalam dosis berlebih dapat membahayakan hati anak atau orang dewasa, dan kadang-kadang ginjal.

Parasetamol merupakan salah satu obat yang juga sering disalahgunakan oleh anak-anak muda untuk menyakiti diri mereka sendiri (usaha bunuh diri). Konsumsi sejumlah besar parasetamol sangat berbahaya, tapi efeknya akan terlihat sekitar 2 sampai 3 hari setelah menggunakannya.

Selalu simpan parasetamol dan obat-obatan lainnya jauh dari jangkauan anak-anak.

Dokter first!

Mungkin ketika anda menghadapi kondisi anak di bawah akan berpikir untuk menggunakan parasetamol atau ibuprofen, tetapi sebaiknya anda pergi ke dokter dan memeriksakan anak anda. Berikut adalah kondisi anak ketika sudah seharusnya anda pergi ke dokter untuk memeriksakannya:

  • Anak berusia kurang dari 12 bulan dan mengalami demam
  • Anak nampak tidak enak badan, luar biasa mengantuk atau mudah tersinggung
  • Anak menjadi lebih sakit
  • Anak memiliki ruam
  • Anak menderita sakit seperti sakit kepala, sakit telinga, atau sakit perut
  • Anak mengalami muntah atau menolak untuk minum
  • Anak mengalami masalah pernapasan, batuk, atau sesak nafas
  • Anak mengalami demam yang berlangsung lebih dari 24 jam
  • Anak  memiliki suhu tubuh yang sangat tinggi (misalnya lebih dari 40ºC)
  • Anak terluka dan sakit
  • atau jika anda khawatir kondisi anak yang beda dari biasanya.

 

loading...