Lebaran identik dengan "balas dendam" akan makanan enak; ketupat, opor ayam, rendang serta makanan bersantan lainnya, setelah menahan diri selama sebulan penuh. Berbagai ragam jenis makanan, manis-manis, berlemak dan bersantan, harus diwaspadai, jika tidak, resiko penyakit bisa menghampiri kita. Penyakit yang muncul saat lebaran biasanya timbul karena kita kurang hati-hati saat mengkonsumsi makanan dan minuman yang ada.

Asupan kalori menjadi lebih banyak, otomatis asupan kalori harian juga meningkat dari biasanya. Hal ini dapat mengakibatkan obesitas atau kegemukan. Bahaya lainnya adalah lemak jenuh. Santan yang dipanaskan secara berulang, akan berubah menjadi lemak jenuh. Apabila dikonsumsi terlalu banyak, maka bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Beberapa penyakit yang biasanya muncul ketika lebaran antara lain:

1. Maag

Penyakit maag rawan terjadi saat dan sesudah lebaran. Kondisi ini umumnya muncul setelah makan berlebihan dan terlalu banyak mengkonsumsi makan pedas. Untuk orang yang memiliki penyakit maag, biasanya penyakit ini kambuh karena saat lebaran tidak bisa mengatur pola makan. Begitu banyak makanan enak yang tersaji saat lebaran sehingga sulit untuk menahan keinginan untuk makan. Padahal, mengkonsumsi sembarang makanan ketika lebaran sangat berpotensi untuk membuat penyakit maag kambuh. Terlebih makanan pedas dan bersantan.

2. Diare

Saat lebaran, makanan yang disajikan bukan berarti semua makanan yang ada bersih dan bebas lalat. Jika kondisi ini tidak teratasi dengan benar, maka rawan sekali menyebabkan penyakit yang berkaitan dengan pencernaan. Salah satu akibat dari makanan yang tidak bersih yaitu munculnya penyakit diare.

3. Meningkatnya kadar gula darah dan kolesterol

Kolesterol dan peningkatan gula darah bisa saja terjadi saat lebaran akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan manis. Jika anda tidak bisa mengendalikan asupan gula yang dikonsumsi maka kadar gula dalam darah akan terus naik bahkan bahkan berisiko hiperglikemia. Sama seperti meningkatnya kadar gula dalam darah, kolesterol juga terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak saat lebaran seperti opor ayam, sayur labu, sambal goreng kentang dan ayam goreng.

Ada cara mudah untuk meminimalisir dampak buruk dari konsumsi makanan berlemak, yaitu langsung konsumsi sayur atau buah-buahan yang mengandung banyak serat sekitar 2 atau 3 buah. Konsumsi serat setelah makan makanan berlemak dapat membantu mengikat lemak, hal ini agar lemak tidak mudah diserap oleh tubuh, dan dikeluarkan bersama feses.

Meski kita menyadari akan efek buruknya makan berlebihan saat lebaran, bukan perkara mudah untuk menghindarinya. Jadi perlu adanya kontrol diri, terhadap konsumsi makanan berlebihan saat lebaran.

loading...